SEVEN BOY'S SEASEON 2

SEVEN BOY'S SEASEON 2
Seven Boy's 2 Episode 37


__ADS_3

Rumah suga..


Listy duduk di sofa raung tamu suga sembari memainkan ponsel nya. Sementara suga telah selesai mandi dan sudah berpakaian rapi.


Setelah bersiap, suga menghampiri listy dengan ekspesi datar nya seperti biasa.


Listy pun beranjak dari duduk nya dan berdiri di depan suga.


" kamu sudah siap, lama sekali, ayo ke cafe sekarang. Mereka pasti menunggu kita" ajak listy dengan meraih tangan suga.


Tapi suga justru menghentikan tangan listy dan mengajak nya duduk kembali.


Kini Mereka duduk berhadapan di sofa.


" apa?" Tanya listy.


" aku tidak ingin pergi. Aku ingin di sini bersama mu"


" oppa, kamu ini kenapa. Ini tidak seperti dirimu. Jangan Bersikap romantis, Kamu tidak cocok melakukan nya" ledek listy dengan tawa khas nya.


" aku merindukanmu. Bisakah kamu memelukku?"


" oppa.."


Perlahan suga menggeser posisi duduk nya dan memeluk listy.


Suga mendekap tubuh mungil listy dalam kungkungan tangan nya, sembari memejamkan mata nya.


Tanpa ia sadari, air mata nya jatuh mengenai tangan listy. Listy pun menyadari bahwa pria yang tengah mendekapnya kini menangis tanpa suara.


" oppa, kamu menangis?"


" diam saja"


" lihatlah, kamu hanya menunjukan sifat romantismu hanya dalam hitungan detik"


" diamlah. Aku hanya meminjam badanmu beberapa menit, kenapa kamu terus saja protes"


"Aku akan meminjamkan badanmu untuk selamanya. Kapanpun kamu ingin memelukku aku akan ada untukmu"


" sudah sangat lama. Pelukan yang menghangatkan hati"


" bukankah jimin selalu memelukmu? Aku bahkan cemburu pada nya"


" hey kamu pikir aku apa?"


Listy tertawa kecil dan membalas pelukan suga dengan melingkarkan kedua tangan nya di badan suga.


" oppa, aku mencintaimu"


" sudah berapa kali kamu memikirkan keputusanmu untuk mencintaiku?"


" kenapa?"


" aku bukanlah pria yang mudah untuk di cintai"


" aku juga bukan wanita yang gampang untuk jatuh cinta" protes Listy melepas pelukan nya dan menatap suga.


Suga tak membalas ucapan listy, mereka hanya saling menatap dan dengan cepat, suga mendaratkan bibir tipis nya pada bibir listy.


" oppa.." protes listy.

__ADS_1


Tapi protes listy justru membuat suga kembali mengecup bibir listy, dan kali ini, suga menelusupkan jari jemari nya di sela rambut listy.


Suga meraba leher belakang listy dan mendekatkan wajah listy pada nya.


Suga terus mengecup dan mulai melumat bibir listy, begitupun dengan listy. Listy membiarkan suga memainkan permainan nya. Bahkan ia juga mengimbangi permainan bibir suga.


Mereka terbawa suasana, sampai akhir nya suga meninggalkan noda merah di bawah telinga listy bagian belakang.


Listy nersandar pada sandaran sofa dan membiarkan suga mulai menjamah nya.


Suga membuka satu persatu kancing kemeja listy perlahan. Tetapi suga berhenti saat suga menatap wajah listy yang terpejam dengan nafas yang tak lagi beraturan.


Suga berhenti dan kembali menutup kancing kemeja listy.


Listy pun membuka mata nya dan menatap suga yang tersenyum ramah pada nya.


Suga membelai wajah listy dan merapikan rambut panjang listy.


" maafkan aku. Harus nya aku tidak melakukan hal ini. Jung listyara, aku akan melakukan nya, saat keluargamu merestuiku. Dan saat kamu resmi menjadi milikku. Aku benar benar mencintai mu, jadi aku harus menjagamu. Bukan merusak keindahanmu. Maafkan aku" ucap suga dengan senyum manis nya.


Ucapan lembut suga membuat listy tersenyum malu dan kembali memeluk suga dengan manja.


" oppa, terimakasih banyak. Dan sungguh rasa hormatku padamu, semakin berlipat ganda. Ayo kita ke cafe sekarang. Mereka pasti menunggu kita" ajak listy sembari menarik tangan suga keluar dari rumah.


" hanya rasa hormat. Bagaimana dengan rasa cinta mu?"


" masih sama"


" tambahlah sedikit"


" tidak semudah itu furgoso"


" siapa dia? Bahkan kamu sudah selingkuh dari ku?"


Suga mengunci pintu rumah nya dan segera mengambil motor nya.


Dengan malu malu, listy naik ke motor suga.


tanpa mengatakan apapun, listy mulai melingkarkan tangan nya di pinggang suga, dan menyandarkan kepala nya di bahu suga.


