
Dapur rumah namjoon..
Listy memeras jeruk dan jessy menyiapkan es batu untuk es jeruk mereka.
" eonnie. Bagaimana dengan mu dan suga oppa?" Tanya jessy.
" bagaimana apa nya? Kami baik baik saja" jawab listy santai.
" maksud ku, apa tidak ada pembahasan serius? Bukan kan kalian sempat saling mencintai?"
" ah apa yang kamu katakan. Kami hanya berteman. Sudah cepat selesaikan ini, aku akan menyiapkan cemilan untuk mereka" elak listy.
Jessy hanya tersenyum memperhatikan listy yang terlihat salah tingkah.
Setelah mereka menyiapkan cemilan dan minuman untuk para pria, jessy dan listy membawa nya ke ruang latihan mereka.
Dan tak lama, sindy dan jungkook pun datang. Suasana menjadi semakin ramai dengan candaan mereka.
Candaan mereka terhenti saat jin dan defy datang. Kini ke canggungan mulai menyelimuti mereka.
Tetutama jimin, jimin kembali terdiam dan lebih banyak tertunduk.
Sementara jin terus mencuri pandang, untuk menatap adik kesayangan nya itu.
" jin hyung, ayo masuk, duduklah. Kami sangat senang kamu datang" sapa namjoon.
" jin hyung, lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu?" Tanya jhope.
" aku baik. Terimakasih, aku harap kalian juga baik. Hmm aku dengar dari defy, kalau kalian akan segera debut" ucap jin.
" ini berkat kerja keras kami semua, dalam satu tahun lebih kami telah menyiapkan nya" jawab suga.
" jimin juga banyak sekali berperan penting dalam debut kami" sindir taehyung.
" jimin hyung yang paling berlatih keras di antara kami" tambah jungkook.
" iya, mereka benar" tambah jhope
Jin tersenyum mendengar pujian mereka terhadap adik nya.
" sebenar nya aku kesini untuk mengucapkan selamat atas debut kalian. Terutama pada mu jimin. Terimakasih sudah berusaha keras" ucap jin.
" terimakasih hyung. Kami semua bekerja keras" jawab jimin singkat.
" jin hyung, hmm bagaimana soal keikut sertaanmu dalam grup ini?" Tanya namjoon pelan.
Defy dan jin sempat saling menatap, jin juga menatap jimin yang masih saja tertunduk, menyibukan diri nya dengan ponsel nya.
" aku mohon ikutlah" bisik defy.
" hmm jimin, bagaimana menurutmu?" Tanya jin.
" hagh? Aku? Hmm ikut saja kalau hyung mau, tapi kalau hyung sibuk, hyung bisa menolak nya. Kami tidak akan kecewa" ucap jimin datar.
Jin terdiam dan menatap jimin. Jin paham benar raut wajah jimin saat mengharapkan sesuatu.
" hmm aku akan bergabung dengan kalian. Tapi aku hanya bisa berlatih di malam hari. Dan saat siang, hanya di waktu tertentu, aku bisa bergabung dengan kalian. Kalau kalian tidak keberatan, aku akan bergabung"
Semua oramg sangat senang mendengar keputusan jin. Terutama jimin.
Meskipun jimin berusaha menyembunyikan kebahagiaan nya, tapi jin tau kalau jimin sangat bahagia mendengar keputusan jin.
Mereka kembali berbincang dan bercanda gurau. Lalu namjoon mengajari jin, beberapa lagu yang telah ia buat.
__ADS_1
Dan esok hari, jin akan melakukan rekaman susulan untuk album pertama mereka.
Mereka berbincang dan berdiskusi sampai larut malam. Setelah jarum jam menunjukan pukul 01.00 dini hari, mereka pun pulang masing masing.
Kali ini sindy pulang bersama jin dan defy, karna sindy berniat menginap di rumah defy, sedangkan listy pulang bersama jhope dan jessy.
Tapi kali ini, jimin memilih pulang bersama suga, jimin dan suga pulang ke rumah suga menggunakan sepeda motor suga.
Rumah suga..
Jimin dan suga sampai di rumah suga. Mereka begitu terlihat lelah hari ini.
Setelah mereka membersihkan diri. Mereka bersiap untuk pergi tidur.
" apa kau dan Tata bertengkar?" Tanya suga.
" tidak, kami baik baik saja"
" kamu tidak ingin menceritakan masalahmu pada hyung mu ini?"
Jimin terdiam dan kini menatap langit langit kamar, seperti yang suga lakukan sedari tadi.
" Tata mengingatkan aku, soal janji kami saat akan menikah. Kami akan mengakhiri pernikahan palsu ini setelah satu tahun menikah"
" apa kamu mulai mencintai Tata?"
