SEVEN BOY'S SEASEON 2

SEVEN BOY'S SEASEON 2
Seven Boy's 2 Episode 68


__ADS_3

Jemari nya menggenggam kuat, tangan nya bergetar dan tetesan keringat mengucur di wajah pucat nya.


Dengan suara bergetar, jimin membuka mulut nya. Meski dengan susah payah jimin melakukan nya.


" lalu bagimana dengan eomma ku? Apa kamu juga telah membunuh eomma ku, nyonya park? Ah itu sebab nya kamu sangat membenciku, apa kamu pun telah merencanakan untuk membunuhku juga?"


" yeah! Jimin!" Protes jin.


" kamu diam saja hyung, berhenti membela pembunuh ini"


" jimin! Jaga ucapan mu. Dia yang telah merawatmu selama ini"


" merawat apa maksudmu hyung? Dia memperlakukan ku seperti peliharaan, aku harus menuruti perintah nya dan diam saja. Kapan nyonya park menunjukan kasih sayang nya? Begini saja nyonya park, ambil semua harta ini, aku tidak akan mengambil sesen pun. Tapi kembalikan eomma ku. Atau anda ingin tinggal seumur hidup dalam penjara? Karna aku telah merekam semua percakapan mu dengan jin hyung" ancam jimin.


" jin, eomma tidak membunuh shin yhun, eomma tidak tau diamana dia berada. bahkan eomma juga tidak sengaja membunuh park do geum. Eomma hanya menamparnya dan dia jatuh di drum minyak, saat itu lampu di sana memercikan api dan dia terbakar. Dan saat eomma berlari keluar, gudang itu meledak. Sungguh eomma tidak sengaja melakukan itu. Tolong buat jimin mengerti. Eomma tidak ingin di penjara jin" tangis nyonya park.


" tidak akan ada yang bisa menyelamatkan mu. Jadi katakan dimana eomma ku?!" Bentak jimin.


" jimin cukup! Eomma sudah bilang dia tau, jangan terus menekan nya!" Sahut jin.


" lalu bagaimana dengan ku? Kau tidak melihat tekanan yang aku rasakan hyung? Ahjushi ku di bunuh oleh nya, dan mungkin dia lah yang membuat eomma pergi. Cepat katakan dimana eomma! Dimana dia!" Teriak jimin.


Mendengar teriakan dari kamar jin, semua anggota menuju kamar jin. Dan ketika jimin mulai tak terkendali, tuan park dan tuan lee segera memegangi jimin. Bahkan tata turut mencoba membuat jimin tenang.


Sedangkan nyonya lee dan yuri hanya menangis melihat nyonya park yang tersungkur di lantai dan jimin yang mulai hilang kendali.


" aku akan memastikan kamu di penjara nyonya park, kamu akan di penjara dalam waktu yang sangat lama. Kamu penjahat! Kamu pembunuh!"


Pelukan tata tak dapat membuat jimin tenang, bahkan jimin terus berusaha melepaskan diri dari cengkraman tuan lee dan tuan park.


" jimin! Tenangkan dirimu!" Tegas tuan lee.


Tata melepas pelukan nya dan menampar jimin sekuat tenaga nya.


Seketika jimin tertunduk diam dan mulai menangis tersedu sedu.


Tata mengusap halus rambut jimin dan memeluk nya sembari menepuk punggung nya.


" tata, tolong antar jimin ke kamar nya. Yuri, pastikan sujin tidak terbangun dan tidak tau soal ini. Dan aku minta, semua kembali ke kamar masing masing. Termasuk kamu, eomma jin. Jin, istrirahatlah dengan baik" perintah tuan park.


Semua orang mengikuti arahan tuan park dan berlalu meninggalkan kamar jin


Kamar jin..


Jimin begitu hancur mengetahui kejahatan yang nyonya park perbuat. Bahkan ia terus menangis tanpa henti dalam pelukan tata.


Kala itu tata mengambil air minum untuk jimin dan membantu jimin minum.

__ADS_1


Tata duduk di samping jimin dan mengusap lembut pipi merah jimin yang telah basah.


" park jimin, berhentilah menangis. Bagaimana kalau sujin bertanya soal mata mu yang bengkak besok. Dia akan sedih melihat mu seperti ini"


Perlahan jimin menghentikan isak nya, jimin mengusap air mata nya dan menatap tata.


" kamu benar. Baiklah, ayo kita tidur. Besok aku akan mencari eomma, aku yakin eomma masih hidup. Dan dan nyonya park moo young akan di hukum yang seberat berat nya. Aku juga yakin dia tidak akan membunuh eomma, karna harta ini masih atas nama eomma"


Tata membungkam mulut jimin yang memerah ramum karna menangis dengan menempelkan telapak tangan nya. Seketika jimin terdiam dan mereka pun saling menatap.


" kamu selalu menghiburku saat aku terluka, tapi sayang nya aku tidak bisa membuat lelucon ataupun menyanyi untukmu. Aku hanya bisa memberikan mu cinta yang tulus. Jimin, aku akan selalu ada untukmu. Ingatlah hal itu. Kamu tidak akan pernah sendiri. Aku dan sujin sangat mencintaimu"


Perlahan tata mendekatkan wajah nya pada jimin, dan meraup bibir tebal jimin yang lembut.


Meski sempat kaget karna mendapatkan hal yang tak biasa dari tata, jimin tetap mengimbangi ciuman tata.


