
Ceklek
Perlahan pintu itu dibuka Gio, dia memberanikan diri menghadapi masalah ini, ya… masalah yang dibuat olehnya.
"Eh Mamah ada apa? Kok belum tidur?" Gio
"Hmm, iya.. malam ini Mamah mau ngobrol dulu sama kamu, sebentar… aja, 10 menit deh, boleh kan?" tanya Gita.
"Boleh, masuk Mah..!" Gio
Gita masuk lalu duduk ditepi ranjang, dia menepuk ranjang di sebelahnya dengan telapak tangannya, dia menyuruh anak gadisnya duduk disebelahnya.
"Hmm… ," Gio mengerti, lalu dia duduk disamping ibunya.
Gita memeluk anak gadisnya itu dengan penuh kasih sayang sambil bertanya. "Cerita aja sama Mamah Ge..! Mamah pengen tahu aja kamu punya masalah apa aja di sekolah?." Gita
Ibu si kembar itu melepaskan pelukannya secara perlahan.
Mah, jika Gio jujur kalau sebenernya ini itu Gio yang biasa mendapatkan nilai 60. Apa Mamah akan percaya? Apakah ada jalan keluar agar bisa kembali ke tubuh Gio lagi Mah? Pikir Gio
"Gapapa Mah, aku beneran gapapa, gak usah khawatir, masalahku paling dengan Bianka, Mamah juga tahu kan." Gio
"Emmh, emang Bianka itu orangnya seperti apa?" Gita
"Hmm, ya gitu Mah, nyebelin aja suka gangguin aku, dan aku dulu gak berani sama dia, aku selalu merasa dipojokin sama dia, aku dan dia bersaing nilai Mah dikelas." Gio
"Hmm, Mamah harap kamu itu fokus belajar aja, buktikan kalau kamu lebih baik dari Bianka..!, sayang nilai kamu Ge, bukannya kamu mau sekolah di kampus kedokteran terbaik? kamu jangan takut kalau kamu gak salah, tapi sebaiknya hindari pertengkaran sama Bianka..!" Gita
Oh, jadi Gea.. hmm aku gak boleh ngerusak cita-citanya Gea! Bahkan kita sekarang kelas 3, ya ampun. Pikir Gio
"Iya Mah, aku pasti memperbaiki nilaiku, " Jawab Gio dengan tersenyum.
Gita keluar dari kamar serba pink itu, dia bisa membuat anak gadisnya lebih terbuka padanya, dia juga lega karena anak gadisnya tidak sedang dalam keadaan malas belajar, cukup anak lelakinya saja yang begitu dan mmebuatnya menyerah untuk menasehatinya.
__ADS_1
Malam itu Gio menyempatkan belajar, dia memang tertinggal cukup jauh dengan Gea, namun dia akan berusaha yang terbaik.
***
Pagi pun datang, Gea pergi ke kamar Gio, dia masuk begitu saja karena dia pikir itu memang kamarnya.
Ceklek
"Ya ampun… ," Gea kaget melihat Gio yang tertidur dengan posisi masih duduk di sana, dia terlelap di atas meja belajarnya dengan buku-buku yang masih terbuka.
Gea merasa terharu melihat perubahan Gio, dia mencoba membangunkan Gio dengan perlahan.
"Gio…. Udah pagi, kamu mau sekolah gak…? Bangun…!" Ucap Gea mencolek-colek tubuh Gio dengan telunjuknya.
Yaelah, dia gak bangun, apa aku bangunin secara kasar aja ya? Tapi kasian. Pikir Gea
Hingga Gio bangun dengan sendirinya, dia sudah membuka mata dan melihat Gea dengan tatapan anehnya.
"Lo kenapa?" Gio
"Lagian, lo ngapain ngelamun sambil berdiri dikamar gue?" Gio
"Ini kamar aku kali." Gea
"Ya maksud gue, ini kan udah jadi kamar gue, udah sana keluar..! Gue mau mandi," ucap Gio sambil mendorong Gea menuju pintu.
"Iya iya, gak usah didorong juga kali..!" keluh Gea.
Gea membuka pintu itu dan menutupnya kembali, dia bergegas sarapan karena dia sudah siap dengan seragam sekolahnya, sementara Gio kesiangan karena belajar sampai larut malam.
"Gea mana?" Gita
"Lagi mandi Mah," jawab Gea lalu meneguk susu hangatnya.
__ADS_1
"Jam segini baru mandi, astaga .. Mamah heran deh kenapa Gea jadi pemalas gitu, sampai nilainya aja turun." Gita
"Gea kesiangan karena semalaman belajar Mah, aku lihat tadi dia bahkan tidur dengan posisi masih di meja belajar, jangan dimarahi, kasian..!" Gea
Gita mengangguk, dia sepertinya sudah salah sangka, berarti anak itu memang serius belajar, syukurlah. pikir Gea
"Nilai kamu gimana Gio? kamu kan udah kelas 3, harus rajin belajar, jangan sampai kamu gak lulus!" Gita
"Ih Mamah, doain kok gitu," keluh Gea.
"Hehe, habisnya kamu malas belajar sih." Gita
Datanglah Gio dengan rambut yang masih acak-acakan itu, dia dengan segera menarik saudaranya yang sedang sarapan itu.
"Bantuin aku dong..!" Gio
Gita menatap anak gadisnya dengan tatapan heran, namun membiarkan mereka menyelesaikan apa yang mereka ingin lakukan.
Mereka masuk ke kamar yang serba pink milik Gea, ternyata Gio menyuruh Gea untuk merapikan rambutnya, menguncirnya dan juga membantu memberikan pelembab pada wajahnya, sedikit bedak, juga liptint.
"Pelan-pelan Ge, rambutku sakit kalau kamu nyisirnya gak pake perasaan..!" Keluh Gio
"Iya Maaf, habisnya susah sih kalau panjang, basah, jadi susah disisirnya, harusnya kalau gak akan keramas, kamu iket rambutnya biar gak basah dan gampang dirapihinnya!" Jawab Gea dengan kesal.
"Hmm, iya iya, kamu potong aja Ge, rambut kamu terlalu panjang..!" Gio
"Hmm.. gak, aku cantik dengan rambut panjang, apalagi saat rambutku digerai, cantik sekali." Puji Gea pada tubuhnya sendiri.
"Hmm, iya iya, memuji diri sendiri, dasar… ," ucap Gio lalu bangkit untuk mengambil tasnya.
Mereka keluar dengan keadaan Gea yang sudah rapih.
Mereka mendapati ibunya yang sedang tersenyum sambil melihat selembar kertas.
__ADS_1
Mamah kenapa? pikir si kembar
Bersambung....