
Ruang tamu...
jhope duduk di sebuah ruang tamu. Dia menatap seorang gadis di depan nya dengan mata sendu.
Tetapi gadis itu bukan lah listy, melainkan yuri. Yuri menangis tersedu sedu sembari nenceritakan apa yang keluarga nya alami. dengan dada bidang nya, jhope membuat yuri tenang di tambah lagi usapan manja di helaian rambut panjang yuri.
Karna situasi itu, jhope pun tak menyadari bahwa ponsel nya terus berdering sejak tadi.
" tenanglah, jin hyung hanya terbawa emosi, tentu saja dia sangat syok dengan apa yang terjadi. Jadi biarkan dia sendiri beberapa saat"
" kenapa jadi begini. Oppa dan jimin sangat menyayangi satu sama lain. Karna hal ini, pasti mereka hancur. Jimin mempunyai tata eonnie di samping nya, tapi jin oppa.. bahkan defy pun enggan mendengar nama nya" tangis yuri.
" di saat ini lah kamu bisa menunjukan perhatianmu pada jin hyung. Dia pasti sangat membutuhkan mu. Jadilah lebih kuat untuk menghibur nya. Tenang lah, appa kan sudah meminta anak buah nya mencari keberadaan jin hyung, mereka akan segera menemukan jin hyung"
" jhope benar yuri. Jin itu pria dewasa yang cerdas, jadi kamu tidak perlu menghawatirkan dia begitu. Appa mu juga tidak akan membiar kan keponakan nya terpuruk" sahut nyonya lee yang datang dari dapur apartemant dengan segelas susu di tangan nya.
" eomma, jin oppa itu kesayanganku, dia yang selalu membelaku. Mana bisa aku tenang saat dia sedih. Bawa saja susu itu, aku sedang tidak ingin meminum nya" rengek yuri sembari mengusap air mata nya.
" siapa bilang untuk mu. Ini untuk calon menantuku. Jhope minumlah. Kamu terlihat kurus, seringlah meminum susu. Kalau kalian menikah nanti, eomma siap membuatkan mu segelas susu tiap hari. Yuri itu sangat malas, jadi maklumi saja ya" sindir nyonya lee.
" eomma, kenapa repot repot. Padahal aku akan segera pulang. Tapi aku kan meminum nya terlebih dahulu" sahut jhope
Jhope meraih segelas susu di meja dan meminum nya.
" kenapa cepat sekali?" Tanya nyonya lee
" listy dan jessy di rumah sendiri. Noona hanna mengambil cuti besok. Dia pasti sudah pulang. Jadi aku harus pulang sekarang" terang jhope.
" oppa, jangan pulang, kekasihmu ini sedang bersedih" rengek yuri sembari melingkarkan kedua tangan nya pada pinggang jhope.
" yuri jangan begitu" tegur nyonya lee.
" aku akan menelfonmu saat sampai. Jaga dirimu" pamit jhope.
Skip.
Rumah jhope...
Jhope telah sampai di rumah nya, kala itu cafe telah tutup dan jhope langsung masuk ke rumah nya.
Dengan bersenandung menyanyikan lagu grup mereka, jhope berjalan ke kamar listy.
Tetapi dia berhenti setelah melihat hanna yang duduk santai di depan televisi.
__ADS_1
Wajah jhope pun mulai heran, karna yang ia tau, hanna telah mengambil libur untuk esok hari. Jadi harus nya dia sudah kembali ke rumah nya sekarang.
Jhope berjalan menghampiri hanna dan menegur nya.
" noona, kamu belum pulang. Tidak jadi ambil libur?" Tanya jhope.
" mana bisa aku pergi, jessy sendirian di rumah. Kamu dan listy pulang terlambat, kasihan jessy kalau sendirian. Aku rasa suasana hati nya juga kurang bagus"
" tunggu, listy pergi kemana?"
" bukan nya dia pergi dengan mu?"
Wajah mereka berdua kembali pucat pasi bagaikan tanpa darah. Jhope segera mengambil ponsel nya dan mendapati deretan nomer suga yang terus menghubungi nya.
" suga terus menghubungi ku? Ada apa?" Gumam jhope.
" ah kamu membuat ku khawatir saja. Suga terus menghubungi mu, pasti lah listy pergi dengan nya. Suga pasti berniat meminta ijinmu, tapi listy pasti terus saja meminta pria malang itu mengajak nya jalan jalan, biarkan saja, listy butuh udara segar. Dia pasti bosan terus di kamar" sahut hanna.
" tapi malam malam begini noona?"
" biarlah, sekarang yang harus kamu pikirkan itu jessy. Dia pulang dalam keadaan yang buruk. Dia bahkan mengunci diri nya di kamar. Dia pasti mengalami hal buruk. Cobalah bicara dengan nya. Aku harus pulang malam ini. Aku pergi dulu"
Jhope menatap kamar jessy yang tertutup rapat, bahkan lampu kamar nya nampak tak ia nyala kan. Hal itu membuat jhope menghela nafas nya dan mulai berjalan ke kamar jessy setelah hanna pergi dari rumah.
Pria bersurai coklat itu kini menatap listy tanpa beralih sedikit pun.
