SEVEN BOY'S SEASEON 2

SEVEN BOY'S SEASEON 2
Seven boy's 2 Episode 66


__ADS_3

Kediaman keluarga park..


Malam itu, tata telah selesai melakukan pemeriksaan oleh dokter.


Dokter wanita itu kini duduk di samping ranjang tata dengan tas besar nya yang terisi oleh alat alat kedokteran.


" tata, aku akan menanyakan untuk terakhir kali nya. Benar kah kamu siap untuk melakukan ini? Ini sunggup tidak akan mudah untuk mu. Dan kamu pun tau apa resiko jika kamu tetap melakukan hal ini. Tolong pikirkan lah sekali lagi. Kita sudah lama berteman, aku tidak bisa melihat mu seperti itu nanti nya" ucap sang dokter.


" eun ji, aku tidak punya pilihan lain. Ini demi sujin dan tentu nya untuk jimin. Mereka lah kehidupan ku. Aku tidak ingin apapun selain kebahagiaan mereka. Jimin juga juga sangat mencintai sujin. Itu cukup bagiku. Dan aku mohon, ini hanya akan ada dalam pembicaraan kita" ucap tata.


" tapi kamu akan.."


Sebelum dokter eun ji melanjutkan perkataan nya, dia terhenti ketika melihat jimin masuk ke kamar.


" hai, bagaimana dok? Tata baik baik saja?" Tanya jimin sembari masuk dan meletakan tas nya di meja dekat ranjang.


Dokter eun ji sempat menatap tata sebelum menjelaskan keadaan tata.


" hmm tata baik baik saja, hanya terlalu lelah, dan tekanan darah nya rendah" jelas eun ji.


" kamu tidak perlu khawatir jimin, sudah ku bilang aku baik baik saja, hanya kurang istirahat" tambah tata.


" iya iya, aku tau istri ku ini sangat kuat. Tapi aku memang wajib mengakhawatirkan nya kan dokter?"


" tentu saja itu hak dan kewajiban suami. Hmm tata, ini sudah malam, aku akan pulang sekarang, jika kamu membutuhkan ku, aku ada di klinikku, atau kamu bisa memintaku datang, kapanpun itu" sahut eun ji.


" kamu berlebihan, bukan kah itu yang biasa ku lakukan" jawab tata sembari melirik jimin. Agar tak ada kecurigaan padanya.


" hmm jimin, bisa kah kamu antar dokter Yang kedepan?" Lanjut tata.


" tentu saja ayo dokter, apa anda perlu di antar? Aku akan meminta sopir ku untuk mengantar anda" tanya jimin saat mereka akan keluar kamar.


" tidak perlu jimin. Sebenar nya aku membawa mobil. Jadi lebih baik temani istrimu saja. Tata butuh perhatian lebih"


" baiklah"


Jimin berhenti di depan pintu kamar, dan kini dia kembali menutup pintu kamar setelah dokter eun ji berlalu.


Jimin duduk di ranjang, menatap wajah tata yang sayu.


" apa?" Tanya tata.


" kamu sangat cantik, saat kamu sakit saja wajah mu masih begitu berseri dan begitu membuat ku tenang"


" jangan merayuku, aku sudah kebal dengan rayuanmu"


" Lalu bagaimana dengan ini?" Tanya jimin sembari mendekatkan wajah nya pada tata.

__ADS_1


Seketika tata terpejam karna kini wajah jimin telah berada di atas wajah tata.


Jimin menatap wajah tata yang terpejam, jimin mulai membelai lembut rambut tata yang terurai.


Nafas tata dan jimin mulai tak beraturan. Bahkan suasana malam itu begitu memdukung. Angin berhembus kencang dan cahaya rembulan mengintip dari sela jendela kamar mereka.


Tetapi mereka terhenti ketika sebuah ketukan pintu menggepa di kamar mereka.


" sial, itu pasti yuri. Mengganggu saja. Dia memang.."


" sudahlah, buka pintu nya, siapa tau penting" ptong tata dengan senyum nya yang melebar karna melihat wajah jimin yang begitu kesal nya.


Jimin berjalan menuju pintu, dan membuka nya. Seorang maid berdiri di depan pintu dengan wajah yang terlihat pucat dan berkeringat.


" ada apa ahjuma?" Tanya jimin.


" tuan muda, tuan muda jin, dia mengunci diri nya di kamar dan saya mendengar beberapa benda pecah, dia juga sempat berteriak" tutur sang maid.


Mendengar perkataan maid, jimin langsung berlari ke kamar jin, tanpa mengatakan apapun pada tata.


Jimin menggedor kamar jin dan terus memanggil nya.


