
Sebuah ruangan gelap..
" apa yang aku lakukan? Bagaimana tangan ini tangan ini berlumuran darah. Aku telah membunuh nya? Aku seorang pembunuh" keluh suga.
Suga terus menangis tanpa henti di ruangan itu sendiri. Tanpa ada yang tau hal itu. Bahkan jimin sama sekali tak menyadari keberadaan suga, karna ia terlalu sibuk untuk mondar mandir dan mengintip ruang oprasi.
Tangan dan kaki jimin bergetar dan mata nya tak henti hentinya mengalirkan air mata.
Setelah menunggu satu jam lama nya, dokter dan para suster tak kunjung keluar dari ruang oprasi, itu membuat jimin semakin gelisah.
Jungkook datang dan segera menghampiri jimin.
" hyung? Bagaimana?" Tanya jungkook singkat.
" masih di ruang oprasi. Mereka belum keluar. Darah hyung begitu banyak mengalir keluar. Aku sungguh gelisah jungkook" keluh jimin dengan suara bergetar.
Air mata jimin kembali pecah saat berusaha menjelaskan keadaan jin pada jungkook. Jungkook pun segera memeluk jimin dan membuat nya duduk di kursi tunggu di depan ruang oprasi.
" tenanglah hyung. Tenanglah, jin hyung pria yang kuat, dia akan mudah melewati masa ini" hibur jungkook.
Jungkook terus berusaha membuat jimin lebih tenang. Dan saat itu pula, jungkook menyadari tak ada sosok suga di sana.
" jimin hyung, dimana suga hyung?" Tanya jungkook.
" hagh? Entahlah. Aku tidak melihatnya dari tadi. Mungkin dia pulang" jawab jimin.
" tidak mungkin. Suga hyung bukan tipe orang yang akan meninggalkan teman nya yg kritis. Apa lagi jimin hyung sangat dekat dengan nya" batin jungkook.
" jimin hyung, aku akan ke toilet dulu. Tenangkan dirimu. Jin hyung membutuhkanmu. Kuatkan dirimu untuk menjaga jin hyung" ucap jungkook.
" iya, kamu benar jungkook. Terimakasih sudah mengingatkanku"
Jungkook pergi meninggalkan jimin sendiri, dan ia terus mengelilingi rumah sakit, mencari keberadaan suga.
Setelah memriksa setiap sudut rumah sakit, akhir nya, jungkook berhasil menemukan suga di salah satu ruangan kosong.
Saat itu suga dalam keadaan yang sangat buruk, wajah nya sembab, luka di wajah nya dan mata nya yang bengkak karna terlalu banyak mengeluarkan air mata, dan rambut nya yang kusut.
" suga hyung, kenapa kamu di sini?"
" jungkook, pergilah"
" suga hyung, ayo kita pulang. Aku akan mengantarmu pulang"
" jungkook, aku seorang pembunuh, menjauhlah dariku. Kamu seorang polisi kan? Tangkaplah aku jungkook"
" hyung, hentikan, ayo kita pulang"
Jungkook menarik tangan suga. Sementara suga hanya terdiam dengan tatapan kosong. Suga hanya menuruti ajakan jungkook tanpa berkata apapun lagi.
Saat di parkiran, jungkook terlebih dulu menelfon namjoon.
" hallo, iya jungkook?"
" hyung, aku butuh bantuanmu"
" katakanlah
" jin hyung di rumah sakit, cerita nya panjang, tolong temani jimin hyung di rumah sakit. Banyak hal buruk yang terjadi tadi. Aku tidak bisa menceritakan nya sekarang"
" astaga, baiklah, aku akan segera ke rumah sakit sekarang"
" baiklah, tolong cepatlah hyung"
__ADS_1
Jungkook menutup terlfon nya.
Di saat itu, namjoon tengah menikmati makan malam nya dengan ayanna di cafe pinggir danau. Tapi mereka harus menghentikan makan malam romantis mereka.