Tanpa curiga sedikit pun, listy terus berbincang tentang keresahan nya.
" jinan oppa, cepat katakan. info apa yang kamu dapat dari junhoo? Apa maksud mu soal rencana junhoo yang ingin menyakiti jhope oppa? Katakan sekarang. Aku tidak akan bisa tenang kalau seperti ini" oceh listy.
" aku mendapat info dari informan ku, dia bilang, junhoo merencana kan untuk menjebak jhope dalam rencana besar. Aku hanya mendapatkan foto foto ini"
Jinan memberi kan beberapa lembar foto yang ia ambil dari tas nya.
Listy pun segera meraih foto foto tersebut untuk melihat apa kah yang ada dalam lembaran foto tersebut.
Listy POV.
duuugggg
Jantungku berdegug dengan keras. lalu, seper sekian detik, jantungku terasa berhenti berdetak saat aku melihat foto tak pantas oppa nya dengan wanita yang sungguh tak asing bagi ku. Tetapi bukan yuri yang notabene nya adalah kekasih oppa. Melainkan choi back hye yang telah lama tidak ku temui.
" eonnie? Bukan kah ini eonnie back hye? Apa yang terjadi?" Tanya ku dengan tangan bergetar hebat.
__ADS_1
Ku tatap wajah jinan yang masih datar, dan jinan mulai membuka suara.
" aku membayar satu orang untuk mengawasi gerak gerik junhoo dan dia bilang ini yang junhoo rencanakan. Foto foto ini akan di kirim ke agensi yang telah menerima grup mereka, agar grup jhope tidak jadi debut. Dan akan merusak citra oppa mu. Itu rencana junhoo" terang jinan.
Seketika tubuhku lemas. Aku tak menyangka junhoo bisa sekejam ini. Grup jhope oppa dan teman teman nya, sudah mereka rencana kan dan sudah mereka bangun bertahun tahun. Suka dan duka mereka lewati, latihan sepanjang hari dan bekerja juga.
Ini tak adil jika grup mereka harus bubar hanya karna foto foto ini.
" oppa, ini pasti salah paham atau editan. Oppa sangat mencintai lee yuri, mana mungkin dia sengaja melakukan nya" bantah ku
" anak buah ku sudah menanyakan nya pada pakar telematika. Dan sayang nya ini foto asli lis"
" lalu apa yang harus aku lakukan oppa? Grup mereka baru akan mendapat agensi setelah sekian lama. Mereka berlatih begitu keras. Ini sungguh tak adil bagi mereka" sesalku.
" ada satu hal yang bisa kita lakukan. Kita temui back hye dan memintanya bersaksi pada pihak agensi mereka, sebelum junhoo lebih dulu memberikan foto foto ini"
" tapi eonnie back hye ada di desa nya, di busan"
" tidak, junhoo menyembunyikan back hye di sebuah hotel. Dan aku tau tempat itu. Hotel itu hanya di jaga oleh 2 anak buah junhoo. Jadi aku pikir kita bisa menangani nya"
" kita? Oppa, aku bahkan masih belum bisa berjalan dengan normal. Sebaiknya aku telfon jhope oppa, dia bisa bicara dengan back hye eonnie juga. Dan dia bisa membantumu menangani anak buah junhoo"
" hmm listy, listy. Kalau jhope yang datang. Kalau junhoo mengambil cctv hotel dan memberikan nya pada pihak agensi, mereka pasti akan mengira kalau jhope mengancam back hye. Sudah lah, kita berdua saja. Percayalah, aku bisa menangani nya. Dan kamu bicara lah pada back hye"
" tapi oppa.."
" sudah ayo cepat, kita tidak punya banyak waktu"
Meski sedikit ragu dan takut, aku tetap mengikuti jinan oppa. Aku yakin dia bisa menangani ini. Yang ada di pikiranku hanya oppa dan grup mereka. Suga oppa pun akan terluka jika grup nya bubar.
Mana mungkin aku bisa tahan melihat mereka hancur. Grup itu sudah mereka perjuangkan. Berbagai rintangan telah mereka lalui, promosi ilegal, menyanyi di cafe, performs tanpa bayaran, bahkan di hina karna tak punya agensi, telah mereka lalui.
Saat ini, aku pikir hanya aku lah yang bisa menyelamat kan grup mereka. Itu sebeb nya aku meyakinkan diriku, dan memantapkan keyakinan ku pada pria yang kini menggandeng tangan ku untuk masuk ke mobil nya.
Skip.
Kami telah sampai di parkiran hotel. Setelah mesin mobil telah jinan matikan, jinan oppa mengambil sekantong tas belanja dari jok belakang, Dan memberikan nya padaku.
" listy pakailah rambut palsu dan kacamata itu. Pengawal back hye maupun cctv tidak akan mengenali wajah mu. Aku juga akan meamkai kumis dan jenggot palsu ini" ucap nya sembari menunjukan gumapalan rambut yang ia ambil dari tas belanja di pangkuanku.
Satu anggukan menandakan aku telah paham akan arahan jinan.
Aku pun segera memakai rambut palsu yang jinan berikan.
__ADS_1
Setelah kami siap, aku dan jinan masuk ke dalam hotel tersebut.