
Rumah jinan..
Setelah mendapat kan bukti kelakuan bejat jinan dari vidio yang jungkook kirim, listy tak mau berlama lama untuk melawan ancaman jinan.
" oppa, ancaman mu tak berarti lagi padaku. Kamu sudah merenggut hidupku. Tak ada rasa takut lagi di diriku. Jadi, jika kamu mengirim foto itu pada agensi, aku pun tak akan tinggal diam. Aku akan membongkar kebejatan mu juga. bagaimana kalau publik tau, min jinan, dari boygroup terkenal, melakukan pelecehan pada seorang gadis? Kamu pikir aku akan sembunyi dari kenyataan ini? Tidak. Jika kamu maju, aku akan maju pula. Bahkan aku punya bukti nya" ucap ku sembari menunjukan vidio yang jungkook kirim.
Yang ku lihat, wajah jinan mulai sedikit pucat, bahkan dia membuka sedikit bibir nya, seakan tak percaya apa yang telah ku ungkapkan.
Jinan, aku bukanlah listy yang lemah, satu hal berharga dariku telah kamu renggut, tak ada lagi yang ku takutkan kini.
" listy, jangan bodoh, jika kamu melakukan itu, kamu lah yang akan terkena dampak nya"
" kamu juga akan terkena dampak nya kan? Bukan hanya itu aku juga mempunyai beberapa bukti kecurangan managermu pada agensi. Kalau itu ku bongkar, tak akan ada agensi yang mau menerima seorang min jinhwan"
Pria itu kini menunduk dan tanpa ku duga, kini dia tersenyum dengan nenarik sebelah bibir atas nya.
Senyuman licik yang baru aku lihat di wajah sayu itu.
" kenapa aku justru semakin menyukai mu, karna ancaman mu ini listy? Kamu gadis yang licik. Tpi yang kamu pikirkan tak semudah itu. Kamu pikir menjadi idol itu keinginan ku? Tidak. Ini salah satu balas dendam kami. kami tau, dari kecil suga ingin sekali menjadi idol. Itu sebebnya aku meminta manager ku melakukan kecurangan agar aku bisa debut dengan mudah. Dengan menjadi terkenal, lebih mudah bagiku untuk menginjak suga. Jika aku tak bisa menjadi idol lgi, itu bukan masalah bagiku, karna aku sudah punya nama"
Demi apapun, aku membenci pria di depan ku ini, apalagi setelah mengdengar pengakuan langsung dari mulut kotor nya.
" listy, pergilah dengan ku. Hiduplah bahagia bersama ku, aku akan akhiri semua ini. Aku akan mencegah semua hal yang akan menyakiti keluarga mu. Aku berjanji. Setidak nya lakukan ini untuk BTS"
" aku bahkan tidak sudi melihat wajah mu, bagaimana bisa aku hidup dengan mu" pungkasku tegas.
" yak listy! Kamu pikir kamu siapa? Orang seperti ku telah memintamu berulang kali, kamu tetap tak mau? Aku tidak akan membiarkanmu hidup bahagia dengan suga. Sekarang pilihlah, suga atau bts?" Maki nya.
Seketika, pikiran ku mulai terbagi, kenangan indah bersama suga dan di sisi lain, perjuangan oppa dan teman teman nya bahkan termasuk suga.
Aku serasa di ujung dua pilihan. Tetapi aku tak mungkin hidup bahagia jika BTS tak bisa debut. Aku akan merasa bersalah seumur hidup ku jika nama oppa tercoreng.
" baiklah. Deal, aku tak akan bersama suga lagi. Tapi jika kamu tetap mengirim foto foto itu pada agensi, aku tidak akan diam. Karir mu bukan hanya di dunia idol oppa, aku yakin nama perusahaanmu juga akan mengalami penurunan, jika pemimpin perusahaan nya seperti mu"
Kini dia justru tertawa licik di depanku.
" baiklah listy, kamu cukup cerdas dalam membuat perjanjian. Tapi aku masih tak akan menyerah untuk mendapatkan mu"
Ku ambil tas kecil ku dan segera berlalu dari tempat itu. Untuk apa pula aku berlama lama berbincang dengan pria licik seperti dia. Apalagi, kini aku harus menyiapkan hatiku untuk menjauh dari nya lagi, lagi dan lagi. Aku kembali harus terpisah dari pria yang selama ini mengisi hati ku, dengan sikap dingin nya, dengan sikap manja yang tersembunyi dari wajah acuh nya dan senyum manis yang selalu membuat ku merindukan nya.
Ini kah akhir kisah cinta kami? Berkali kali kami di uji dengan berbagai ujian, apa memang kami tak di takdirkan untuk bersama?
__ADS_1
Air mata yang mengalir tanpa persetujuan ku mengurai rasa pedih di hatiku, bagaimana bisa aku berdiri di samping nya tanpa menghirup aroma bahu nya yang menenangkan itu? Bagaimana aku bisa menahan diri untuk membelai surai nya yang lembut itu.
Sebuah dering ponsel ku menyadarkan ku dari lamunan ini.
" halo" ucapku
" listy kamu baik baik saja? Apa aku harus menelfon polisi?" Tanya seorang pria di ujung sana, yang ku kenal dengan suara jungkook.
" aku baik baik saja. Aku sudah di depan cafe sekarang. Semua nya sudah beres. Jinan tidak akan mengganggu karir kalian lagi" terang ku.
Nampak nya ucapan ku membuat jungkook terperanga. Dia diam cukup lama sebelum aku menutup telefonku. Karna ku lihat, pria berkulit pucat yang tengah menatap ku dari dalam cafe.