" maafkan aku ayanna, aku harus pergi sekarang"
" apa yang terjadi?"
" entahlah, jungkook tidak menjelaskan detai nya, tapi dia memintaku menemani jimin di rumah sakit. Aku rasa terjadi sesuatu pada jin hyung. Aku harus pergi sekarang"
" baiklah jaga dirimu"
" sekali lagi aku minta maaf, makan malam romantis kita harus tertunda lagi"
" tidak apa apa, mereka membutuhkanmu sekarang. Cepat pergilah"
" kamu memang kekasih terbaik. Aku pergi dulu" pamit namjoon dengan memeluk ayanna, dan mencium kening nya.
Namjoon pun pergi dengan tergesa gesa. Sampai ia melupakan ponsel nya.
Ayanna mencoba memanggil namjoon tapi ia telah pergi jauh.
Ayanna pun menyimpan ponsel namjoon dalam tas nya, dan pergi dari cafe itu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah taehyung..
Defy, tuan kim, nyonya eun soo, sindy dan taehyung duduk dengan tenang di ruang tamu rumah taehyung.
Setelah mendapat penjelasan dari tuan kim mengenai apa yang terjadi pada tuan park do geum dan park joon (appa dan oppa defy)
Defy, tuan kim, nyonya eun soo, sindy dan taehyung duduk dengan tenang di ruang tamu rumah taehyung.
" Maaf nyonya park, sampai sekarang aku tak tau keberadaan wanita yang memesan jasaku, dan keberadaan putramu" ucap tuan kim jaemin.
" putraku masih hidup. Itu sudah cukup bagiku" jawab nyonya eun soo.
" eomma, tidak kah kita harus mencari oppa" usul defy.
" maafkan aku defy, seperti yang aku bilang, aku sudah berusaha mencari nya. Dan panti asuhan tempat aku menitipakan park joon, sudah tak ada lagi. Aku tidak bisa menemukan park joon" sahut tuan kim.
" tapi dia masih di korea. Aku yakin kita bisa menemukan oppa. ahjushi, tolong katakan semua yang anda tau tentang panti asuhan itu, mungkin mana pengurus panti, atau apapun" lanjut defy.
" aku akan mencoba mengingat nya. Itu sudah belasan tahun, aku tak yakin mengingat nama nya. Tapi saat aku melihat nya, aku akan akan langsung mengenali nya" jawab tuan kim.
" ah kenapa ini begitu susah. Kita tau oppa masih hidup, kenapa banyak halangan untuk menemukan dia" keluh defy sembari menutupi wajah nya dengan kedua tangan nya.
" defy, kita semua akan berusaha mencari tau dimana oppa mu. Kita pasti bisa menemukan nya" hibur taehyung.
" taehyung benar defy, jangan pernah berputus asa. Kita akan mencari tau di semua panti asuhan yang ada di seoul, bahkan di korea ini. Tenanglah" tambah sindy.
" eomma katakan sesuatu eomma" pinta defy.
" eomma, eomma ingin pulang sekarang, eomma sangat lelah" jawab nyonya eun soo.
Nyonya eun soo beranjak dari duduk nya, tapi hanya satu langkah, nyonya eun soo terlihat memegangi kepala nya, lalu jatuh pingsan di hadapan defy.
Mereka semua segera menolong nyonya eun soo.
" eomma.." panggil defy
" ahjuma. Kenapa?" Tanya taehyung
__ADS_1
" defy, mungkin ahjuma merasa terlalu tertekan" ucap sindy.
" taehyung bawa nyonya park ke kamar, biar beliau istirahat di kamar, aku akan memanggil dokter" usul tuan kim.
" tidak perlu ahjushi, eomma memang biasa seperti ini. Eomma hanya perlu istirahat" sahut defy.
Taehyung pun membawa nyonya park masuk ke kamar nenek go rae.
