
Depan rumah defy..
Kala itu, defy turun dari sepeda motor taehyung. Wajah mereka begitu terlihat ceria, terutama defy. Defy terus tersenyum pada taehyung sembari berbincang. Bahkan defy sempat mencubit sebelah pipi taehyung sembari tertawa terbahak bahak.
Jessy tak dapat menahan kekesalan nya lagi, lalu jessy menghampiri taehyung dan defy.
" apa yang kalian lakukan?" Tanya jessy.
" hai jessy, aku dan taehyung hanya berbincang biasa" jawab defy.
" kami baru pulang dari cafe. Kamu mau kemana?" Tanya taehyung.
" ah benarkah? Tapi listy eonni dan jhope oppa sudah pulang sejak tadi. Apa di jalan macet?"
Melihat wajah jessy yang terlihat serius, defy pun menyadari kalau jessy tak suka kalau dia dekat dengan taehyung.
" jessy kami hanya mampir ke taman untuk membicarakan hal penting" jelas defy.
" hal penting macam apa yang harus di bicarakan di taman?" Sindir jessy.
" jessy hentikan. Ayo kita bicara di rumahku. Aku ingin.."
Taehyung memegang tangan jessy dan mengajak nya ke rumah nya. Tetapi dengan cepat jessy melepaskan tangan taehyung dengan cepat.
" tidak bisa. Aku sibuk" potong jessy.
Jessy pergi dari hadapan defy dan taehyung. Meski defy mencoba memanggil jessy, tapi jessy enggan untuk menoleh ke arah mereka.
" jessy, tunggu.." panggil defy.
" biarkan saja" ucap taehyung santai.
" bagaimana bisa kamu sesantai itu? Aku tidak ingin jessy salah paham dengan hubungan kita. Pergilah dan bujuk jessy.
" dia sedang emosi sekarang, percuma kalau aku menjelaskan pada nya sekarang. Tidak apa apa, saat dia tidak marah lagi, aku akan berbicara padanya" terang taehyung.
Jessy melewati listy yang berdiri terdiam dengan menatap sendu adik kesayangan nya itu.
" eonnie, apa yang eonnie lakukan di sini? Hmn aku pikir akan bicara besok pagi saja. Aku akan membantu kalian di cafe" elak jessy dengan di selingi senyum palsu nya.
" hmm iya" jawab listy.
Mereka pun kembali ke cafe. Jessy terus menyembunyikan kegelisahan nya dengan menyibukan diri nya di cafe.
" Ini lah yang membuat ku khawatir padamu jess. saat aku marah, kesal atau sedih aku akan mengungkapkan nya. Atau mengurung diriku di kamar. Tapi kamu, kamu selalu menyembunyikan perasaanmu. Bagaimana aku bisa membantu menghilangkan kegelisahanmu?" Batin listy.
Listy terus memperhatikan keceriaan palsu jessy, tanpa jessy tau.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah namjoon..
Setelah menemui pemilik apartemant yang ayanna tunjukan, namjoon pulang ke rumah nya dan menyapa eomma dan appa nya.
" aku pulang, eomma, appa maaf aku terlambat pulang. Aku sudah menemui pemilik apartemant, mungkin dalam minggu ini, kita bisa menempati rumah yang lebih besar" jelas namjoon.
" iya putraku. Makan malam lah dulu" jawab tuan kim.
" sebenarnya tidak perlu pindah. Kami sudah cukup nyaman di sini. Kami tidak ingin menrepotkan mu terus namjoon" sahut nyonya kim.
" eomma, berhentilah mengeluh. Pokok nya aku ingin pindah ke rumah yang lebih besar. Hmm apa naya sudah pulang?" Tanya namjoon.
__ADS_1
" dia pulang dari sore, tapi dia langsung masuk kamar. Bahkan dia bilang tidak ingin makan malam. Apa yang terjadi padanya?" Jawab nyonya kim
" dia juga pulang sendiri. Kamu tidak mengajak nya ke apartemant baru?" Tambah tuan kim.
" hmm tidak appa, soal nya aku akan urusan penting tadi. Aku akan bicara pada naya. Biar aku mengantar makan malam naya" usul namjoon sembari mengambil sepiring makan malam untuk naya.
Namjoon membawa makan malam naya ke kamar naya.
Namjoon terus mengetuk pintu kamar naya. Tapi tak ada jawaban dari naya.
" naya, naya.. oppa membawa makan malam untukmu. Oppa ingin Bicara denganmu, buka lah pintu nya"
Berkali kali namjoon memanggil naya dan mengetuk pintu kamar naya, tetapi masih saja naya tak menanggapi panggilan namjoon.
Hal itu membuat nyonya dan tuan kim turut menghampiri namjoon dan menanyakan keadaan naya.
" kenapa naya tak menjawabmu? Ada apa dengan nya? Tanya tuan kim.
" biar eomma yang memanggil nya" usul nyonya kim.
Sayang nya naya tetap saja tak merespon panggilan nyonya kim.
Hal itu pun membuat mereka mulai panik, dan mereka pun memutuskan untuk mendobrak pintu kamar naya.
" namjoon, dobrag saja pintu nya. Eomma takut dia kenapa kenapa"
" iya eomma"
Dengan susah payah namjoon mendobrag pintu kamar naya. Setelah berhasil merusak pintu kamar mereka pun masuk, dan mendapati naya yang terbaring di lantai dengan wajah pucat nya.