Di sela isak tangis nya, jimin menyambut hati tata yang telah terbuka seutuh nya. Jimin mulai meraih pinggang tata dan mendekatkan nya pada diri nya.


Kini, tak ada lagi jarak di antara mereka. Status mereka sebagai suami istri kini telah lengkap. Sejenak jimin mampu melupakan masalah yang tengah ia hadapi.


Sedang kan di lain pihak, nyonya park moo young mendapatkan tamparan yang teramat keras dari tuan park. Sampai sampai nyonya park tersungkur di lantai dan hanya bisa menangisi semua yang terjadi.


" puluhan tahun aku tidak pernah bersikap kasar padamu. Karna selama ini aku pikir hanya sikap mu yang kasar, tetapi hati mu baik. Tetapi kali ini, kamu benar benar keterlaluan. Seharus nya aku melakukan nya bertahun tahun lalu. Aku terlambat mengenali sikap asli mu"


" oppa, aku bersumpah. Itu hanya kecelakaan. Aku hanya ingin membuat perjanjian dengan do geum. Aku tidak berniat untuk memunuh dia"


" suami ku!"


" katakan dimana shin yhun. Mungkin hukuman mu kan lebih di ringankan oleh jimin. Aku tau benar, dia tidak meninggalkan ku. Kamu lah yang membuat nya pergi" ucap tuan park sembari berlalu dari kamar nya setelah sebelum nya berhenti tanpa menoleh nyonya park.


" sampai mati pun aku tidak akan memberi tahu kalian! Kalian tidak bisa bahagia saat aku menderita! Lihat saja, jin tidak akan membiarkan kalian membuatku menderita!"


Nyonya park moo young kembali menangis tak henti saat tuan park benar benar tak nampak lagi di pandangan nyonya park.


Malam itu malam yang penuh air mata, bagi nyonya park, jin, defy dan namjoon.


Masalalu yang kini terungkap, dan tentu nya kepergian nyonya eun soo membuat mereka di banjiri oleh air mata.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pagi hari...


Pemakaman nyonya eun soo telah di mulai sejak terbit nya matahari.


Semua teman dan kolega telah berkumpul untuk turut berduka cita dan menghibur defy dan namjoon agar tetap tegar menghadapi keadaan ini. Bahkan jhope, suga, taehyung, jungkook, ayanna, yuri dan jessy turut hadir menemani mereka.


Tetapi sama sekali tak nampak kehadiran keluarga park di sana, baik jimin atau pun jin. Bahkan tata dan sujin pun tak hadir dalam pemakaman nyonya eun soo.

__ADS_1


Defy sempat pingsan karna terlalu lemah setelah menangis.


Tetapi dengan ada nya namjoon di sisi nya, defy mulai tegar saat peti mati nyonya eun soo di masukan ke liang lahat.


Pemakaman berjalan dengan baik dan lancar.


Sedangkan listy hanya bisa turut berduka cita lewat telefon, karna ia masih harus menjalani perawatan di rumah sakit.


Di saat ia sibuk memberi dukungan batin untuk defy, seseorang mengetuk pintu ruangan nya dan tak lama si pengetuk pintu pun masuk.


Pria itu tak lain adalah jinan, dengan membawa parsel buah besar di tangan nya.


" oppa, kamu datang? Kenapa repot seperti ini" sapa listy.


" tidak, justru harus nya aku datang lebih awal. Sayang nya pekerjaan ku tidak memungkinkan. Bagaimana keadaanmu sekarang?"


" aku baik, oppa tau dari siapa kalau aku di sini"


" ssttt aku punya mata mata di mana mana" bisik jinan sembari menunjukan tawa khas nya.


Jinan duduk di samping ranjang listy setelah meletakan parsel buah di tangan nya. Senyum jinan masih tak ia pudarkan, begitupun dengan listy. Tetapi senyum jinan terlihat sedikit berbeda, hembusan nafas hangat nya terlihat jelas mengisyaratkan kegelisahan nya yang telah hilang.


" aku senang kamu baik baik saja" ujar jinan sembari mengusap lembut rambut listy yang terurai.


" ada apa oppa? Tatapnmu tampak berbeda"


" aku sangat menghawatirkanmu, aku takut terjadi sesuatu padamu"


Tanpa sadar, jinan menitikan air mata di pipi nya. Melihat hal itu, tentu saja listy semakin khawatir dan heran. Karna jinan yang ia kenal sebelum nya, tak pernah menunjukan air mata nya.


Listy beranjak dari tidur nya dan duduk tepat di samping jinan, tentu nya dengan bantuan jinan.


Listy menggenggam tangan jinan dan mengusap pipi jinan dengan satu tangan nya yang lain.


" oppa, aku baik baik saja. Hanya luka kecil, kenapa kamu menangis?"


Tanpa menjawab pertanyaan listy, jinan meraih tubuh mungil listy dan mendekap nya dalam kedakapan tangan kekar nya.


" maafkan aku"


Hanya satu kata yang terucap dari bibir jinan. Dan itu semakin membuat listy kebingungan. Tetapi ia tetap mengusap lembut bahu jinan yang kini menempel di badan nya.


Di saat yang sama, Suga membuka pintu tanpa mengetuk nya lebih dulu.


Sontak listy terkejut melihat suga, dan perlahan ia melepas pelukan nya dari jinan.


Senyum Suga yang awal nya terlukis di wajah nya pun mulai pudar dari wajah nya.

__ADS_1


__ADS_2