
Rumah defy..
Ayanna menutup mata nya dan air mata nya pun menangir membasahi pipi halus ayanna.
" kalau mereka tidak menolongku. Aku tidak mungkin berdiri di sini. Ayanna, aku harap kamu bisa memahami posisiku" lanjut namjoon.
Ayanna berdiri langsung mendaratkan tangan nya di pipi namjoon dengan keras.
Pppplllllaaaacccckkkk
" Selama ini, apa aku kurang memahami mu? Aku bahkan menunggumu agar kamu bisa menepati janjimu pada appa. Aku tidak pernah menuntut apapun dari mu. Tapi dengan mudah nya kamu nenuruti permintaan naya dan memintaku memahami mu? Kamu pria brengsek!" Maki ayanna dengan deraian air mata.
" ini juga tidak mudah untukku ayanna"
Tanpa menjawab namjoon, ayanna berlalu dari depan namjoon setelah mengambil tas nya di meja.
Ternyata, di saat yang sama, defy tengah mendegar percakapan ayanna dan namjoon dari balik jendela kamar nya.
Setelah ayanna pergi, defy mengusap air mata nya yang mengalir tanpa persetujuan nya.
Defy mengatur wajah nya, agar selalu terlihat ceria di depan namjoon.
Setelah namjoon masuk, mereka menikmati sarapan mereka.
" namjoon, defy bilang ada ayanna di depan? Dimana dia?"
" hmm mendadak, dia harus ke toko nya. Ada urusan penting kata nya. Dia menitip salam untuk eomma, lain kali dia akan berkunjung lagi"
Defy tertunduk mendengar kebohongan namjoon, bahkan dari suara namjoon, defy sadar bahwa namjoon menahan kesedihan nya.
Defy terus menatap namjoon yang terus berbincang dengan nyonya park.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Mobil jungkook...
Jungkook telah siap untuk pergi ke kantor polisi, saat itu, jungkook tengah berkendara di jalanan kota.
Di temani dengan musik favorit nya, jungkook bersenandung dan sesekali menatap ke trotoar.
Di saat itu pula, ponsel jungkook berdering. Dengan senyum nya yang mengembang, jungkook mengangkat panggilan telefon dari gadis yang tidak lain adalah sindy.
" kenapa kamu baru menelfonku?" Tanya jungkook.
" maafkan aku kookie. Setelah sampai, aku langsung di sibukan dengan pendaftaran, seleksi dan banyak lagi lah. Bagaimana keadaanmu?"
" aku baik, aku..."
Perkataan jungkook terhenti saat ia tak sengaja melihat sosok jang sehan di pinggir trotoar. Kala itu, jang sehan tengah berdebat dengan seorang pria, bahkan jang sehan sempat di pukuli oleh beberapa orang di sana.
Jungkook segera memarkir kan mobil nya di pinggir jalan dan kembali berbicara pada sindy.
" nanti aku telfon lagi ya, aku akan menelfon mu lagi nanti"
Jungkook memutuskan telefon sindy, tanpa mendengar jawaban sindy.
Jungkook keluar dari mobil nya, tapi sayang nya orang yang mengeroyok jang sehan telah pergi.
Jang sehan terbaring tak berdaya di pinggir trotoar dalam keadaan setengah sadar.
Dengan susah payah, jungkook membawa jang sehan ke mobil nya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Pinggir danau..
Dengan mengendarai sepedanya, jessy telah sampai di danau.
Jessy menatap kesana kemari, mencari keberadaan taehyung.
Tanpa jessy sadari, taehyung memeluk jessy dari belakang.
Meski sempat terkejut, tapi jessy tetap diam.
" kamu mencariku?" Bisik taehyung.
Taehyung menenggelamkan wajah nya di sela rambut jessy.
" aku tidak suka saat kamu mengabaikanku" lanjut taehyung.
" oppa, lepaskan. Kenapa kamu memanggilku kesini?" Tanya jessy tanpa bergerak sedikitpun dari dekapan taehyung.
" aku tidak akan melepaskanmu sebelum kamu mendengar penjelasanku"
" baiklah, cepat jelaskan dan cepat lepaskan aku"
" kamu cemburu pada defy?"
" kamu mau menjelaskan sesuatu? Atau mengintogasiku?"
" astagah kekasihku ini sangat pemarah. Baiklah, jung jisun, jessy ku yang imut, aku dan defy tidak melakukan apapun. Aku yang mengajak defy ke taman waktu itu, karna aku ingin menjelaskan kecurigaanku pada namjoon. Defy sudah menghubungiku dan ternyata, namjoon hyung memanglah park joon. Tugasku selesai sekarang. Aku hanya ingin menebus kesalahan appa, dan sekarang aku sangat lega. Defy telah menemukan oppa nya"
Seketika jessy melupakan kemarahan nya dan tersenyum lega, sembari memejamkan kedua mata nya.
Jessy berbalik dan menatap taehyung.
" benarkah? Aku senang mendengar hal itu, namjoon oppa benar benar bersaudara dengan defy. Aku tidak pernah menyangka sebelum nya"
" appa masih belum pulang dari ilsan?"
