SEVEN BOY'S SEASEON 2

SEVEN BOY'S SEASEON 2
Seven boy's 2 Episode 75


__ADS_3

Defy berdiri diam di depan rumah nya, setelah turun dari motor taehyung.


Defy POV.


Air mata yang sedari tadi ku tahan, tak mampu lagi ku bendung.


Di balik kaca helm ini, aku menangis lagi lagi dan lagi. Entah kenapa air mata ini rasa nya tak habis habis.


Derayan nya masih terus menyayat hati, atau hati ku lah yang mengundang air mata ini. Ah sama saja, sungguh menyakitkan.


" defy, kemarikan helm mu, ayo kita masuk, namjoon hyung pasti menunggu kita" tegur sebuah suara berat yang terdengar dari belakang punggungku.


Tetapi Nama "Namjoon" benar benar membuat ku tersentak, nama itu membuat ku semakin gelisah. Kuputuskan untuk lari sekencang mungkin, menjauh dari rumahku sendiri.


" defy, kau kenapa? Defy tunggu"


Suara itu ku dengar jelas, tetapi tetap saja aku enggan memperlambat langkah ku, apa lagi berhenti.


Aku menekuk kaki ku di depan pintu rumah taehyung, ku sembunyikan wajah malang ini dengan kedua tangaku.


" defy, aku mohon berhentilah menangis. Kenapa kamu menangis di sini. ayo masuk lah. Appa tak ada di rumah. Ayo masuklah" ajak taehyung.


Pria itu meraih lengan ku dan memapahku ke ruang tamu nya.


Dalam isak ku, pria bersurai hitam itu menatapku penuh perhatian.


" aku tau kenapa kamu berlari kesini. Tapi tangisan ini bukan karna eomma mu yang telah pergi kan? Apa jin hyung mengatakan hal yang menyakitkan padamu?" Tanya nya lirih.


Suaraku benar benar habis saat ini, isak ku tak terkendali, sampai membuat seluruh badan ku mulai berkeringat dingin.


Pria itu mengusap lembut keringat di kening dan wajah ku dengan kedua tangan besar nya.


" defy tatap aku, lihat aku. Kamu tak sendiri. Aku akan selalu mendukung mu. Entah dalam status apapun itu, aku adalah kim taehyung mu. Ceritakan yang membuat hati mu gelisah. Katakan apa yang harus ku buat untukmu?"


Tatapan pria ini begitu dalam ku tatap. Bola mata nya membulat dengan alis yang tertarik ke dahi nya. Hanya dengan tatapan nya saja aku merasa lebih baik, aku benar benar tenang dengan kehadiran sahabat baikku yang satu ini. Dia benar benar malaikat bagi ku.


Tapi sayang nya, kenyamanan itu membuat ku gila. Aku membiarkan pria itu mendekat sedikit demi sedikit wajah nya.


Dan bodoh nya, aku menutup mataku merasakan hembusan nafas hangat nya yang menyentuh hidung ku.


Satu kecupan mendarat di bibir ku yang mungkin kini memerah dan mengkilap karna menangis.


Dimana otakku kini, kenapa aku lupa kalau dia pun telah mempunyai kekasih. Kenapa aku justru membiarkan bibir nya ******* dan mempermainkan bibirku dengan mudah.


Kedua tangan nya yang masih setia menempel di wajah ku semakin membuat ia leluasa meraup bibir sensual ku. Keterlaluan sudah, aku bahkan membenci diriku saat aku mengimbangi kecupan nya.





Ku lahap pula bibir kotak nya. Kami pun saling bertukar saliva tanpa memperdulikan hubungan kami yang selama ini hanya sebatas teman, tak lebih.

__ADS_1


Meski sangat pelan dan perlahan, ciuman kami begitu terasa sampai ujung ulu hatiku.


Perasaan apa ini?


Sungguh kini aku tak merasakan getaran seperti saat bersama jin.


Tetapi aku pun merasa nyaman dan tenang saat berpadu kasih dengan nya. Bukan cinta, mungkin aku hanya membalas sakit hati ku pada jin, dengan membiarkan bibir ini di jamah oleh


Pria lain, tak lebih.


Apa aku jahat? Apa aku kini begitu buruk? Selain jin, teman ku pun akan terluka karna hal ini.


Karna pikiran itu, Kulepas tautan bibir kami perlahan dan menunduk malu di depan nya.


Taehyung pun menarik kembali telapak tangan nya dari wajahku.


