Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Video Apa?


__ADS_3

Di Rumah Sakit sore itu Gio sudah bersiap-siap pulang.


"Ko udah mau pulang aja? Emang udah sembuh?" Tanya Reza yang baru datang dan heran melihat Gio dan istrinya sudah siap.


"Aku gak betah Pah kalau lama-lama di Rumah Sakit," keluh Gio yang mulai turun dari ranjang, membuat Reza segera membantu Gio.


"Iya Pah, kita sewa perawat aja dirumah, dokter juga akan rutin datang untuk memeriksa anak kita, kamu gak usah khawatir Pah..!" Gita


"Oh, yaudah.. yang penting kamu nyaman Gea dan bisa cepet sembuh." Reza


Papah akan berusaha menyelesaikan kasus ini, Papah sudah putuskan untuk menuntut anak itu sampai ke kantor polisi. Batin Reza


Gio dipapah dibantu oleh Reza, dia masih terlaplu lemah untuk bisa berjalan dengan tegak dan normal.


Sebenarnya Gea ingin datang ke Rumah Sakit namun dia mengurungkan niatnya saat tahu kembarannya akan pulang sore ini. Gea begitu senang dia menunggu di depan rumah, bolak-balik berharap ada mobil papanya datang. 


"Kok lama banget sih," keluh Gea yang masih berdiri didepan rumah.


Bahkan hari mulai gelap, membuat Gea mulai khawatir, apakah mereka tidak jadi pulang? Jangan-jangan keadaan Gio memburuk lagi?


Gea langsung berlari ke dalam rumah, mencari ponselnya untuk menghubungi ibunya, namun tidak bisa dihubungi. Gea semakin panik, dia mencoba menelpon nomor ayahnya, baru saja dia berniat memencet tombol memanggil, ternyata Gio sudah ada di belakangnya bersama ibunya.


Gea berbalik dan langsung memeluk saudaranya itu.


"Lepaskan..! Badanku masih sakit semua," keluh Gio yang membuat Gea melepaskan pelukannya.


Mereka makan malam bersama, bahkan Gea sengaja memasak bersama Bi Mina untuk menyambut kedatangan Gio yang dia kira sudah sembuh. Tapi setidaknya Gio sudah membaik dan bisa pulang ke rumah.


"Makan yang banyak, aku tadi juga bantuin Bi Mina masak loh, pasti rasanya makin enak." Gea

__ADS_1


"Apa? Sejak kapan kamu suka memasak Gio?," Tanya Reza pada Gea yang dianggapnya Gio itu.


"Hehe, hobby baru Pah," jawab Gea dengan refleks.


***


Ketika malam tiba, Gea memilih tidur di kamar Gio menemani saudaranya. Dia bahkan menyuruh beberapa pelayan untuk menyiapkan satu ranjang di sebelah ranjang Gio.


"Aku mau tidur disini untuk jagain kamu." Gea


"Gak kebalik, bukannya gue yang selalu jagain Lo?" Tanya Gio.


"Hehe, iya sih. Makanya gantian sekarang aku yang jagain kamu, kalau kamu butuh minuman atau makanan nanti aku bisa ambilin, kalau kamu mau diantar ke toilet aku juga bisa bantu." Gea 


"Hmm, oke.. Lo boleh tidur disini asal jangan berisik!" Gio


"Iya, " jawab Gea lalu bergegas tidur, dia berpesan pada saudaranya jika membutuhkan sesuatu dia siap dibangunkan kapan saja.


"Gea sepertinya aku mau makan jeruk yang manis."


"Ah tidak, sepertinya buah mangga manis lebih enak."


"Emm, aku ingin menambahkan mangga ini susu, bisakah kau membuatkan jus?"


Begitulah sederet permintaan Gea dimalam hari yang membuat Gea sibuk.


Disaat Gea sudah merasa kesal dan ingin menolak, Gio langsung mengeluarkan kata-kata andalannya.


"Kan Lo sendiri yang mau bantuin gue ngambil apapun yang gue mau, sampe tidur disini juga nemenin gue, makasih ya.. Lo memang adik terbaik," Gio mengangkat jempol tangannya.

__ADS_1


Terbaik sih, tapi gak gini juga kali, aku kok ngerasa dikerjain sama Gio. Kalau tau begini mending tidur sendirian deh. Batin Gea


Gio tersenyum dibalik selimut tebalnya, dia sudah puas mengerjai Gea dan berniat untuk segera tidur.


Sementara Gea kini merasa rasa ngantuknya hilang karena terus diganggu oleh Gio , bahkan dia kini benar-benar tidak bisa tidur lagi karena suara dengkuran Gio.


"Ya ampun Gio…" gumam Gea lalu mengambil bantal dan menutup telinganya, dia beralih mengambil headset lalu menenggelamkan wajahnya di balik selimut tebal.


***


Pagi ini Gea bangun kesiangan Bahkan dia terlambat pergi ke sekolah. Matanya juga berubah menjadi mata panda karena kurang tidur.


Lili mengejek lingkaran mata Gea yang menghitam itu, membuat Gea semakin bete.


"Kok aku gak liat kak Geri ya?" Lili


"Kamu masih ngefans sama dia Li? Hehe…" Gea


"Gak lah, gue cuma kepo aja. Siapa tahu kan dia diskors atau bahkan dikeluarkan dari sekolah." Lili


"Aamiin…," jawab Gea dengan wajah datarnya.


"Haha, aku gak lagi berdoa Ge, kamu main Aminin aja." Lili 


Gea hanya tersenyum menanggapi perkataan Lili, dia juga sebenarnya berharap Papanya berhasil mengurus kasus Gio dan Geri. 


Saat semua orang sibuk mencari jajanan di sekolah, mencari minuman segar, bersantai di kantin dengan mengobrol sambil makan.


Tiba-tiba mereka dihebohkan dengan Video viral di media sosial, Gea dan Lili pun ikut penasaran. Mereka langsung mengambil ponsel dari saku mereka dan langsung mencari video yang sedang ditonton banyak orang itu. Membuat Gea dan Lili kaget dengan refleks menutup mulut mereka dengan satu tangan kirinya.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2