" belum, appa harus mengumpulkan berkas berkas namjoon hyung. Agar tidak ada yang bisa mengelak kalau namjoon hyung adalah park joon. Tunggu, sekarang kamu tidak marah lagi kan?"
" kenapa aku harus marah?"
" kamu bohong. Kamu cemburu pada defy kan? Kamu sangat mencintaiku kan?"
" kamu sangat percaya diri"
" sudah lah mengaku saja"
" aku akan pulang. Pergilah"
" akui dulu"
Taehyung terus mengejar jessy dengan menunjukan aegyo nya.
Bahkan taehyung terus bergelayutan manja di lengan jessy. Tetapi jessy masih saja terus mengacuhkan taehyung dan berjalan menuntun sepeda nya, sembari tersenyum kecil.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kediaman keluarga park...
Jimin, jin, tata, tuan dan nyonya park telah sampai di rumah sakit.
Tuan park langsung menuju ruang pemeriksaan sebelum menjalani oprasi jantung nya.
Beberapa suster dan dokter memulai pemeriksaan, sedangkan jimin, jin, tata dan nyonya park menunggu di luar ruangan.
__ADS_1
" jimin. Ini mungkin akan lama, pergilah ke ruang rawat naya. Namjoon pasti di sana"
" iya hyung" jawab jimin.
" jimin, aku ikut" sahut tata.
" hmm eomma, kalau mau ikut ikutlah. Aku akan menunggu appa" ucap jin.
" tidak. Untuk apa aku ikut. Aku akan tetep di sini"
Jimin dan tata pergi menemui naya di ruang rawat nya. Kala itu, namjoon telah berada di sana.
Namjoon tengah berbincang dengan naya. Meski namjoon menyimpan beban berat di benak nya, namjoon masih saja terlihat tegar dan menutupi beban nya dari naya.
Namjoon terus berusaha membuat lelucon agar naya bisa tersenyum.
Ketika mendengar ketukan pintu, perhatian namjoon dan naya tertuju pada jimin dan tata yang masuk ke ruangan naya.
" jimin, kamu datang" sambut namjoon.
" iya hyung, jin hyung yang memberitahu tentang naya"
" oh, baiklah, ayo temui naya. Ayo tata" ajak namjoon.
" iya oppa" jawab tata.
Tata dan jimin menyapa naya dan menanyakan keadaan naya.
Mereka berbincang santai sembari tertawa lepas saat jimin dan namjoon membuat lelucon.
Tetapi pertanyaan naya membuat suasana sedikit berbeda.
" tata eonnie, aku sangat senang melihatmu dan jimin oppa, kalian terlihat mesra tanpa menunjukan kemesraan kalian. Apa si rahasia keharmonisan rumah tangga kalian?" Tanya naya.
Tata dan jimin saling menatap, tanpa mampu menjawab pertanyaan naya.
" hmm naya. Ini jam mu tidur siang bukan? Tidur lah dulu" potong namjoon yang berusaha mengalihkan kecanggungan tata dan jimin.
" nanti oppa, aku ingin mengetahui rahasia keharmonisan mereka. aku ingin, saat kita menikah nanti, kita bisa tetap mesra seperti mereka"
" hyung? Kalian akan menikah?" Tanya jimin.
Tentu saja tata dan jimin begitu terkejut mendegar hal itu, karna baru beberapa hari mereka mengenal naya, dan mereka baru tahu kalau namjoon dan naya tak sedarah. Terutama karna mereka pun mengetahui bagaimana romantis nya namjoon dan ayanna.
" iya kami akan menikah, dalam waktu dekat ini"
" oh begitu, selamat untuk kalian" sahut tata.
" namjoon hyung, aku harus bicara denganmu" pinta jimin.
Jimin dan namjoon keluar dari ruang rawat naya, dan duduk di kursi yang berderet sepanjang ruang rawat. Sementara naya melanjutkan perbincangan nya dengan tata.
" hyung, apa yang di katakan naya benar? Kalian akan menikah?" Tanya jimin.
" iya. Secepatnya"
" lalu bagaimana dengan perasaanmu? Aku tau hanya ayanna yang kamu cintai, dan bagaimana dengan ayanna?"
" aku tidak perduli dengan apa yang aku rasakan, tapi soal ayanna, aku tidak punya pilihan lain. Ayanna, dan keluargaku berdiri di pihak yang bersebrangan. Aku punya hutang besar pada naya dan orang tua nya. Aku tidak bisa mengabaikan mereka hanya demi kebahagiaanku. Dan aku yakin, cepat atau lambat ayanna akan memahami posisiku"
" hyung, kamu sadar, bukan cuma kamu dan ayanna yang berkorban untuk hal ini, tapi naya dan keluargamu tidak akan bahagia dengan pernikahan tanpa cinta"
" lalu bagaimana dengan mu? Kamu juga menikah tanpa cinta. Apa kamu tidak bahagia?"
__ADS_1
Jimin terdiam beberapa saat, setelah mendengar perkataan namjoon yang terlontar dari bibir nya. Jimin pun teringat hubungan nya dengan tata selama ini.