
"Papah ini Gea Pah, aku udah nemuin Gio, dan ini gio ternyata jatuh, kakinya juga terkilir, tolong dibantu Pah..!" ucap Gio yang sedang membantu Gea berdiri.
Reza pun bangkit dan langsung membantu Gea berjalan menuju kamarnya.
Untung saja Bi Mina ahli dalam memijat kaki yang terkilir, Gea yang sedang merintih kesakitan itu didekati Bi Mina dengan minyak urut andalannya.
"Mah… ini sakit sekali," Gea menangis memegangi kakinya.
"Sabar sayang, nanti sembuh kok, Bi Mina kan bisa ngobatin ginian." Gita
"Beneran Mah? Yakin nih? Sudah bersertifikat belum?" Tanya Gio dengan nada serius meski itu candaan.
"Sstt… kasian Gea, kamu malah gitu..! Mamah pernah kok dipijat Bi Mina dan manjur, sekali pijat langsung sembuh." Gita
Bukannya yang sakit itu Den Gio ya? Kenapa Ibu memanggilnya Non Gea? Mungkin aku salah dengar. Batin Mina
Gea terus saja mengeluh sakit dia menangis semakin kencang, ayahnya pun datang dengan wajah tampak biasa saja, "Gio kamu kan laki-laki kamu harus kuat, masa kaki terkilir aja heboh banget kaya cewek..!"
"Papah sih gak ngerasain," keluh Gea.
"Iya nih, Papah mau kakinya terkilir juga?" Tanya Gita sang istri.
"Hehe, ya enggak lah Mah, ya udah Bi cepetan obatin Gio biar dia cepet sembuh dan gak teriak-teriak lagi!" Reza
Bi Mina kini sudah siap, baru saja dia memegang kaki Gea , namun gadis itu berteriak kencang sampai membuat Bi Mina kaget.
"Aduh Den, belum juga Bibi apa-apain," ucap bi Mina yang gemas pada majikan mudanya itu.
Dengan ide Reza akhirnya tangan Gea dipegang oleh Gio dan Reza agar Gea tidak memberontak dan pemijatan itu berlangsung cepat.
__ADS_1
"Lepas..! Aku mau ke Rumah Sakit aja Pah, Mah?" Teriak Gea.
"Jauh sayang, udah sama Bi Mina aja..!" Bujuk Gita.
Pijatan itu awalnya pelan… pelan… namun satu kali hentakan kaki Gea seakan bergeser.
"Aduhhhh……," teriak Gea histeris.
"Ini sakit sekali Bi, apa Bibi mau mencoba membunuhku?" Teriak Gea, namun saat dia menggerakkan kakinya, dia tidak merasakan sakit lagi, "loh.. kok udah gak sakit?" Gea merasa heran.
"Itulah hebatnya Bi Mina, iya kan Bi?" Puji Gita sambil mengangkat jempol tangannya.
"Iya dong Bu, sudah gak sakit kan Den?" Tanya Bi Mina meyakinkan.
Drama malam itu pun selesai, Gea bisa tertidur nyenyak setelah seharian dia tersesat tidak tahu jalan pulang.
Flashback
Gea berteriak meminta tolong, namun tidak ada yang mendengar teriakan Gea hingga Gio menemukannya, membantunya berjalan dan beristirahat terlebih dahulu karena mereka sama-sama lelah, bahkan Gea sempat makan dulu sambil meringis kesakitan. Ya… perut Gea juga sakit dan perlu diisi makanan agar bertenaga.
Setelah Gea kuat berjalan meski dengan pincang dan dia dibantu Gio, mereka pun bisa menyusuri jalan itu sampai ke villa, sepertinya jalan yang dilewati Gea memang jalan yang jarang dilalui orang, membuat mereka harus berjuang berdua, ditambah hari yang mulai gelap, tentu saja suasananya semakin sepi dan bahkan tidak ada orang.
Lalu kemana Pak Denis? Entahlah… mungkin dia mencari ke arah lain.
Flashback off
***
Keesokan harinya Gea masih belum bisa berjalan normal, membuat satu keluarga itu hanya menikmati liburan di dalam villa. Berenang sepuasnya, berfoto, dan juga melakukan piknik di halaman belakang.
__ADS_1
Denada yang merangkak tak sengaja menindih kaki Gea, "aww… adek kecil, adek manis jangan kena kaki kakak ya..!" Ucap Gea dengan wajah sedih dan memohon pada sang adik, membuat yang lain malah tertawa termasuk Denada.
Gio pun mengangkat adik balitanya dari atas kaki Gea, "udah ya.."
"Aku mau dong roti isi itu, Gio ambilin ya..!" Gea
"Hmm, tanganmu kan gak sakit, ambil aja sendiri..!" Gio menolak.
"Tetep aja susah geraknya Gio…," keluh Gea.
Gita menatap ke arah Gio lalu mengangguk, membuat Gio mengalah dan bahkan menyuapi adiknya hari itu. Manja banget sih… batin Gio
Namun tak berhenti disitu, Gea meminta Gio mengambilkannya minum, memintanya membantu berjalan ke kamar.
"Udah sampe ya di kamar, gue mau ngajak main Denada lagi." Gio
"Tapi… aku mau cemilan dan tolong antarkan ke kamarku..!" Pinta Gea.
"Astaga, apa nanti Lo akan minta gue mandiin Lo juga?" Tanya Gio dengan kesal.
"Hahaha, boleh.. ini kan tubuh kamu juga." Gea
Gio pun pergi tanpa menoleh, dia dengan segera mengambilkan apa yang diinginkan sang adik, setelah itu dia menjaga adik balitanya bermain bersama Bi Mina, karena ibunya ingin pergi ke pasar meski hari mulai siang.
Bi Mina yang sibuk membereskan peralatan piknik tadi dan berniat mencuci piring, tentu saja membuat Gio harus menjaga adiknya sendirian, sementara kakek dan neneknya sudah kembali ke kota bersamaan dengan sang ibu yang berangkat ke pasar.
"Nada kamu diam ya.. jangan kemana-mana..! Ini mainan Kamu banyak kan disini.." ucap Gio yang kini bahkan menguap, dia merasa ngantuk sekali.
Tanpa terasa Gio pun tertidur, membiarkan Denada bermain sendirian, balita yang sudah merangkak itu pergi meninggalkan kakaknya yang tertidur di lantai kamar milik ibu dan ayahnya.
__ADS_1
Bersambung....