
Rencana tata pun berhasil. Wanita itu terjatuh di samping tata.
Dengan pura pura bersimpatik, tata membantu wanita itu bangun.
Kedua pengawal langsung menghampiri tata dan wanita terambut pendek itu.
" anda tidak papa?" Tanya tata
" aaaww kaki ku" rintih wanita tersebut.
" ada apa ini?" Tanya salah satu pengawal nya.
" tidak papa, nona ini hanya terkilir. Aku rasa pangkal paha nya bermasalah. Hmm kebetulan aku seorang terapis. Aku bisa memijat nona kalau nona mau" tawar tata.
" iya iya, tolong aku"
" aku tidak bisa melakukan nya di sini. Hmm kita masuk ke ruangan kosong itu. Cepat tolong bantu aku" ucap tata.
Kedua pengawal itu pun memapah wanita dengan tubuh ramping itu ke sebuah ruangan kosong.
" kalian keluarlah. Aku akan memijat nya" perintah tata pada kedua pengawal.
" pergilah, aku akan panggil kalian kalau ada yang ku butuhkan"
" baiklah"
Kedua pengawal telah keluar. Dan tata segera melakukan rencana nya.
Tata dengan mudah nya membuat wanita itu lumpuh.
Tata membuka ikatan pita di rambut nya, dan meraih tangan wanita itu dan memelintir lengan nya. Wanita itu terus berusaha melawan. Tetapi tangan tata lebih gesit dari nya. Dengan cepat, tata menindih wanita itu dan mengikat mulut nya dengan pita, agar dia tak bisa memanggil kedua pengawal nya.
Lalu tata mengigat tangan dan kaki wanita itu dengan tali sayuran yang ia bawa.
Dengan susah payah, tata berhasil menyembunyikan wanita malang itu di balik tumpukan kayu di ruangan kosong tersebut.
Tata mengirim pesan pada jungkook.
Aku sudah berhasil melumpuhan wanita itu. Jemput kami di ruangan kosong di samping toilet swalayan. Cepatlah
Beberapa menit kemudian, Tata menaruh ponsel nya dan mengintip keluar.
Setelah melihat mobil jungkook mendekat, tata memanggil kedua pengawal dan meminta mereka membelikan minyak pijat.
" hey, nona meminta minyak pijat cepat belikan" suruh tata
Dengan bodoh nya, kedua pengawal itu pergi membeli minyak. lalu tata dan jungkook membawa wanita itu masuk ke mobil jungkook.
Sayang nya, pengawal itu kembali lebih cepat dari dugaan tata.
Tata pun kembali berdiri di depan ruangan kosong tadi, dan bersikap biasa.
" kenapa anda di luar?" Tanya salah satu pengawal.
" nona itu ingin ke toilet. Dia sedang ketoilet. Dan tugasku sudah selesai. Aku akan pergi"
Kedua pengawal itu pergi ke toilet dan tata langsung masuk ke mobil jungkook.
Skip.
Rumah jhope..
Jungkook dan tata masuk ke rumah jhope lewat pintu belakang.
Listy dan jessy segera membantu jungkook dan tata untuk memasukan wanita itu ke gudang.
Bahkan jimin juga membantu dengan membuka kunci gudang.
__ADS_1
Mereka mengepung wanita tak berdaya itu dan jungkook mulai mengintrogasi nya.
" kamu anak buah junhoo?" Tanya jungkook.
" aku tidak akan buka mulut. Apapun yang kalian lakukan padaku" jawab nya.
" aku seorang polisi. Dan aku tau benar pekerjaan ilegal kalian. Aku dengan mudah bisa menjebloskan mu kepenjara untuk waktu yang lama" ancam jungkook.
" aku tidak perduli"
" sepertinya wanita ini butuh sedikit kekerasan" sahut jimin.
" jimin! Kamu mau memukul wanita?" Tegur tata.
" dia itu penjahat"
" tetap saja dia wanita"
Jimin dan tata saling menatap dan saat tata membulatkan matanya, seketika jimin langsung tertunduk.
" hey sudah lah. Kenapa kalian yang ribut" potong jessy.
" tenanglah. Aku akan bicara dengan nya 4 mata. Tolong kalian keluarlah" ucap listy.
Semua orang menuruti permintaan listy, mereka menunggu listy di luar gudang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di tengah jalan...
Taehyung dan tuan kim telah sampai di sebuah desa di pinggir kota seoul.
Pandangan tuan kim terus mencari kesetiap sudut di sekitar jalan tersebut, mencari sosok nyonya jiwook yang akan mengantarnya menemui eomma nya. Yang tidak lain adalah pengurus panti dimana tuan kim menitipkan park joon.
" appa, dimana nyonya yang akan mengantar kita?" Tanya taehyung.
" nyonya jiwook?"
" lho kim taehyung?"
" kalian saling mengenal?"
" kim taehyung dan teman teman nya sudah banyak sekali membantu panti kami" tutur nyonya jiwook.
" tidak nyonya. Kami hanya melakukan tugas kami" ucap taehyung.
