
Author POV.
Kantor kependudukan...
Getar ponsel suga menggetar kan tas nya, tetapi si empu nya ponsel masih tak sadar kalau ponsel nya bergetar.
Suga terlalu sibuk berbincang dengan penjaga kantor kependudukan.
" catatan kependudukan lama masih menggunakan media kertas, semua nya ada di dalam gudang. Kami belum memindahkan nya ke komputer. Kalau kalian mau, kalian bisa periksa sendiri di gudang" saran penjaga kantor.
" tapi itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama" protes suga.
" aku tidak bisa banyak membantu. Ini juga karna kalian mendapat ijin dari polisi. Kalau tidak, aku tidak akan mengijinkan kalian masuk" jawab si penjaga kantor.
" suga hyung. Sudahlah, ayo kita mulai saja, semakin cepat kita mulai semakin cepat kita selesai" potong jungkook.
Kedua pria itu pun menyerah dan masuk ke gudang untuk mencari catatan kependudukan sodara tiri suga.
Hotel..
Sementara itu, di kamar hotel yang megah ini, seorang gadis terisak di pinggir ranjang. Wajah nya memerah dengan air mata yang tak henti nya mengalir.
Kala itu, listy telah berpakaian lengkap tetapi wajah nya masih terlihat lusuh dengan rambut yang berantakan.
Listy POV.
Hancur sudah, semua di diriku terlihat buruk, dan terasa menjijihkan.
Rasa sakit di pangkal paha ku tak sebanding dengan sakit nya harga diriku.
Aku bahkan jijik pada diriku sendiri sekarang. Bayangan akan malam yang ku lewatkan tanpa sadarkan diri membuat ku terus meraung.
Pria yang aku pikir begitu menghormati dan menghargai ku, justru dia membuat wajah ku tercoreng.
Bayangan wajah suga semakin membuat ku terpukul, aku tak bisa menjaga keremajaanku untuk nya. Apa lagi ketika teringat wajah jhope, wajah sunshine yang ku pikir akan redup saat mendengar apa yang aku alami.
Ketakutan dan kegelisahan sungguh mencekam benakku.
Pada siapa aku menangis? Pada siapa aku harus menumpahkan kehancuran ku ini?
Hanya tangis dan tangis yang mampu ku curahkan sekarang.
Ku ambil ponsel ku, berniat memesan taksi. Entahlah, aku hanya ingin pulang sekarang. Mengunci diriku di kamar dan menyembunyikan wajahku dari semua orang.
Saat ponsel ku, ku aktifkan. Layar ku penuh dengan notifikasi dari oppa, jessy dan suga oppa.
Oh tuhan, bagaimana aku menjelaskan keadaan ku pada mereka. Mana mungkin aku mampu menyembunyikan hal besar ini.
Dug
Di saat yang sama, ponselku berdering dan nama jhope oppa lah yang ada di layar ponsel ku.
" oppa...?"
Tangisan ku kembali pecah setelah melihat nama nya. Beberapa detik aku menangis dengan membekap mulutku sendiri.
Tapi aku tak bisa membiarkan oppa khawatir begini. Aku mengatur nafas ku dan memejamkan mataku agar air mata ini berhenti mengalir.
Aku bahkan mengatur suaraku agar oppa tak menyadari suara sumbang ku.
" iya oppa.."
" yak listy! Kamu kemana semalaman? Kamu dimana sekarang?!" Teriak oppa.
" oppa, aku ada di hotel blue night kamar nomer 70. Tolong jemput aku"
Aku segera menutup telefonku karna aku sadar, suara ku mulai bergetar dan tangisku kembali membuat suara ku terisak.
__ADS_1
Hanya butuh bebebrapa menit, oppa telah sampai di hotel ini. Aku segera mengusap wajah ku dan menarik nafas panjang ku.
Author POV.
Brag
Jhope membuka pintu dengan keras. Dengan wajah panik nya, jhope menghampiri listy yang terduduk di lantai dekat ranjang.
Wajah jhope mulai memucat melihat wajah listy yang memerah dan mata sembab nya.
" listy, apa yang terjadi?" Tanya jhope pelan.
" hmm tidak ada oppa. Oppa, aku ingin pulang"
Tangis listy tertumpah tanpa mampu ia bendung. Gadis yang selalu tersenyum ceria itu kini tertunduk layu.
Jhope pun tertawa miring dengan wajah yang begitu jelas menahan air mata. Apa lagi ketika melihat seprai di ranjang yang terdapat beberapa bercak darah di sana.
Tanpa mampu berucap, jhope mengusap wajah nya dan menghampiri listy.
Jhope menekuk kaki nya dan mengusap wajah listy.
" ayo kita pulang" ajak jhope dengan suara bergetar.
Perlahan listy bangun dengan di papah oleh jhope. Sesekali listy terlihat kesakitan saat berdiri. Jhope pun menyadari bahwa listy bahkan menahan rasa sakit hanya karna berdiri saja.
Tanpa pikir panjang, jhope menggendong listy dengan kedua tangan kekar nya.
Dalam isak tangis, listy menyembungikan wajah nya dalam leher jenjang jhope.
Kedua sodara yang kini hati nya tengah hancur lebur, berjalan melewati lorong hotel tanpa menghiraukan beberapa orang yang memperhatikan mereka.
Tatapan jhope begitu kosong dengan bibir yang mengatup kencang, seolah menahan beribu umpatan amarah yang ia rasa kan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kantor kependudukan...
Sebuah pesan masuk dari "Song taemin" membuat jungkook terlihat mengerutkan dahi nya dan mencoba memahami isi pesan itu.
