Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Tidak Masuk Sekolah


__ADS_3

"Kak Geri," ucap Gea sambil memegang pipinya yang sakit.


Miko dan temannya itu berlari menjauh, mereka kabur setelah mendapatkan perlawanan dari Miko, padahal Gio juga bisa mengalahkan mereka tanpa bantuan Geri.


So jadi pahlawan, batin Gio.


Geri menoleh ke arah Gio, "kamu gapapa kan Ge? Kamu sebaiknya memiliki pacar yang bisa melindungimu, bukan malah kamu yang melindunginya?" Ucapnya sambil menatap sinis ke arah Gea yang kesakitan.


Gio mengabaikan apa yang dikatakan Geri, karena lelaki itu tidak tahu apa-apa tentang mereka. Gio langsung teringat dengan luka Gea, dia dengan segera membantu Gea, melihat dengan teliti pipi saudaranya itu.


Sial, apa hebatnya sih lelaki pengecut itu? Pikir Geri melihat ke arah lelaki yang sedang terluka dan bahkan dilindungi seorang gadis.


Gio melihat sudah ada dua bodyguard dibelakangnya di depannya dan dengan segera meminta si kembar segera masuk ke dalam mobil.


Sementara Geri menatap lelaki itu dengan tangan mengepal.


Sebenarnya mereka sudah berlari berniat melindungi majikan mudanya, namun mereka terlanjur melihat ada lelaki yang berhasil membuat sang pembuat onar kabur lebih dulu.


"Mamah pasti marahin lo Ge, pasti dikiranya berantem nih." Gio


"Lagian siapa sih mereka? Aku rasa mereka bukan siswa di sekolah kita, seragam mereka berbeda dan mana ada siswa-siswi cerdas yang bersikap bodoh seperti mereka," keluh Gea.


"Gue juga mikirnya sama, sekolah kita kan sekolah favorite, sekolah pilihan dengan siswa yang pintar-pintar, gue juga gak kenal sama mereka tapi kok tiba-tiba nyerang Lo ya? Aneh." Gio


***


Setibanya di rumah, dua pengawal itu diomelin ibu si kembar terus menerus tanpa jeda.


"Kalian kemana aja bisa sampai kecolongan gitu? Kerja yang bener dong, aku udah bayar mahal kalian ya!" Gita


"Maaf Bu, kejadiannya singkat, kami tidak sempat mengatasinya." Pak Denis

__ADS_1


Sementara Beni hanya menunduk, dia tidak bisa banyak berbicara, dia tidak bisa berbasa-basi dan beralasan seperti yang dilakukan Denis.


"Gio, apa kamu bikin masalah sampe dipukul begitu?" Ucap Gita yang beralih menatap anak lelakinya yang memar di pipi kanannya.


"Aku gak tau Mah, aku tidak mengenal mereka sama sekali," jawab Gea yang memang tidak tahu.


Untung saja pukulan itu tidak terlalu keras, hanya butuh perawatan dirumah dengan kompres saja sudah membuat lukanya membaik.


Gita tidak mudah melepaskan anak-anak yang melukai anaknya itu, dia dengan segera memerintahkan detektif untuk mencari informasi tentang dua lelaki yang menyerang anaknya tanpa sepengetahuan si kembar.


Reza yang baru pulang, dia hanya menganggap itu hal biasa dan wajar.


"Sudahlah Mah, yang penting Gio gapapa, Mamah gak usah banyak pikiran, kan lagi hamil! Kan biasa Mah anak cowok berantem." Reza


"Tapi Pah, Gio bilang dia tidak kenal mereka, mereka tiba-tiba menyerang anak kita, padahal anak kita gak salah apa-apa loh Pah, kalau berantem karena memperebutkan sesuatu sih itu ada alasannya, ini kan penyerangan judulnya Pah," ibu si kembar berbicara terus menerus membuat suaminya itu mengalah.


"Oke, nanti Papah selidiki siapa anak-anak nakal itu ya? Sekarang Mamah istirahat aja ini udah malam..!" Reza mengajak istrinya itu untuk merebahkan diri di ranjang.


***


"Besok aja ya, besok pasti sudah tidak terlihat bengkaknya..!" Gita


"Tapi Mah, aku ingin sekolah," Gea yang suka belajar dan begitu serius dengan cita-citanya dia menyayangkan sekali jika harus melewatkan pelajaran hari ini disekolah.


"Udah kamu dirumah aja..!" Ucap Gio yang merasa jika adiknya butuh istirahat dan mengompres bekas lukanya lagi, karena memang masih sedikit bengkak.


Gio pergi dengan dua bodyguard lagi, bahkan mereka turun dari mobil mengantar Gio sampai ke halaman sekolah, mereka lebih khawatir karena majikan yang masih gadis itu berangkat sekolah tanpa saudara lelakinya.


Namun itu membuat Gio mencolok sekali, terkesan lebay karena diikuti dua pengawal yang menyeramkan.


"Sebenarnya itu mobil siapa sih, Gea dan Gio selalu satu mobil, sebenarnya siapa yang menumpang?" Putri

__ADS_1


"Gue juga gak tau, kayaknya Gio yang tajir, kan selama ini si Gea yang nempel terus, tapi kenapa hari ini dia sendirian ya?" Karin


"Kita kerjain aja nanti di kelas mumpung gak ada pacarnya, hehe…," Mirna tersenyum jahat.


Mereka semua mengangguk menyetujui rencana temannya itu.


Gio lebih dulu sampai di kelas sebelum Mirna dan kawan-kawannya.


Gio duduk dengan santai, bahkan ada beberapa teman sekelas yang mencoba berteman dengannya, Gio mencoba berbaur dengan yang lainnya.


"Hmm, pacar Lo mana? Dia pacar Lo kan? Atau cuma Lo aja yang nempel sama dia, kaya benalu gitu. Hahaha…. " Mirna


"Gak penting juga gue jawab pertanyaan Lo." Gio


Tiba-tiba Mirna menumpahkan air mineralnya tepat di sepatu Gio, "ups.... Sorry basah deh jadinya, hehe.." Mirna tersenyum ke arah Gio yang bahkan matanya sudah melotot menahan emosi.


"Kamu berani sama kita?" Putri


Sabar Gio! Sabar! Batin Gio


"Kalian apa-apaan sih, ko main keroyokan gitu? Memangnya Gea salah apa sama kalian?" Hani


"Lo gak usah ikut campur deh!" Mirna


"Aku kira sekolah ini hanya menerima orang-orang cerdas, ternyata banyak orang bodoh yang lolos juga," ucap Hani menatap Mirna dan yang lainnya.


"Hahaha, bener Han, aneh ya?" Gio sengaja membuat mereka semakin emosi.


"Apa? Kalian ngatain kita bodoh?" Teriak Putri


"Kalau gak ngerasa, ya gak usah marah kali..! Ffttt…" Ucap Gio dengan menahan tawanya.

__ADS_1


Mirna yang emosi berniat membuat baju Gio basah juga, dia mengangkat botol mineral miliknya.


Bersambung …


__ADS_2