SEVEN BOY'S SEASEON 2

SEVEN BOY'S SEASEON 2
Seven Boy's 2 Episode 38


__ADS_3

Sebuah tamparan mendarat di wajah naya. Tangan namjoonlah yang telah memberi bekas merah di pipi naya.


Ketegangan pun tercipta semua orang hanya diam dan tertunduk menyaksikan drama itu, lalu jimin beranjak dari duduk nya dan merangkul namjoon.


" hyung, selesaikan ini di rumah saja. Ayo kita pulang" ajak jimin lirih.


" bahkan oppa menamparku hanya karna wanita itu" tangis naya.


" oppa tidak akan menamparmu kalau kamu bisa menjaga sikapmu"


" aku sudah bosan menjaga sikap, apa yang aku dapatkan karna kesabaranku? Kamu bahkan tidak pernah menyadari perasaanku oppa"


" kurang apa lagi nay? Oppa selalu menyayangimu dan melakukan semua yang kamu mau. Oppa selalu memaklumi kelakuan nakal mu selama ini"


" aku butuh cintamu oppa!" Teriak naya.


Perkataan mengejutkan itu benar benar membuat semua orang terperanjat memperhatikan naya dan namjoon. Terutama ayanna, karna Dia pun belum tau soal hubungan namjoon dan naya.


" apa yang kamu katakan ini naya. Kamu adalah adiku?"


" berhentilah berpura pura, kita sama sama tau kalau kita bukan lah sodara kandung"


Kenyataan mengejutkan itu membuat taehyung menyadari Bahwa kemungkinan besar park joon memanglah namjoon.


Tanpa berucap apapun, namjoon menarik tangan ayanna dan membawa nya pergi dari cafe. Sementara naya mulai menangisi kepergian namjoon sebelum ia mengambil tas nya dan juga segera pergi dari cafe.


" kenapa jadi kacau seperti ini?" Keluh defy.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di pinggir danau...


Yuri dan jhope berjalan beriringan, menapakan jejak kaki mereka di deretan rumput yang berhiaskan bunga.


Lalu mereka duduk di bangku panjang, di pinggir danau.


Jhope menatap jauh ke ujung tepi danau, sedangkan yuri terus saja menatap wajah tampan jhope dengan senyum kecil nya.


" oppa"


" iya.." Jawab jhope sembari menatap yuri.


" sudah sangat lama aku tidak menatap wajah mu sedekat ini. Tapi wajah mu terlihat berbeda, kegelisahan apa yang menutupi sunshine pada dirimu?"


" tidak ada"


" soal listy?"


" aku hanya ingin yang terbaik untuk listy"


" aku paham. Tapi listy bukan anak kecil lagi. Listy bisa memilih mana yang terbaik untuk dirinya"


" tapi aku tidak bisa membiarkan listy begitu saja. Aku tidak bisa meninggalkan kewajibanku sebagai sodara laki laki. Apa lagi aku adalah seorang kepala rumah tangga"


" baiklah oppa, tapi jangan terlalu keras pada nya. Kamu juga harus memahami perasaan nya"


" aku tidak pandai untuk memahami perasaan wanita. Sampai sekarang pun aku masih tidak tau bagaimana perasaanmu padaku"


" oppa, kita membicarakan soal listy"


" iya, maafkan aku. Aku hanya ingin tau bagaimana perasaanmu"


" aku bahagia. Aku baik baik saja"

__ADS_1


" berhentilah berpura pura. Kamu tau perasaan apa yang aku maksud kan"


" perasaanku tidaklah penting oppa, jawabanku tidak akan merubah apapun. Kamu dan back hye eonnie,..."


" kenapa back hye? Aku hanya ingin tau tentangmu. Perasaanmu. Aku dan back hye tidak ada hubungan apapun"


" jadi selama ini kalian?"


" kami hanya teman"


" tapi kamu bilang padanya kamu hanya menganggapku seperti adikmu"


" kapan?"


" waktu kamu pulang dari rumah sakit, ketika kamu terluka saat menyelamatkan eonnie"


" aku tidak ingat"


" ya sudahlah"


" kamu pikir apa? Apa aku akan berciuman dan berpegangan tangan dengan adikku? Apa kamu pernah melihatku melakukan nya pada listy dan jessy? Tidak kan?"


" aku pikir kamu masih mencintai eonnie"


" apa itu sebab nya kamu pergi ke australia?"


" tidak, aku memang ingin melanjutkan kuliah di sana"


" baiklah. Lalu bagaimana perasanmu padaku?"


" apa sangat penting bagimu untuk mengetahui perasaanku?"


" tentu saja, karna aku mencintamu lee yuri. Apa kamu mau menjadi pelengkap hidupku?"