" naya!" Teriak nyonya kim.
Kegaduhan pun terjadi, mereka begitu panik dan mulai memeriksa kondisi naya.
Mereka pun segera membawa naya ke rumah sakit.
Skip.
Naya di larikan ke ruang UGD untuk mendapatkan pertolongan dokter. Sementara keluarga kim menunggu naya di depan ruang UGD.
Nyonya kim terus menangis dan namjoon mencoba untuk membuat nya tenang.
Beberapa jam kemudian, dokter keluar dari ruang UGD, namjoon, nyonya kim dan tuan kim segera menanyakan kondisi naya.
" apa yang terjadi dok?" Tanya namjoon.
" kanker nya kembali kambuh. Untuk memastikan stadium berapa. Kami akan melakukan uji lap"
" kanker?" Tanya nyonya kim yang seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar.
" kanker pasien sudah cukup parah, apa kalian belum mengetahui soal ini?" Tanya dokter.
" naya tidak pernah bercerita soal sakit nya" ujar namjoon.
" pasien pasti sudah sering mengalami sakit kepala. Kanker yang pasien derita sudah cukup ganas, karna dia sampai pingsan sekarang" lanjut dokter.
Pernyataan dokter bagaikan petir di siang bolong. Pasal nya, selama ini, keluarga kim sama sekali tidak tau soal penyakit naya.
" naya tidak pernah terlihat sakit selama ini. Aku tidak menyangka ternyata naya bisa menyembunyikan hal besar seperti ini. Appa nya naya, katakan sesuatu" ucap nyonya kim dengan deraian air mata.
Nyonya kim terus menangis dalam pelukan tuan kim. Semetara tuan kim hanya diam dan sesekali menghembuskan nafas panjang nya.
__ADS_1
Namjoon pun tak bisa menahan kesedihan nya. Namjoon bahkan menangis tanpa bersuara. Dia terus saja menyembunyikan wajah nya dengan lengan nya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah jhope..
Listy, jhope dan jessy menikmati sarapan mereka, berbagai hidangan tersaji di meja makan mereka.
Nampak mereka telah berpakaian rapi, bahkan listy menggunakan jaz casual dengan kaos putih dna celana panjang dengan warna selaras yang nampak modern.
" listy ssi, jadi kapan kita akan mengadakan pesta kecil untuk kantor mu?" Tanya jhope.
" nanti saja oppa, saat aku mendapat klaien pertamaku. Lagi pula, jungkook dan namjoon oppa masih menghadapi sedikit kendala kan" jawab listy.
" baiklah. Tadi nya oppa ingin mengatakan hal penting di pesta pembukaan kantor mu. Tapi karna oppa tidak bisa menyembunyikan hal ini, oppa ingin memberitahukan kabar gembira" ujar jhope sembari tersenyum malu.
" soal yuri? Jadi kapan kalian akan bertunangan?" Tanya listy santai.
" kamu sudah tau?"
" tentu saja oppa, yuri itu teman baikku, tentu saja aku lah yang pertama kali mengetahui hal ini"
" ah padahal oppa ingin kalian terkejut"
Listy dan jhope pun menatap jessy yang sedari tadi lebih banyak diam. Tak seperti biasa nya, jessy menikmati saran nya, tanpa ada celotehan yang biasa ia lakukan.
Hal itu pun tentu nya menarik perhatian jhope dan listy.
" jessy ssi, kenapa? Apa kamu juga sudah tau?" Tanya jhope.
" tau apa oppa?" Tanya jessy dengan terbata bata, dan sesekali melirik listy.
" jessy, oppa, dan lee yuri akan segera bertunangan" jelas listy.
" oh selamat oppa, aku senang mendengar nya. Hmm aku akan mengatakan nya pada soni oppa dan hanna eonnie. Mereka juga pasti akan senang. Aku sudah selesai makan. Aku akan menjaga cafe" sahut jessy dengan senyum palsu nya.
Jessy pun membawa piring kosong nya dan berlalu dari meja makan.
Meski terus mencoba bersikap biasa, tetapi wajah jessy tentu dapat di tebak dengan mudah oleh jhope dan listy.
" ada apa? Dia ada masalah dengan taehyung?" Bisik jhope.
" entahlah oppa, biarkan saja. Mereka bisa mengatasi nya, oppa tidak perlu khawatir. Aku akan bicara pada nya kalau dia tidak juga berbaikan dengan taehyung"
" oh baiklah. Perhatikan adikmu, luangkan lebih banyak waktu untuk bicara dengan nya"
" iya oppa, hmn ku terlambat, aku pergi dulu"
" ayo oppa antar. Pakaian mu tidak cocok kalau pergi dengan sepeda motormu"
" tidak perlu oppa, jinan oppa akan menjemputku. Sudah lama kami tidak saling berbincang, dia bilang ada hal penting yang ingin ia bicarakan"
" suruh dia mampir saat mengantarmu pulang"
" oppa, dia bukan sopirku" tegas listy sembari membereskan piring kotor di atas meja.
" biar oppa saja. Bersiaplah, jadi saat jinan datang, kamu bisa langsung pergi"
" ide bagus, terimakasih oppa" ucap listy.
__ADS_1
Listy berlalu ke kamar nya, dan tak lama, jinan pun menjemput listy dengan mobil mewah nya.