Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Aneh


__ADS_3

"Kenapa motornya gak mau nyala?" Gio


"Wah, ini sih bensinnya abis." Haikal


Namun saat menyalakan motor, Haikal tiba-tiba merasa panik dengan motornya yang tidak mau menyala juga, padahal bensinnya masih ada.


"Motornya rusak kali." Gea


"Apa karena belum gue servis ya?" Haikal.


"Bisa jadi, lagian punya motor kok gak disayang." Gea


"Pacar kali ah disayang, gimana dong? Kita ke rumah itu aja yuk! Itu ada satu rumah terang juga sepertinya ada lampu minyak yang dipasang didepan rumah." Haikal


"Jangan Gio, menurut film yang kutonton biasanya rumah yang gitu adalah rumah hantu, jebakan gitu Gio, gimana kalau kita kenapa-kenapa? Aku gak mau masuk," keluh Gea yang mulai merinding.


"Kita gak punya pilihan, hp kita gak ada sinyal, ini juga udah gelap, mau pulang motornya mati, ya kita mendingan kesana lah, kalau tiba-tiba hujan kan kita bisa berteduh," ucap Gio yang berlalu mendorong motornya. Haikal pun sama memilih pergi ke rumah itu.


"Gio, Lo gak kasian apa? Masa adek Lo aja yang dorong motor," ucap Haikal saat melihat sahabatnya mulai aneh, seperti ketakutan dan malah Gea yang berjalan paling depan sambil mendorong motornya yang berat.


"Iya, iya," Gea berlari menyusul kakaknya.


"Punya kakak kaya si Gio pasti bikin emosi terus." Gumam Haikal sambil mendorong motornya.


Mereka memarkirkan motor di depan rumah itu. Rumah yang terbuat dari bambu, namun bersih.


"Ini ada penghuninya gak sih?" Gea


"Kamu ketok aja! Ucapin salam, kalau ada jawaban, ya masa iya hantu jawab salam. Hehe.." Haikal


"Bercanda lo itu gak lucu." Gio


Tok


Tok


Tok


"Permisi, Ada orang didalam?" Gio


Namun tidak ada jawaban, membuat Haikal malah berbicara yang tidak-tidak membuat Gea semakin ketakutan, Gea memeluk Gio dari belakang.


"Yaelah, kenapa Lo jadi penakut sih Gio?" Haikal

__ADS_1


Namun Gea hanya menoleh sesaat tanpa menjawab pertanyaan Haikal itu.


Kasian juga nih anak mulai ketakutan, gue juga sih bisa-bisanya malah nyasar dan kehabisan bensin. Batin Gio 


Tok


Tok


Tok


"Permisi… " Gio 


Hingga akhirnya ada yang membukakan pintu. "Cari siapa?" Tanya wanita yang sudah berumur itu.


"Kami tersesat Nek, apa boleh kami menunggu dirumah nenek sampai pagi datang?" Gio


"Boleh, masuk Nak..! Maaf ya rumah nenek cuma begini adanya, ada cucu nenek juga yang lagi tidur di sana." tunjuk Wanita itu ke arah kamar.


Gea merasa lega karena rumah ini benar-benar rumah manusia, mereka bahkan diperlakukan layaknya tamu oleh nenek tadi, diberi minum dan singkong rebus untuk mengganjal perut mereka.


"Maaf ya, nenek gak punya nasi, hanya ada itu saja." Nenek


"Gapapa kok Nek, kami sangat berterima kasih bisa menumpang disini." Gea 


"Gapapa kok Nek," ucap Gea dengan tersenyum.


***


Sementara di kediaman Baskoro, Reza dan Gita sedang ada disana dengan wajah panik, mereka mencari Gea dan Gio sampai ke rumah nenek dan kakeknya si kembar berharap mereka ada disana, menginap disana, namun ternyata tidak ada. 


Baskoro dan Hana pun ikut panik, mereka menyuruh anak buah mereka untuk mencari Gea dan Gio.


Mencoba melacak keberadaan mereka, namun hanya ada titik terakhir dimana ponsel si kembar masih bisa digunakan.


"Apa mereka diculik? Jangan sampai mereka kenapa-kenapa, kalau iya aku akan menghajar penculik itu sampai berlutut di kakiku." Gita


"Sabar Mah jangan emosi, ingat kamu lagi hamil..!" Reza


"Iya, jangan sampai kamu pingsan lagi, percayakan semuanya pada papamu!" Hanna


"Tapi Mah," protes Gita 


"Udah, kita tunggu info dari mereka saja, lagian kalau belum 24 jam kita gak bisa lapor ke polisi." Reza

__ADS_1


Mereka tidak bisa tidur sampai pagi datang, Gita yang terus mondar mandir seperti setrikaan itu membuat Reza bingung, seharusnya istrinya itu banyak istirahat karena sedang hamil tapi ini malah begadang.


Pagi ini belum ada kabar apapun dari anak kembarnya, Gita gak mau sarapan, ibu mana yang masih nafsu makan saat anak-anaknya hilang?.


Namun Reza tidak mau jika istrinya itu sakit, dia mencoba membujuk Gita sampai ibu itu mau sarapan, walau hanya dua gigit roti dan satu gelas susu hangat.


"Pah, Gea Pah… Gio, mamah harap mereka baik-baik saja, Mamah gak akan marah asal mereka pulang dalam keadaan sempurna tanpa kekurangan apapun, hiks… hiks…" Gita mulai menangis lagi.


Segala upaya dilakukan Reza untuk menenangkan istrinya itu, ditambah ada laporan tentang kecelakaan malam tadi dan korbannya anak remaja.


Deg


"Apa mungkin itu anak kita Pah? Hua…. Gea, Gio" Gita menangis histeris.


Namun setelah mendapatkan info lengkapnya ternyata mereka bukan Gea dan Gio, itu sedikit membuat hati ibu itu merasa lega.


Ponsel Gita berbunyi, dan ternyata itu Gea yang menelpon.


"Gea kamu dimana?" Tanya Gita dengan tangan gemetar.


"Aku sharelok ya Mah, aku udah cape Mah dorong motor dari tadi." Gea


"Oke Gio, Mamah segera kesana." Gita


Gita, Hana , Baskoro dan Reza langsung pergi menyusul mereka karena khawatir.


Mobil mereka berhenti di jalanan yang nampak sepi, Gio melambaikan tangannya ke arah mobil keluarganya dan mereka pun pulang, Haikal juga diantarkan pulang, sementara motor mereka diderek dan dibawa ke bengkel.


Hari ini dengan terpaksa mereka melewatkan hari dimana mereka seharusnya sekolah.


Saat hari mulai siang, si kembar mulai ditanyai berbagai macam pertanyaan oleh ibunya, hingga mereka menceritakan kalau ada nenek yang menolong mereka dan tentu saja mereka merahasiakan tentang balapan mobil dan kejaran polisi.


Siang itu Gita dan keluarga berniat mengucapkan rasa terimakasih dan memberikan sembako untuk keluarga si nenek.


"Terus Mah, rumahnya jauh sekali dari jalan raya..!" Gea.


Hingga mereka menemukan dua pohon besar yang sama yang mereka lihat pagi tadi saat keluar rumah nenek penolongnya, namun disana tidak ada apa-apa.


"Loh, kok gak ada? Aku yakin disini tempatnya Mah." Ucap Gea dengan yakin.


"Apa kamu yakin Gio?" Gita


"Iya Mah tempatnya disini," Gio pun mulai angkat bicara saat mulai merasa ada sesuatu yang aneh dan salah.

__ADS_1


Bersambung. ..


__ADS_2