Listy memeluk erat tubuh suga, dan suga pun tersenyum sembari mengusap tangan listy di perut nya.


Mereka pergi ke cafe dengan kecepatan penuh.


Dan tak butuh waktu lama, mereka pun sampai di cafe. Listy dan suga terus mengaitkan jemari mereka saat masuk ke cafe.


Saat mereka menghampiri rombongan, otomatis semua pandangan terarah pada mereka. Terutama jhope.


Jhope terdiam saat melihat tangan suga dan listy yang saling mengait.


Suga pun menyadari tatapan jhope tidak seperti biasa nya. Perlahan suga melepas kaitan tangan nya dengan listy, tetapi listy tidak mau melepaskan suga. Listy justru menarik tangan suga, untuk duduk di samping yuri dan jin.


Mereka semua saling menyapa dan kembali melanjut kan makan siang mereka.


" jhope, kenapa jessy tidak ikut?" Tanya suga.


" dia menjaga cafe" jawab jhope singkat.


" taehyung, jemputlah jessy, dengan motor suga oppa" sahut listy.


" tidak perlu. Kita pulang saja sekarang. Ayo listy" ajak jhope.

__ADS_1


Sontak semua mata tertuju pada jhope yang kini memasang wajah serius nya.


" oppa kenapa? Aku bahkan baru datang" protes listy.


Jhope tak menjawab pertanyaan listy, mereka hanya saling menatap tanpa ada yang berani membuka suara.


Tetapi tidak dengan yuri, setelah melihat wajah listy dan jhope yang tak seperti biasa nya, yuri pun beranjak dari duduk nya dan menyingkirkan listy. Yuri sengaja menghalangi tatapan tajam listy dan jhope.


" jhope oppa, aku ingin bicara berdua denganmu. Hmm sudah lama kita tidak berbincang bukan?' Ucap yuri.


Yuri berjalan menghampiri jhope dan menarik tangan nya untuk menjauh dari rombongan.


Suasana tegang pun mulai mencair, apa lagi saat suga mengambil potongan buah dan menyuapi listy dengan paksa.


" jangan tatap oppa mu seperti itu. Tatap dan makan buah ini. Kamu akan kurus nanti" ledek suga.


Suasana kembali seperti semula. Tawa canda mereka kembali membuat kegaduhan di cafe itu. Apa lagi tingkah jimin dan taehyung yang selalu membuat mereka tertawa.


Tak lama, gadis yang namjoon tunggu tunggu pun datang.


Ya, ayanna lah yang datang dengan senyum manis nya.


" ahh itu ayanna" ucap namjoon.


Namjoon segera menghampiri ayanna dan memeluk ayanna di depan semua orang.


Nampak sekali wajah naya pun langsung berubah saat melihat ayanna. Apa lagi setelah adegan mesra yang namjoon dan ayanna perlihatkan.


Ayanna menyapa semua orang dengan pelukan hangat nya. Meski tidak dengan para laki laki.


Tetapi saat ayanna mencoba mendekati naya, naya jistru mendorong ayanna dengan kasar.


" naya, apa yang kamu lakukan" tegur namjoon.


Dan lagi lagi keheningan mulai menyelimuti mereka. Ayanna tau benar kalau hal itu menarik perhatian semua orang. Ayanna pun langsung menghampiri namjoon dan mengajak nya duduk.


" sudahlah. Tidak papa, ayo duduk. Sudah lama kita tidak berkumpul seperti ini" elak ayanna.


" tidak bisa begitu, kamu hampir jatuh. Naya, sikap mu terlalu kasar, minta maaflah pada ayanna"


" sudahlah joon, lagi pula aku tidak jatuh. Ayo naya, duduklah" ajak ayanna.


" berhenti berpura pura bersikap baik padaku!" Teriak naya.


" naya! Bicara yang sopan, ayanna lebih tua dari mu" tegur namjoon.


" naya, aku hanya mencoba .." ucap ayanna.


" apa? Kamu mencoba mengadu domba aku dan namjoon oppa?" Potong naya.


" cukup naya. Aku memaklumi sikap kekanak kanakan mu. Tapi jangan memfitnahku seperti itu. Kita lupakan saja. Ayo kembali duduk"


" aku tidak mau. Kamu bilang aku kenakan? Bagai mana denganmu? Kamu selalu menguntit kemana pun oppa pergi, dan selalu berpura pura manis di depan nya. Merengek pada orang tuamu agar memberikan rumah murah untuk oppa"


" naya hentikan. Ayo pulang" ajak namjoon.


" aku bosan oppa, aku tidak suka dengan wanita itu. Dia selalu mengganggumu" naya.


" bukan dia yang menggangguku. Kami pasangan kekasih, tentu saja kami selalu bersama" jawab namjoon.


" tapi aku tidak mau, dia menjadi kekasihmu. Dia wanita yang buruk dan bermuka dua!" Maki naya.

__ADS_1


ppppppplllllaaaaccccckkkkk


Sebuah tamparan mendarat di wajah naya. Tangan namjoonlah yang telah memberi bekas merah di wajah naya itu.


__ADS_2