" ah kamu selalu menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan lagi. Baiklah tidak jadi" ledek jhope sembari beranjak dari duduk nya dan terus melirik ke arah yuri.


Tetapi yuri segera menahan tangan jhope. Dan mereka pun saling menatap.


Yuri berdiri dan tertunduk malu di depan jhope.


" aku mau" ucap yuri.


Jhope tersenyum dan segera memeluk yuri. Wajah jhope yang semula datar dan lebih tegang kini kembali bersinar.


Jhope dan yuri kembali bergabung dengan rombongan.


Mereka kembali menikmati makan siang mereka.


" dimana namjoon, naya?" Tanya jhope.


" mereka pulang duluan" jawab jimin.


" hmm maaf semua, aku juga harus pergi sekarang. Aku akan ke bandara" ujar sindy.


" sindy, kamu berangkat hari ini?" Tanya listy.


" iya, setelah pulang dari sini, aku akan langsung pergi ke jepang. Hanya 3 bulan" jelas sindy.


" kami juga akan ikut mengantarmu ke bandara" sahut defy


" maaf sindy, aku tidak bisa mengantarmu. Ada hal penting yang harus aku bicarakan dengan jimin dan tata" sambung jin.


" oppa.." kelur defy.

__ADS_1


" tidak papa oppa, aku paham. Lagi pula aku hanya pergi 3 bulan saja. Jangan terlalu melow" potong sindy.


" kamu dengar? Jangan terlalu melow, pergilah dengan mereka" ucap jin pada defy.


" aku akan merindukan mu sin" sambung listy.


" aku juga akan merindukanmu. Dan kalian semua tentunya"


Mereka pun saling berpamitan, memberi semangat untuk sindy, dan perhatian semua orang juga tertuju pada jungkook yang terlihat murung, dan lebih banyak terdiam.


Para lelaki pun berusaha menguatkan jungkook dengan menepuk bahu jungkook.


Setelah perpisahan mereka, jungkook, listy, suga, jhope, yuri, defy dan taehyung mengantar sindy ke bandara.


Sedangkan jimin, jin, dan tata pulang ke rumah jungkook.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Toko bunga ayanna...


Namjoon membaringkan diri nya di sofa ruang kerja ayanna, dengan lengan yang menutupi wajah nya.


Ayanna terus menatap namjoon dari meja kerja nya. Sesekali ayanna juga mengusap wajah nya. Dia nampak masih syok dengan kenyataan yang baru saja ia dengar tadi, soal pengakuan naya, dan hubungan naya dan namjoon.


" jadi naya itu adik tirimu?" Tanya ayanna.


" iya, maafkan aku, tidak mengatakan sebelum nya. Bahwa aku adalah anak angkat mereka" ucap namjoon, tanpa seinci pun menggerakan badan nya.


" lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang oppa? Naya mencintaimu"


" apa maksud mu?"


Kini namjoon beranjak dari tidur nya dan duduk menatap ayanna.


" naya mencintaimu. Dan kamu bilang kamu akan melakukan apa pun untuk membahagiakan mereka. Bagaimana kalau eomma dan appa memintamu menikah dengan naya?"


" aku akan meelakukan apa pun untuk mereka. Tapi tidak untuk membohongi mereka. Bagaimana mungkin aku menikahi naya, sedangkan hatiku ini hanya milikmu ayanna. Eomma dan appa juga tidak mungkin memaksaku"


" berjanjilah padaku, bahwa hanya aku yang akan ada di hatimu"


Namjoon berdiri dan menghampiri ayanna, yang tengah duduk di meja kerja nya.


Namjoon langsung memeluk ayanna dan mengusap rambut nya.


Ayanna pun membalas pelukan namjoon dengan melingkarkan kedua tangan nya di pinggang namjoon, dalam keadaan duduk.


" aku berjanji, aku hanya akan menikah denganmu. Pengakuan naya tidak akan merubah apa pun. Kita akan selalu bersama"


" lalu apa kamu akan mengatakan hal ini pada eomma dan appa?"


" tidak, ini pasti akan menyakiti eomma dan appa. Aku akan mencoba melupakan pengakuan naya. Semoga naya juga bisa melupakan pengakuan konyol nya itu"


" jangan terlalu keras pada nya. Dia masih kecil. Dia belum bisa membedakan mana cinta mana kekaguman"


" iya. Baiklah aku pergi dulu. Aku akan menemui pemilik aparteman yang kamu katakan itu"


" aku ikut"


" tidak perlu. Karyawanmu membutuhkan mu disini. Aku pergi dulu"


" baiklah, hati hati"


Namjoon berlalu setelah sebelum nya mengecup dahi ayanna.

__ADS_1


__ADS_2