" hyung! Hyung buka pintu nya. Ada apa hyung?"


Meski jimin terus saja membuat kegaduhan, jin tak menanggapi panggilan jimin.


Jimin mulai panik saat tata datang dan menanyakan apa yang terjadi pada jin.


" jin oppa kenapa?"


" entahlah dia tidak mau membuka pintu, dia juga tidak menjawabku"


" Jimin aku takut dia melukai diri nya sendiri, apa tidak kita dobrag saja?"


" hyung! Kalau kamu tidak membuka pintu, aku akan mendobrag nya sekarang juga"


Mendengar ancaman jimin, jin pun perlahan bangkit dari duduk nya dan berjalan ke arah pintu sembari mengusap air mata nya.


Dan tepat sebelum jimin mendobrag pintu kamar, jin membuka pintu kamar, tetapi jin tetap enggan menatap mata jimin karna menyadari mata nya yang kini memerah sembab.


" aku baik baik saja. Maaf aku mengganggu kalian. Tidur lah aku baik baik saja" jelas jin.


Meski jin terus berkata bahwa dia baik baik saja, tetapi jimin tak mempercayai apa yang keluar dari mulut jin.


Jimin segera memeluk jin dan mengusap bahu nya.


" aku tau kamu tidak baik baik saja hyung. Aku disini, kamu tidak sendiri. Jadi katakan padaku, apa yang membuat mu seperti ini? Aku adikmu, kamu yang selalu membuatku tenang. Jadi ijinkan aku membalasmu. Katakan masalah mu hyung"

__ADS_1


Jin menutup mata nya dan mengambil nafas dalam dalam. Air mata nya kembali mengalir bebas di pipi lembut nya.


Tetapi jin segera mengusap air mata nya dan melepas pelukan jimin perlahan.


" aku akan ceritakan semua. Tapi untuk saat ini, biarkan aku sendiri dulu. Aku benar benar membutuhkan waktu untuk lebih tenang. Tolong"


" baiklah hyung. Aku percaya kamu bisa menghadapi nya. Aku akan tetap disini, jika kau butuh sesuatu, panggilah aku. Aku mohon"


" tentu"


Dengan ragu ragu, jimin melangkah mundur dari depan pintu kamar jin.


Jin pun langsung menutup pintu kamar dengan wajah tertunduk.


Tak lama setelah jimin memutuskan menunggu jin di tangga depan kamar jin, ia mendengar suara riuh akan canda tawa tuan lee dan tuan park.


Kamar jin memang tepat di depan tangga di lantai dua.


Kala itu mereka berpapasan dengan tata yang akan naik tangga menuju kamar jin dengan membawa segelas air hangat di tangan nya.


" tata, Kamu haus? Kenapa tidak meminta tolong maid saja, kamu kan belum sehat benar, kamu masih pucat" tegur nyonya lee.


" eonnie, apa jin oppa sudah pulang? Dia menghilang dari rumah sakit tadi" tanya yuri.


" sebenar nya ini air untuk jin oppa. Aku rasa susana hati nya buruk, dia bahkan menolak berbicara pada jimin" jelas tata.


" mwo? Apa yg terjadi padanya?" Sahut nyonya park.


" entahlah eomma, dia tidak mau bercerita. Dia bilang ingin sendiri dulu" jawab tata.


" kalian memang tidak berguna. Biar aku saja yang bicara pada nya" ucap nyonya park sembari menaiki anak tangga rumah yang super mewah itu.


Skip.


Nyonya park melewati jimin yang duduk di depan tangga di depan kamar jin begitu saja.


Nyonya park terus mengetuk pintu kamar jin, beberapa kali nyoya park mengetuk pintu kamar jin tetapi jin masih enggan menjawab nyonya park. Apa lagi saat mendengar suara nyonya park, jin teringat kembali perkataan nyonya park eun soo akan kejahatan eomma nya.


Jin sampai menutup telinga nya dengan kedua tangan. Tetapi beberapa detik kemudian dia pun bangun dan segera membuka pintu kamar nya.


Jin menatap eomma nya yang kini berdiri mematung di depan pintu kamar nya.


" eomma, ada yang ingin ku tanyakan. Bisakah kita bicara sebentar?" Tanya jin dengan mata yang telah nemerah.


" aku sudah bilang, putraku hanya akan bercerita masalah nya padaku seorang" batin nyonya park.


Nyonya park mengikuti jin dan berjalan masuk ke kamaf jin, tanpa mengunci pintu kamar nya.

__ADS_1


Mereka berdiri berhadapan di balkon kamar jin.


__ADS_2