Setelah berjam jam mencari file yang mereka butuhkan. Suga pun menemukan hal yang sungguh mengejutkan. File yang bertahun tahun lalu tersimpan baik di kantor itu, kini terungkap sudah.
Min yerin, menikah dengan min yonjun (appa tiri suga)
Dan mempunyai dua anak laki laki
Bernama MIN JINHWAN DAN MIN JUNHWAN
" kamu menemukan nya hyung?" Tanya jungkook ketika melihat wajah serius suga yang terdiam menatap sebuah map.
Jungkook mendekat karna suga tak menjawab pertanyaan nya. Jungkook turut membaca file yang suga pegang. Ia pun menunjukan ekpresi terkejut nya.
" hyung. Min jinhwan itu jinan, kim jinan. Dugaan mu benar"
" dari mana kamu tau?"
" kamu ingat sepupu sindy, yang tinggal di jepang, dia tau benar keluarga jinan. Dia pernah kerja di KOG japan. Jinan atau jinhwan itu di adopsi sejak kecil. Taemin hyung bilang, nama jinan itu pemberian tuan kim dahnte. Nama dia sebelum nya memanglah jinhwan. Aku baru mendapat pesan dari taemin hyung tadi. Aku ingat taemin hyung pernah berkata dia tak asing dengan wajah jinan. Itu sebeb nya tadi pagi aku menanyakan nya pada taemin hyung"
" sial. Cepat kita pulang. Aku harus menghubungi jhope, aku takut jinan akan menyakiti listy"
" lho kenapa?"
" sudah ayo cepatlah"
Jungkook mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi, sedangkan suga terus mencoba menghubungi jhope.
" hyung kenapa kamu begitu khawatir?" Tanya jungkook.
__ADS_1
" aku yakin jinan sangat ingin balas dendam padaku. Semoga dia tidak menyakiti listy. Cepatlah. Jhope sejak tadi terus menghubungi ku. Aku akan mengirim pesan padanya untuk menjaga listy dari jinan"
Jungkook terus memacu mobil nya dengan kecepatan tinggi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Cafe jhope..
Defy dan namjoon, talah sampai di cafe jhope. Mereka berbincang dan terus bergandeng tangan saat masuk ke dalam cafe.
Tapi cafe saat ini sepi dan ada tulisan tutup di depan cafe.
Meski begitu, namjoon dan defy tetap masuk ke dalam cafe.
Kala itu, jessy tengah mondar mandir di depan meja kasir sembari menelfon.
Sedangkan soni duduk melamun di meja cafe. Namjoon menghampiri soni, sedangkan defy mencoba bicara dengan jessy.
" jessy. Kenapa cafe tutup?" Tanya defy.
" aku mohon defy, pergilah. Aku tidak ingin bicara sekarang" jawab jessy tanpa menatap defy.
Jessy terus saja mengutak atik ponsel nya, dengan wajah pucat nya.
Mendengar jawaban jessy, defy terdiam dan merasa bersalah atas kejadian tempo hari.
" soni hyung, ada apa? Kenapa tutup? Dan jessy kenapa?" Tanya namjoon.
Sebelum soni menjawab pertanyaan namjoon, mereka lebih dulu terperanga dengan perkataan jessy.
" apa ada yang bisa ku bantu?" Tanya defy pelan.
" defy! Pergilah. Aku tidak ingin melihat mu apa lagi bicara padamu! Pergi! Aku mohon"
Sontak defy terdiam dengan wajah terheran. Begitu pun namjoon dan soni. Namjoon bahkan menghampiri defy dan mengusap bahu defy.
Tapi defy justru berlari dari cafe dengan wajah memerah.
Namjoon mencoba mengejar defy, tapi ia terhenti ketika mobil jhope mulai masuk ke parkiran cafe.
Tanpa menunggu lama, jhope turun dari mobil nya dan membuka pintu sebelah, di mana listy duduk. Jhope dengan sabar menggendong tubuh lemah listy dengan kedua tangan nya, dengan tatapan kosong.
Namjoon, soni dan jessy pun segera menghampiri jhope.
" eonnie kenapa? Oppa, eonnie dari mana?" Tanya jessy pelan. Bahkan wajah nya pun mulai memerah melihat wajah datar jhope dan wajah listy yang sembab di sela leher jhope.
Sedangkan soni dan namjoon hanya diam dan langsung melebarkan pintu agar jhope dan listy bisa masuk dengan mudah.
Perlahan, dengan sangat perlahan. Jhope menurunkan listy dan membaringkan listy di ranjang nya.
Selimut tebal pun ia hamburkan ditubuh mungil listy.
Sebuah usapan hangat mendarat di dahi listy. Tatapan yang hangat dan penuh kasih sayang, jhope berikan pada listy.
Baik jessy, namjoon atau pun soni, tak ada yang mampu membuka suara, apa lagi bertanya. Mereka hanya diam menyaksikan interaksi haru antara jhope dan listy.
" listy, istirahatlah. Kamu lelah kan? Jessy akan menjagamu di sini. Dan oppa mu ada di kamar. Panggil oppa, jika kamu butuh apapun. Oppa tau kamu baik baik saja. Oppa tau kamu gadis yang kuat. Gadis kecil oppa yang sangat tegar. Tidurlah" ucap jhope dengan mata yang telah berkaca kaca"
" ehhmm... aku lelah oppa, biarkan aku tidur sebentar saja" jawab listy lemah.
Pejaman mata jhope dan tarikan bibir nya, dan sedikit anggukan menandakan beratnya ia mendengar jawaban listy.
" jessy, tolong jaga eonnie mu" pinta jhope.
Jhope beranjak dari duduk nya dan keluar dariĀ kamar listy di ikuti namjoon dan soni.
Jhope pergi ke kamar nya dengan tangan mengepal kuat.
__ADS_1