" entahlah, aku merasa sudah terbiasa bersama tata dan sujin. Pasti berat saat harus jauh dari mereka"
" kenapa kamu tidak menolak nya? Katakan saja kalau kamu tidak ingin berpisah"
" ah mudah sekali kamu mengatakan hal itu hyung. Bagaimana dengan mu? Katakan kalau kamu mencintai listy. Apa itu mudah bagimu?"
" kenapa kamu membahas listy, aku tidak ada hubungan dengan nya"
" sudahlah. Semua orang tau kalian saling mencintai"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pagi hari nya..
Defy dan sindy berjalan kaki dari rumah defy. Kebetulan, hari ini adalah hari libur mereka.
Defy dan sindy berbincang sepanjang jalan. Dan di tengah jalan, mereka bertemu dengan taehyung yang akan berangkat bekerja di mini market.
Tentu saja, merekapun saling mengapa.
" hai, taehyung ssi, kamu akan berangkat bekerja?" Sapa defy.
" hai, kalian mau kemana sepagi ini?" Tanya taehyung balik.
" kami hanya berjalan jalan, niat nya joging, tapi kami terlalu malas untuk berlari" celetuk sindy.
Mereka pun tertawa. Kemudian, ponsel sindy berdering. Sindy pun menjauhi defy dan taehyung untuk mengangkat panggilan telefon nya.
Defy dan taehyung kembali melanjutkan perbincangan mereka.
" terimakasih defy, berkat kamu, boy grup kami semakin lengkap dengan ada nya jin hyung"
" tidak justru aku yang harus berterimakasih, jin oppa dan jimin tidak akan bertemu kalau kamu tidak memintaku bicara pada jin oppa. Aku merasa begitu lega, akhir nya masalah di antara mereka sudah selesai"
" iya, aku juga ikut senang"
Di tengah perbincangan mereka, defy hampir saja terserempet motor.
__ADS_1
Untung saja taehyung segera menarik badan defy, dan membuat defy jatuh ke pelukan taehyung.
Mereka pun saling menatap. Kala itu angin berhembus kencang dan membuat rambut defy menutupi wajah nya.
Dengan perlahan, taehyung menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah defy.
Di saat itu pula, jessy tengah berjalan santai sembari bersenandung.
Tapi mendadak ia terdiam melihat taehyung yang tengah memeluk defy, dan membelai rambut nya.
Saat sindy kembali setelah menelfon, sindy melihat jessy yang tengah diam mematung menatap defy dan taehyung.
Sindy segera menghampiri defy dan taehyung.
" hai jessy. Jessy, kamu mau kemana?" Sapa sindy, berniat mencairkan suasana.
Mendengar nama jessy, taehyung dan defy pun langsung melepas pelukan mereka, dan menatap jessy.
" jessy, ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku hampir saja.." elak defy
" ah, aku tidak memikirkan apapun. Santai saja" potong jessy lemah.
" jessy ssi, kamu mau kemana?" Tanya taehyung.
" hmm aku mau ke mini market. Ada yang ingin ku beli" jawab jessy dengan senyum palsu nya.
" hmm baiklah, kami juga harus pergi. Sampai jumpa jessy, taehyung, dah. Ayo defy" sahut sindy dengan tawa khas nya.
Setelah sindy dan defy pergi, jessy dan taehyung pun berjalan bersama menuju mini market.
" maafkan aku" ucap taehyung.
" bukan kah permintaan maaf hanya saat kamu melakukan kesalahan? Apa kamu melakukan kesalahan?" Tanya jessy.
" aku hanya menolong defy. Dia hampir terserempet motor tadi"
" aku rasa itu bukan kesalahan. Tapi apa perlu kamu membelai rambut defy juga?" Sindir jessy.
Taehyung menghentikan jessy dengan memegang tangan jessy yang tengah terayun.
" kamu marah padaku?"
" kalau aku marah padamu, aku tidak akan berjalan bersama mu sekarang"
Taehyung memeluk jessy di tengah jalan. Sementara jessy hanya terdiam.
" maafkan aku. Aku yang salah. Aku benar benar tidak berniat melakukan nya"
" taehyung oppa, apa kamu mencintaku?"
Taehyung melepas pelukan nya. Taehyung memengang bahu jessy dan menatap nya dengan penuh keseriusan.
" tentu saja. Aku sangat mencintaimu jung jisun"
Jessy tersenyum setelah mendengar pengakuan dari taehyung.
" itu cukup untuk aku mempercayaimu oppa, aku yakin kamu tidak akan menhianati cinta kita. Ayo pergi, aku harus membeli sesuatu di mini market"
" ayo"
Mereka kembali berjalan ke mini market, tanpa sedetikpun melepaskan kaitan tangan mereka.
Jessy sengaja meledek taehyung dengan mencoba melepaskan tangan nya dari genggaman tangan taehyung, tetepai taehyung justru semakin kuat menggenggam tangan jessy.
__ADS_1
Bahkan taehyung menunjukan aegyo nya agar jessy tidak melepaskan tangan nya.
Mereka tersenyum sepanjang jalan.