SEVEN BOY'S SEASEON 2

SEVEN BOY'S SEASEON 2
Seven Boy'2 Episode 78


__ADS_3

Author POV.


Jinan dan listy telah sampai di lobi hotel. Terlihat jinan meminta listy duduk menunggu jinan memesan kamar hotel.


Di sana pun nampak dua pengawal junhoo yang memenag listy ingat betul wajah nya.


Mereka berdiri melipat tangan dan menatap ke sana sini, layak nya satpam yang tengah bertugas.


Jinan memesan satu kamar hotel dan tak lama, dia menghampiri listy yang duduk diam di ruang tunggu.


Jinan dan listy bergandengan tangan layak nya pasangan kekasih, Agar tak ada yang mencurigai gerak gerik mereka.


" anak buahku telah mendapat kunci duplikat dari kamar hotel back hye. Ambil lah kunci ini, aku akan mengalihkan perhatian pengawal back hye, dan kamu masuklah ke dalam kamar hotel. Tapi jangan kunci pintu nya. Kamu mengerti? Kita tidak punya banyak waktu"


" iya oppa"


Rencana mereka berjalan dengan sempurna, jinan berhasil mengalihkan perhatian para pengawal dengan mengajak mereka berbincang. Dan listy dengan mudah masuk ke kamar hotel tersebut.


Tapi tak semulus yang listy bayangkan. Saat listy masuk, tak ada sosok back hye atau pun junhoo di sana. Bahkan ranjang kamar hotel itu pun masih rapi dengan hiasan petikan bunga mawar di atas ranjang itu.


Tentu saja wajah listy terlihat begitu bingung. Dan kebingungan itu di tambah lagi dengan sikap jinan yang mulai aneh.


Jinan masuk ke kamar itu dan langsung mengunci pintu.


" oppa, tak ada siapapun di sini"


" tidak papa, itu bagus"


" apa maksud mu?" Tanya listy dengan terbata bata.


Wajah listy mulai terlihat pucat setelah melihat smirk jinan, bahkan perlahan dia mendekati listy dan mencoba membelai wajah listy.


" oppa! Apa yang kamu lakukan?!" Maki listy sambil menampik tangan besar jinan dan mundur menjauhi jinan.


" sudah lah listy, tinggalkan suga. Aku janji, aku akan membahagiakan mu. Apa yang kamu harapkan dari pria kasar itu?"


" oppa! Jangan coba coba mendekatiku. Aku hanya mencintai suga oppa, kamu pun tau itu! Mundur!"


" kita lakukan perjanjian. Hiduplah bersama ku, nanti nya kamu pun akan mencintaiku seiring waktu. Dan aku tidak akan mengganggu suga lagi. Tapi kalau kamu menolak, suga akan hancur"


" diam! Oppa, kamu menjijihkan. Bagaimana bisa kamu lakukan ini pada suga oppa? Dia sangat baik padamu"


" apa nya yang baik? Apa yang kamu tau hagh? Masa kecilku hancur gara gara suga dan keluarga nya!" Berontak jinan.


Suara nya nyaring menggema di di ruangan itu. Dengan air mata yang berderai, jinan menceritakan kesusahan masa kecil nya. Meski tanpa mendekat, listy tetap mendengar cerita jinan dengan berdiri gemetar di dekat jendela hotel.


Jinan flsh back on...


Jinan POV.

__ADS_1


Masa kecil yang harus nya penuh canda tawa dan kasih sayang, harus di renggut dari ku.


Awal nya, keluarga kami hidup bahagia, meski di tengah kekurangan keluarga kami.


Sampai akhir nya appa bertemu dengan nyonya min soo ji (eomma suga).


Appa meninggalkan kami dan lebih memilih bersama min soo ji.


Eomma ku begitu terpuruk di buat nya. Setelah setahun appa meninggalkan kami, kami mendapat alamat rumah appa dan min soo ji.


Dengan harapan penuh, kami meminta appa kembali ke keluarga kami. Tapi bukan nya belas kasih, justru kami di usir dengan sangat buruk oleh appa. Bahkan sampai aku terluka di lengan ku.


Aku di larikan ke rumah sakit dan harus di oprasi. Tetapi karna eomma tak punya biaya, eomma menjual ku dan hyung ku ke sekomplotan penjahat.


Nasib ku lebih beruntung dari hyung ku. Aku berhasil kabur dari para penjahat karna bantuan hyung ku, dan tinggal di panti asuhan. Tapi hyung ku tidak. Dari kecil dia harus belajar mencuri dan membunuh.


Apa lagi yang terisa sekarang? Meski aku di adopsi oleh keluarga kim, keluarga yang amat kaya raya. Tetapi hyung ku harus menjadi penjahat sejak kecil. Dan eomma ku gila, lalu meninggal setelah 2 tahun terlantar di jalanan.


Karna alasan itu lah, aku sangat membenci suga dan eomma nya.


Sampai kapan pun, aku akan membalas kehancuran keluarga ku. Dan dengan cara apa pun.