Pria itu berjalan ke arahku dengan cepat, dan mendekap ku dengan erat nya. Nafas hangat nya menyapu belakang leher ku lalu ku rasakan sebuah kecupan mesra mendarat di sana. Seketika air mataku mengalir dari manikku.
" kamu dari mana? Kenapa kamu pergi tanpa memberitahuku? Semua nya baik baik saja kan?" Cecar nya.
Hanya anggukan kecil yang mampu ku lakukan, setelah sebelum nya, ku sapu air mata yang membasahi kedua pipi ini.
" kenapa firasatku tak enak. Benar kamu baik baik saja? Kamu dari mana?" Tanya nya lagi. Kali ini ia memegang kedua bahuku dan menatap ku dengan tatapan tajam.
" bisakah kita masuk dulu? Aku sedikit lelah. Aku akan menceritakan nya di dalam" jawabku lemah dengan senyum palsu ku.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hari telah sore, seorang pria bertubuh tinggi dengan dimple nya, tengah berdiri di depan toko bunga ayanna.
Rasa gugup membuat nya nampak tak mampu berdiri tegap, tak lama, gadis yang ia tunggu pun keluar dari toko.
Tatapan mereka saling bertemu, dan senyum pun mengembang di wajah mereka berdua.
Ayanna mengahmpiri namjoon dengan senyum yang tak ia pudarkan sejak melihat namjoon.
" kamu sengaja kesini? Ada apa?" Tanya ayanna.
" tidak, aku hanya ingin bertemu denganmu soal nya aku dari kantor agensi di ujung jalan sana. Aku pikir kamu tidak keberatan jika ku antar pulang" terang namjoon.
" tentu saja. Kebetulan aku tidak membawa mobilku"
Uluran tangan namjoon semakin membuat pipi ayanna merah merona. Dengan lembut, namjoon mengajak ayanna masuk ke taksi yang ia sewa.
Tetapi langkah mereka terhenti saat melihat mobil tuan kim (appa ayanna) memasuki tempat parkir.
__ADS_1
Tuan kim keluar dari mobil dengan wajah memerah dan alis yang telah mengerucut.
" lepaskan tangan ayanna!" Bentak nya.
" appa.. ada apa?" Potong ayanna.
Perlahan jemari namjoon melemas dan kaitan tangan mereka pun terlepas.
" ayanna, appa tidak melarangmu berubungan degan pria ini. Appa tidak pernah mengungkit status nya. Tapi kali ini appa tak bisa mengijinkan mu. Jangan bodoh ayanna, pria yang sudah membuat mu menangis berhari hari, masih kamu biarkan memegang tangan mu?"
" appa, kemaren hanya kesalah pahaman. Semua nya baik baik saja sekarang" potong ayanna.
" appa hanya bisa menyerahkan mu pada pria yang benar benar membuat mu menjadi seorang yang paling penting di hidup nya. Pria itu tak bisa melakukan nya. Appa tau, dia mencampakan mu demi adik tiri nya yang sakit parah kan?"
Wajah ayanna dan namjoon terlihat pucat pasi. Mereka tentu nya tak menyangka, bagaimana tuan kim bisa mengetahui masalah mereka sedetail itu.
" iya, appa sudah tau semua. Jadi jangan harap appa bisa membiarkan mu dekat dengan pria itu" lanjut tuan kim.
" joon, katakan sesuatu. Yakin kan appa kalau ini salah paham. Kamu akan selalu mencintaiku kan?" Tanya ayanna dengan mata yang telah berkaca kaca.
" ayanna, seperti yang selalu ku bilang. Aku akan selalu mencintaimu. Tapi kali ini, ikuti kemauan appa mu. Karna aku pun mengakui kesalahan ku. Aku telah gagal menjadikan mu yang utama di hidup ku. Aku pun tak bisa menjanjiakan apapun padamu. Tapi suatu saat, akan ku buktikan bahwa hanya ada nama ayanna di dalam hatiku" ucap namjoon dengan menatap ayanna dengan penuh keyakinan.
" joon.. kamu akan membuat ku menunggu lagi? Aku tak percaya dengan ucapan yang keluar dari mulut mu ini. Harus berapa kali aku menahan nya. Harus berapa lama aku menunggu mu? Hmm.. appa benar, bahkan sekarang defy adalah adik mu. Entah di urutan berapa nama ku di hatimu. Baik lah... Hapus saja jika aku telah kehilangan tempat di sana"
Ayanna berjalan menjuhi namjoon sembari mengusap air mata nya yang jatuh berlinan.
Tak ada lagi kata yang terucap oleh tuan kim maupun namjoon.
Dengan berlalu nya mobil tuan kim dari sana, air mata namjoon pun tak mampu lagi ia bendung.
Sedikit isak terdengar dari lisan nya. Tapi segera ia bungkam mulut nya dan menyapu wajah basah nya.
Namjoon berlalu dengan hati yang telah pecah seribu. Dalam taksi pun, ia hanya bisa hanyut dalam lamunan nya dengan menyaksikan pemandangan di luar jendela mobil.
Sebuah pesan yang masuk mengembalikan kesadaran nya yang tadi nya tengah mengawang jauh entah kemana.
From. PD nim
"namjoon, seorang investor mengontak kalian lebih cepat. Jadi kalian akan melakukan konferensi pers, lusa. Besok kalian harus melalui sesi pemotretan, dan tanda tangan kontrak bts dengan bighit. Dan soal MV pertama kalian akan di buat setelah kami mengumumkan grup kalian. Jadi bawa anggota grup mu ke kantor besok pagi"
Nampak nya berita bahagia itu tak mampu membuat namjoon mengubah ekspresi wajah nya. Hanya helaan nafas kasar yang meluncur dari mulut nya.
__ADS_1
" Tuan, tolong ke cafe hope di pertigaan depan sana" ucap namjoon pada sopir taksi.