" maafkan aku. hmm sebaik nya kamu bersihkan diri di kamar mandi, Wajah mu sembab. Aku akan membuat susu hangat untuk mu, setelah kamu tenang, aku akan mengantar mu pulang. Namjoon akan menghawatir kan mu kalau kamu pergi terlalu lama"


Anggukan pelan ku tunjukan pada taehyung, lalu aku pergi ke kamar mandi nya.


Author POV.


Sepeninggalnya defy, taehyung pun pergi ke dapur. Wajah nya masih memerah, entah malu atau ada perasaan lain. Wajah nya masih saja datar saat ia memanaskan susu di panci kecil.


Tetapi kini wajah nya berubah saat baju nya terkena tumpahan air susu cair di perut nya.


Sembari mengibas ngibas baju nya, pria bersurai hitam pekat itu berjalan ke kamar nya. Tetapi sebelum sampai di kamar nya, dia lebih dulu melepas kaos yang ia kenakan.


Dia melempar nya ke keranjang pakaian kotor di dekat pintu kamar nya.


Tok tok tok


Suara pintu menghentikan langkah nya yang akan masuk ke kamar.


" itu pasti appa, appa pulang lebih awal hari ini" gumam nya.


Klek.


Pintu terbuka, dan sosok yang ia duga, ternyata bukan tuan kim jaemin, tetapi gadis kecil tinggi dengan rambut sebahu dan poni yang terpotong rapi di dahi nya.


Senyum nya mengembang, menambah apik wajah nya dengan gigi rapi dan putih berinar. Gaya busana dan tubuh ramping nya pun tak kalah menarik untuk di pandang.


Tetapi kali ini bukan itu yang membuat taehyung tertegun. Sosok jessy justru membuat nya kelicutan, rasa bersalah nya kini benar benar menimpa benak nya.


" tae, apa yang kamu lakukan? Pakai baju mu, kamu bisa demam jika tak memakai baju. Lagi pula kamu itu sangat seksi. Jangan sampai ada yg melihat mu bertelanjang dada seperti sekarang. Cukup aku saja" ucap jessy dengan tertunduk malu.


" hmm jessy? Ada apa? Kamu mendadak sekali kesini"


" itu karna mu, kenapa kamu tidak juga membalas pesan ku? Aku sangat marah padamu"

__ADS_1


" jessy, kita bicara di luar saja ya. Tunggu aku di luar, aku akan memakai baju dulu. Bajuku terkena tumpahan susu tadi" elak taehyung sembari membalikan badan jessy dan mendorong nya keluar.


Tetapi sebelum jessy melewati pintu, sebuah suara membuat jessy terperanga.


" tae, tolong pinjam handuk mu"


Defy berjalan keluar dari kamar mandi dan meminta taehyung meminjamkan handuk nya untuk mengelap wajah nya yang basah.


Ketiga orang itu kini diam seribu bahasa ketika tatapan mereka saling menyatu.


Jessy POV.


Defy?


Apa yang ia lakukan di sini? Kenapa di waktu yang sensitif seperti sekarang? Bahkan kekasih ku tengah bertelanjang dada.


Ingin rasa nya ku keluarkan segala makian, segala pertanyaan yang memenuhi benak ku.


Tetapi aku begitu lemah kini.


Bola mataku terus berputar ke arah defy dan taehyung? Seolah menagih penjelasan dari mereka. Tetapi air mata ini lebih dulu menggenang di pelupuk mataku.


Rasa nya pedih


Tetapi lebih pedih lagi hatiku kini. Segala pikiran buruk membuat ku semakin tertusuk.


" jessy, aku akan menjelaskan yang terjadi, kami.."


Tidak. Aku benar benar muak sekarang. Aku tak ingin mendengar penjelasan taehyung sekarang. Ku tutup rapat rapat kuping ku dengan kedua tangan ku, meski tangan besar taehyung terus mencoba meraih ku, tetapi aku berusaha terus menampik tangan nya.


Muak


Benar benar muak!


Ku putuskan untuk pergi dari sana tanpa mendengar penjelasan mereka.


Seketika tubuh ku terasa dingin dan hatiku begitu berat. Rasa nya seperti seluruh tulangku remuk saat itu juga.


Lari


Lari


Lari


Hanya itu yang bisa ku lakukan sekarang. Tanpa menperdulikan orang orang yang menegur ku saat aku lewat.


hanna mencoba mencegat ku dan bertanya keadaan ku, tetapi aku tak menghiraukan dia. Saat ini aku hanya fokus berlari ke kamar ku. Aku tak ingin oppa dan eonni sampai tau kalau air mata ku kini bercucuran karna hati ku yang patah seribu.


" tae.. teganya kamu menghianati ku? Benar kah kamu tega melakukan hal sebejad itu di belakang ku?" Batin ku.

__ADS_1


__ADS_2