SEVEN BOY'S SEASEON 2

SEVEN BOY'S SEASEON 2
Seven Boy's 2 Episode 42


__ADS_3

Kantor listy...


" aku ingin kamu berpura pura menjadi kekasihku"


Listy begitu terkejut sampai sampai ia membulat kan matanya saat menatap jinan. Bahkan ia sempat tersedak saat mendengar hal itu.


" apa maksud mu oppa?"


" hanya pura pura saja. Hanya sampai appa dan eomma ku pulang ke jepang. Mereka tidak akan memaksaku, kalau mereka tau aku sudah punya kekasih. Yah? Kamu mau kan membantu ku?"


" oppa, sebenar nya aku mau saja melakukan hal ini, karna kamu sudah banyak sekali membantu ku. Tapi sekarang aku dan suga oppa... sudah menjalin hubungan. Aku tidak bisa memutuskan hal ini sendiri. Aku akan menanyakan nya dulu pada suga oppa"


" oh begitu. Hmm selamat untuk kalian. hmm aku rasa suga tidak akan setuju dengan hal ini. Baik lah tidak apa apa"


Dari wajah jinan, terlihat jelas bahwa ia sangat kecewa mengetahui bahwa listy dan suga telah menjadi pasangan kekasih.


Bahkan listy pun menyadari hal itu, tetapi tak ada yang bisa ia perbuat karna listy memang tak bisa membantu jinan tanpa izin dari suga.


Tetapi perbincangan mereka tak berhenti di sana. Listy dan jinan terus berbincang dan saling bertukar pikiran sembari bercanda ria.


Bahkan saat listy kedatangan klaien nya pun, jinan dengan suka rela menjadi asisten listy.


Berbagai hal lucu pun terjadi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rumah namjoon..


Pagi itu defy datang ke rumah namjoon, Dengan sekotak makanan besar di tangan nya.


Defy terus membunyikan bel rumah namjoon, tetapi tak ada jawaban apa pun.


Setelah cukup lama menunggu, defy menyadari rumah namjoon kosong, dia pun memutuskan untuk pergi ke kantor tanpa menemui namjoon.


Tetapi saat defy di pintu gerbang, defy berpapasan dengan tuan dan nyonya kim yang baru pulang dari rumah sakit.


" maaf nak, kamu mencari siapa?" Tanya nyonya kim.


" hmm aku mencari teman ku, namjoon oppa, tapi seperti nya dia tidak dirumah. Hmm maaf anda??" Ucap defy


" kami orang tua namjoon" sahut tuan kim


" oh ahjushi, ahjuma, senang bertemu kalian"


" kami juga nak, hmm saat ini namjoon dan naya di rumah sakit" jelas nyonya kim.


" joon oppa di.. hmm namjoon oppa di rumah sakit? Apa yang terjadi pada nya?"


" naya yang sakit"


" oh, saya turut prihatin. Hmm kalau boleh aku ingin menjenguk mereka di rumah sakit"


" tentu saja boleh. Mereka akan senang kalau kamu datang" ucap nyonya kim.


Defy pun pergi ke rumah sakit setelah berpamitan dengan tuan dan nyonya kim.


Skip.


Defy sampai di rumah sakit dan langsung menuju ruangan rawat naya.


Dengan ragu ragu, defy masuk ke ruang rawat naya setelah mengetuk pintu.


Nampak lah namjoon tengah menyuapi naya.

__ADS_1


" defy, kamu datang. Ini kejutan yang menyenangkan" ucap namjoon dengan menunjukan dimple nya.


Defy tertegun saat melihat senyuman hangat dari namjoon, bahkan defy hampir meneteskan air mata nya saat menatap namjoon yang berjalan ke arah nya.


" oppa, benarkah kamu joon oppa ku? Mungkin kah itu benar? Sungguh aku ingin kamu lah joon oppa ku" batin defy.


Telinga defy menuli, hanya ada senyuman ramah namjoon dalam pikiran nya. Bahkan saat namjoon berdiri di depan nya, dan menyuruh nya duduk, defy hanya diam mematung.


" defy, defy kamu baik baik saja? Park dong in!" Panggil namjoon dengan menepuk lembut bahu defy.


" ahh iya!"


" kamu baik baik saja?"


" iya oppa, hmm tadi aku ke rumah mu. Aku membawakan kue beras untukmu. Taehyung bilang kamu menyukai kue beras, dan kebetulan eomma ku membuatnya terlalu banyak"


" oh benarkah? Memang benar aku sangat menyukai kue beras, tapi dari mana taehyung tau" gumam namjoon sembari mengerucutkan alisnya.


" hmm sudah lah oppa, makan kue beras nya, kamu pasti suka. Aku akan melanjutkan menyuapi naya. Aku ingin berbincang dengan nya"


" defy benar oppa, makan lah dulu" sahut naya.


" baiklah" jawab namjoon sembari tersenyum menatap kotak makan berisi kue beras yang defy berikan.


Namjoon berjalan keluar ruangan naya, Sementara itu, defy menyuapi naya sembari berbincang santai mengenai berbagai kisah masa kecil namjoon.


" hmm sebelum nya kalian tinggal di ilsan kan? Apa namjoon oppa seorang yang ceria?" Tanya defy.


" iya, tapi saat kami bertemu dengan nya, keadaan nya cukup buruk, dia..."


Sebelum dapat menyelesaikan cerita nya, naya terhenti saat namjoon masuk ke ruang rawat naya.