Termasuk membuat suga hacur karna kekasih nya yang amat ia cintai.


Jinan flash back off...


Author POV.


Rumah jhope...


Klek


Jhope masuk ke kamar jessy yang ternyata tak ia kunci. Kala itu, keadaan kamar jessy begitu gelap. Lampu kamar jessy tak ia nyala kan. Bahkan jendela kamar jessy pun masih terbuka.


Seorang gadis tengah terisak di pojok kamar nya dengan deraian air mata. Satu isakan nya bahkan mampu menyayat hati jhope yang masih berdiri di depan pintu. Tetapi pria dengan ketegaran luar biasa itu kembali mengumpulkan kedewasaan nya, sebagai oppa dan tentu nya pengganti kedua orang tua mereka yang telah tiada.


Berkali kali ia mengedipkan mata nya agar air mata nya tak jatuh di pipi nya. Hembusan nafas nya semakin menguatkan diri nya untuk menghampiri adik termuda nya.


Jhope duduk melipat kaki di samping jessy.


" kamu butuh oppa? Orang tua? Atau teman curhat? Aku bisa menjadi semua nya" ucap jhope tanpa menatap jessy yang masih saja menutup wajah nya dengan kedua lutut nya.


Tanpa ada jawaban dari bibir nya, jessy meraih tubuh atletis jhope.


Jessy melingkarkan kedua tangan nya di pinggang jhope dan membenamkan wajah nya di leher jhope.


" oppa...." tangis jhope.


Air mata jhope pun pecah, mendengar tangisan jessy. Pasal nya, jessy tak pernah menunjukan air mata nya di depan jhope. Bahkan saat ia tak lagi bisa melihat, jessy tetap saja bersikap sok kuat dan selalu menyembunyikan air mata nya.

__ADS_1


" apa ini hari yang buruk bagimu?" Tanya jhope.


Jessy mengangguk pelan dalam dekapan jhope tanpa sepatah kata pun mampu terucap.


Hanya pelukan dan usapan lembut yang mampu jhope berikan pada jessy.


Jhope POV.


Apa yang harus aku lakukan eomma? Anak kesayangan mu tengah menangis di pelukan oppa nya.


Aku harus bagaimana?


Kata kata apa yang harus aku berikan pada jessy?


Saat ini aku sangat merindukan mu eomma.


Entah ada apa dengan ku kali ini. Ini memang bukan yang pertama kali aku melihat jessy menangis. Meski memang jessy selalu menyembunyikan air mata nya. Tapi kali ini, entah kenapa hatiku begitu gelisah melihat nya menangis.


Ada rasa hancur di balik tangisan jessy. Atau hati ku yang tengah kalut.


Hatiku terasa remuk seribu, tangis jessy yang menggema di kamar ini, dan perasaan ku yang tengah gelisah tak karuan. Semakin membuat ku tak dapat mengendalikan air mata ku.


" jessy, aku ada di sini. Aku tidak hanya menyerahkan bahu untuk mu bersandar. Tetapi aku siap menjadi apapun yang kamu butuhkan. Aku juga akan selalu siap menjadi pendengar curahan hati mu"


Aku meraih wajah jessy dan mengusap nya perlahan. Aku mengusap air mata yang memenuhi wajah jessy, dan menatap wajah jessy yang tersinari sinar lampu taman yang remang.


" Bisa kamu ceritakan, apa yang membuatmu seperti ini?"


" oppa, hubungan ku dengan nya telah hancur. Apa aku bukan gadis yang baik oppa? Kenapa dia tidak mencintaiku dengan tulus?"


" ssttt, jangan salah kan dirimu atas apa yang terjadi. Cinta yang tulus tidak selalu untuk gadis yang baik, jessy. tak ada yang bisa memahami takdir. Jadi kalau hubungan kalian berakhir, itu bukan karna kesalahan kalian, tapi karna takdir yang memisahkan. Jika takdir menginginkan kalian bersama lagi, itu bukan hal yang mustahil. Tidak perlu di ambil hati, taehyung itu pria bodoh. Dia pasti akan segera menyadari ketulusan cinta mu. Oppa tidak tau apa yang terjadi pada kalian. Mungkin saat ini kalian perlu sendiri dulu, untuk memahami cinta kalian. Tidak papa, semua nya akan baik baik saja"


" hmm iya oppa"


Dduuuuuaaaarrrrr!!!!!!...


Suara kilat menyambar, menambah resah hati ku. Apa yang terjadi?


Jessy telah berhenti menangis meski masih ku dekap dalam pelukan ku.


Angin yang berhembus pun makin kencang, seolah ingin menghempasku.


" jessy, tidurlah. Oppa akan mengunci jendela kamar mu. Istirahatlah"


Aku berjalan ke arah jendela untuk menutup nya setelah memberi selimut pada jessy.


Entah kenapa petir dan angin kencang itu terasa menghujam jantung ku.


" semoga ini hanya perasaan ku saja. Mungkin aku hanya terbawa suasana setelah mencoba menenangkan yuri dan jessy" batinku.

__ADS_1


__ADS_2