Setelah sindy pulang, dan nyonya eun soo terlelap tidur, defy duduk di luar rumah taehyung dengan wajah tertunduk dan tentu saja air mata tak berhenti membasahi pipi nya.
Tak lama, taehyung menghampiri defy dan duduk di samping nya.
" defy ssi, aku tau ini pasti sangat berat bagimu. Tapi kami semua ada di sini untuk mu dan ahjuma. Kami akan membantu sebisa mungkin" hibur taehyung dengan mengusap usap bahu defy.
Tanpa menjawab perkataan taehyung, defy segera memeluk taehyung dan menangis di dada bidang taehyung.
Taehyung pun membalas pelukan defy dengan mendekap nya dan mengusap rambut nya perlahan.
" taehyung ssi, apa kamu tau, aku merasa sangat lega, karna aku dan eomma tak sendiri. Appa masih hidup. Tapi aku sangat merindukan nya. Bertahun tahun aku jauh dari nya. Aku sangat ingin memeluk nya seperti ini. Aku sangat merindan oppa.." tangis defy dengan suara terbata bata.
" aku berjanji. Aku akan menemukan oppa mu. Kalian akan segera berkumpul dengan park joon" ucap taehyung yang kini mulai berkaca kaca mendengar tangisan defy.
Di sisi lain, tuan kim ternyata melihat taehyung dan defy yang saling memeluk dari balkon atas rumah taehyung.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Namjoon sampai di rumah sakit dan segera menemui jimin.
Kali ini, jimin terlihat lebih tenang dari sebelum nya. Jimin duduk dengan melipat tangan nya. Dan sesekali mengusap wajah nya. Dengan kedua tangan nya.
" jimin ssi, apa yang terjadi?" Tanya namjoon.
" cetita nya panjang hyung. Syukurlah jin hyung bisa bertahan, tapi dia masih kritis di ruang ICU. Dari mana hyung tau soal ini?" jawab jimin.
" jungkook memintaku kemari. Jungkook bilang banyak hal buruk yang terjadi. Apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa jin hyung bisa sampai di ICU seperti ini?"
Jimin menceritakan semua yang terjadi pada mereka, dari mulai penculikan yuri, sampai kecelakaan yang membuat jin harus menjalani oprasi.
Namjoon pun turut terheran heran dengan ulah junhoo, tetapi jimin tak menceritakan mengenai suga yang telah membunuh tangan kanan junhoo, karna pada saat itu, jimin tengah begitu syok melihat hyung nya tumbang dalam pelukan nya, dengan darah yang mengalir di tangan jimin.
" Semua nya baik baik saja sekarang. beristirahatlah aku akan menunggu jin hyung"
" aku akan tetap disini hyung. Aku tidak akan kemana mana"
" baliklah, berbaringlah di kursi, aku akan membangunkanmu, saat dokter datang"
Jimin menuruti perkataan namjoon dan berbaring di kursi panjang di depan ruang ICU.
Sedangkan namjoon duduk di seberang jimin dengan melipat tangan nya.
" jimin dan jin hyung begitu saling mencintai. Melihat mereka, aku teringat ji rae. Aku sangat merindukan nya. Aku akan menghubungi nya"
Namjoon memeriksa semua saku nya tapi dia tak juga menemukan ponsel nya. Lalu ia menyadari bahwa ponsel nya tertinggal di cafe.
" ah sial, pasti tertinggal di cafe. Semoga ayanna melihat ponselku dan membawa nya" gumam namjoon.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah suga..
Suga dan jungkook sampai di rumah suga. Jungkook kembali menarik tangan suga yang kini hanya mempunyai tatapan mata kosong dengan bibir yang mengatup dengan rapat nya.
Jungkook menghembuskan nafas kasar nya saat melihat suga tanpa daya.
__ADS_1
Mereka pun masuk ke rumah suga.