" liat siapa yang datang" ucap namjoon sembari berjalan masuk dan di ikuti seorang pria yang sungguh tak asing bagi mereka.


Dengan senyum manis nya, jin menyapa naya dan defy.


" hai oppa, senang bertemu dengan mu lagi" jawab naya.


" oppa, kenapa kamu kesini?" Tanya defy sembari menghampiri pria berbahu lebar itu.


" aku mendaftar untuk oprasi appa, kamu sendiri kenapa di sini? Kamu mau bolos kerja?" Tanya jin balik.


" sudah jangan saling melempar pertanyaan. Ayo kita makan kue beras bersama. Hmm defy, kue beras buatan eomma mu sangat enak, aku ingin menemui nya dan meminta kue beras tiap hari" ujar namjoon.


" tentu saja oppa, kamu bisa datang tiap hari ke ruamh kami" jawab defy dengan senyum sumpringah nya.


" hey kamu pikir calon istriku ini bekerja hanya untuk membeli bahan kue beras untukmu?" Protes jin.


" jin oppa" tegur defy.


" hey kekasih mu saja tidak keberatan. Aku tidak perduli, aku akan meminta kue beras pada nyonya park lagi"


" joon oppa, jangan dengar kan dia" sindir defy.


" joon oppa?" Gumam namjoon.


Namjoon mulai memegangi kepala nya dia segera duduk di kursi.


" oppa kenapa?" Tanya defy yang mulai panik.


" aku baik baik saja" jawab namjoon.


" defy, oppa tidak papa, dia hanya sering pusing saat mendengar panggilan itu" sahut naya.

__ADS_1


Defy segera memberi segelas air putih pada namjoon saat itu juga.


Dan namjoon pun terlihat lebih baik setelah meminum air yang defy berikan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kediaman keluarga park..


Setelah berbincang panjang lebar dengan tuan park, tata di antar oleh maid menuju kamar jimin.


Saat masuk, tata begitu terkejut saat melihat jimin tengah menaiki meja dan kursi yang di tumpuk, untuk menurunkan beberapa pajangan tak pantas di kamar nya.


Tata langsung menunduk malu melihat beberapa lukisan dan foto gadis gadis berpakaian mini di kamar jimin.


Jimin pun hanya meringis dan wajah nya memerah layak nya kepiting rebus.


Tata tersenyum dalam diam nya dan mulai memberanikan diri menatap jimin.


" jimin ssi, ini kah kamar mu?" Sindir tata.


" maafkan aku. Aku memang sedikit.."


" sudahlah. Aku tau, mereka idolamu. Tidak papa, tidak perlu di singkirkan. Aku paham, karna di posel jungkook juga banyak foto foto seperti itu" ujar tata, untuk menutupi rasa malu jimin.


" tidak papa, aku hanya tidak ingin sujin melihat hal ini"


" hmm kamu benar juga. Aku akan membantumu"


Tata mulai memegangi kursi di mana jimin berdiri, dan jimin melepas kan gantungan figura besar itu.


Lalu tata mengambil foto dan meletakan nya di lantai setelah jimin memberikan nya pada tata..


Tetapi sayang nya, kursi yang jimin ijak mulai goyang saat tata menaruh figura itu.


Jimin terjatuh dan hampir menimpa tata, tetapi tata sempat minggir dan mencoba meraih tangan jimin, tapi justru tata kehilangan keseimbangan nya dan terjatuh di atas badan jimin.


Terjadi lagi, kisah jimin dan tata satu tahun lalu, saat tata terjatuh di atas jimin. Tetapi perbedaan nya kini mereka adalah sepasang suami istri (meski palsu).


Jimin lebih berani untuk menatap tata yang tengkurap di atas badan nya.


Perlahan pria tertubuh sexy itu membelai rambut halus tata dan menyimpan nya di belakang telinga tata.


Tata mulai menutup kedua bola mata nya saat jemari jimin meraih tengkuk leher belakang nya dan mulai mendekatkan nya pada wajah jimin.


Dengan mata terpejam, jimin mulai memberikan kecupan demi kecupan nya bi bibir tipis tata.


Dan entah kenapa, kali ini tata sama sekali tidak menolak jimin.


Tak seperti biasa nya, tata selalu menghindari jimin, bahkan hanya sekedar saling bergandengan tangan, tata tetap enggan melakukan nya.


Tapi kali ini, tata justru mengimbangi permainan jimin dan membiarkan jimin menjamah rongga mulut nya dengan lidah jimin.


Mereka terhenti saat mendengar sujin dan yuri masuk ke kamar jimin.


Saat itu, jimin dan tata terhalang oleh ranjang big zise jimin, jadi yuri dan sujin tak menyadari ada nya jimin dan tata di sana.


Tata sempat membuka mata lebar lebar dan berusaha bangun, tetapi jimin menghentikan tata dengan memeluk tata lebih erat.


Meski kini bibir meraka tak lagi terpaut, tetapi jimin masih saja memejamkan mata nya, meresapi kehangatan saat memeluk wanita berambut pendek itu.


" sujin, seperti nya eomma dan appa mu tidak di kamar, bagaimana kalau kita ke kamar grand pa? Soal nya aunty harus ke kantor sekarang"


" oke aunty"

__ADS_1


Sujin dan yuri mulai berbalik badan dan hendak keluar kamar jimin. Tetapi tanpa sengaja, yuri melihat kaki jimin dan tata yang saling bertumpuk di seberang ranjang.


Yuri tersenyum malu dan langsung meninggalkan kamar jimin.


__ADS_2