" kalian sangat rendah hati. baiklah ayo kita temui eomma. Beliau ada di rumah"
Skip.
Taehyung, nyonya jung, nyonya jiwook dan tuan kim duduk di ruang tamu rumah nyonya jung.
" nyonya mengingatku kan? Aku kim jaemin. Pria yang menitipkan anak 11 tahun yang kehilangan ingatan nya" jelas tuan jaemin.
" hmm iya aku mengingat anda. Iya.." ucap nyonya jung dengan suara bergetar karna pengaruh usia yang begitu lanjut.
" nyonya, aku mohon beritahu aku dimana park joon sekarang?" Pinta tuan kim.
" malam itu, kebakaran hebat terjadi di panti" jelas nyonya jung.
Nyonya jung flash back on.
Nyonya jung POV.
Malam itu, kebakaran hebat terjadi di panti. Semua orang panik, anak anak pun menangis ketakutan karna hal itu.
Tetapi satu anak menarik perhatianku.
__ADS_1
Park joon kini meringkuk dengan tatapan kosong.
Aku menghampiri nya dan mengusap rambut dan wajah nya.
Begitu terkejut nya aku, saat mendapati ternyata suhu badan joon begitu tinggi, dan tiba tiba, dia memegangi kepala nya dan berteriak kesakitan.
Dengan panik nya, aku dan warga membawa park joon yang telah pingsan ke rumah sakit terdekat.
Aku bahkan mengabaikan anak anak yang lain, dan pergi ke rumah sakit menemani park joon.
Dia terbaring di ranjang dengan infus di punggung tangan nya.
Author POV.
Di saat yang sama, di ruangan berbeda. Seorang wanita telah selesai melakukan pemeriksaan.
Seorang pria yang tidak lain adalah tuan kim bong soon (appa Nayeon)
Ya mereka adalah keluarga kim. Bahkan kim nayeon kecil juga tengah duduk dengan memainkan boneka nya.
" nyonya kim tidak dapat mempunyai anak lagi tuan. Rahim nya bermasalah. Dan kalau tidak segera di oprasi dia akan mengalami hal yang lebih buruk" terang sang dokter.
Tuan dan nyonya kim sangat terpukul karna berita tersebut. Bahkan nyonya kim mi soo terus menangis tersedu sedu.
Skip.
Nyonya dan tuan kim keluar dari ruangan dokter. Tuan kim menggandeng nayeon kecil, dan merangkul nyonya kim yang tengah sibuk menyapu air mata nya.
Saat melewati ruang rawat joon, nayeon melepaskan genggaman tangan tuan kim dan berlari masuk ke ruang rawat joon.
sontak tuan dan nyonya kim segera memanggil nayeon dan mencoba menghentikan nya.
Nayeon terus menggenggam tangan park joon. Yang masih tak sadarkan diri.
" nayeon. Apa yang kamu lakukan, ayo cepat kita keluar" ajak tuan kim.
" maafkan. Anakku nyonya" ucap nyonya kim pada nyonya jung.
" hmm tidak apa apa nyonya" jawab nyonya jung.
" appa, eomma. Aku menyukai dia. Dokter bilang aku tidak bisa punya adik laki laki, jadi aku ingin kakak laki laki. Eomma, aku menyukai dia" celoteh nayeon dengan polos nya.
" nayeon. Kata kata mu itu tidak sopan sayang" tegur tuan kim.
" tidak apa apa tuan. Dia masih kecil"
Di tengah perbincangan mereka, dokter datang dengan beberapa suster.
" nyonya, anak ini harus segera di oprasi. Luka di belakang kepala mengalami iritasi" ucap dokter.
" tapi dokter oprasi nya baru saja di lakukan dua minggu yang lalu, dan selama beberapa hari ini dia baik baik saja"
" iya nyonya, memang itu karna kekebalan tubuh nya. Tapi saat ingatan nya kembali mengganggu nya, luka di belakang kepala nya akan kembali terjadi nya iritasi. Tolong segera selesaikan administrasi nya, maka kami akan menyiapkan ruang oprasi" terang dokter.
Wajah nyonya jung langsung pucat pasi saat mendengar kata administrasi. Panti baru saja mengalami kebakaran, dan tentunya pasti butuh sangat banyak biaya untuk mengurus nya. Mana mungkin dia bisa membayar biaya oprasi park joon.
" nyonya, ada apa? Nyonya baik baik saja?" Tanya nyonya kim.
" appa, apa dia akan meninggal?" Tanya nayeon.
" nayeonn.. diamlah sayang"
" kami dari panti kecil, dan panti kami baru saja mengalami kebakaran. Kami tidak punya cukup uang untuk oprasi park joon"
" jadi dia anak panti?" Tanya tuan kim.
" iya, saya seorang pengurus panti" jawab nyonya jung.
__ADS_1
Tuan dan nyonya kim saling menatap, lalu mereka melihat park joon dan nayeon. Nayeon terus mengusap dahi joon sembari tersenyum padanya.