Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Villa


__ADS_3

Mobil pun diputar balik oleh Reza, "Mamah kok bisa lupa sih?"


"Memangnya Papah ingat? Kalau sama-sama lupa diem aja deh Pah...!" Ucap Gita yang mampu membuat suaminya diam, bahkan Gea dan Gio yang ingin protes pun mengurungkan niatnya.


Si kembar juga lupa, karena biasanya mereka akan berlibur berempat, mereka tidak ingat dengan anggota keluarga baru yang seharusnya ikut berlibur juga.


Sesampainya di Rumah, ternyata bi Mina sedang kebingungan mencari semua majikannya yang tiba-tiba hilang.


"Denada, maafin Mamah ya…," ucap Gita lalu menggendong anaknya itu.


"Ibu berangkat gak bilang-bilang sih," keluh Bi Mina.


"Kesenengan bi," jawab Reza.


Bi Mina sampai menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Bibi ikut aja ya, disana aku pasti kewalahan jagain Denada sendirian..!" Gita


"Beneran Bu?" Tanya Bi Mina kegirangan, "untung non Denada ketinggalan." Ucap bi Mina pelan sambil tersenyum.


"Bibi ngomong apa?" Tanya Gita yang bisa mendengar perkataan asistennya meski pelan.


"Gapapa Bu, saya siap-siap sebentar ya Bu..! Ingat jangan ditinggal seperti non Denada ya Bu …!" Ucap bi Mina sambil berlari menuju kamarnya.


Sementara Gea dan Gio tertawa melihat tingkah Bi Mina.


Mereka pun berangkat tanpa ada orang yang tertinggal lagi, malah ditambah satu personil lagi. Bi Mina begitu senang, Gita tak masalah asistennya ikut, karena bi Mina sudah lama bekerja pada keluarga Baskoro.


***


Sesampainya di villa, mereka merasakan udara yang sangat berbeda, udara dingin, sejuk sekali bahkan pemandangan yang begitu indah, sepanjang mata memandang mereka melihat perkebunan teh. Hijau.. hijau .. hijau..


Begitu melimpahnya oksigen disana, Gio yang berangkat dengan hanya baju tipis, dia kini bergegas masuk ke dalam villa karena kedinginan.


Denada juga segera dibawa masuk, takut kalau dia belum terbiasa dengan cuaca baru. Sementara Gea tampak sangat menikmatinya, dia bahkan sudah siap dengan baju tebal dan perlengkapan lainnya, dia bersiap-siap mencari tempat yang bagus untuk berfoto.

__ADS_1


Cekrek…


Saat Gea melihat hasil jepretan yang diambil Bi Mina, dia mengeluh karena dia baru sadar kalau yang ada di handphone nya adalah foto Gio.


"Padahal aku sudah membayangkan wajahku yang cantik dan pemandangan indah," keluh Gea.


"Gimana Den, bagus kan? Ko malah sedih gitu, apa foto yang diambil bibi jelek?" Tanya Bi Mina. 


"Gak kok Bi, ayo kita masuk..!" Ajak Gea, dia mempunyai ide lain.


Mereka makan siang dengan sup ayam, mereka ingin makanan berkuah dan hangat karena cuaca yang dingin, mereka yang lapar menyempatkan membeli makanan di dekat villa mereka. Meski tempat itu jauh dari keramaian seperti di ibu kota, namun tempat itu dekat dengan tempat wisata jadi banyak penjual makanan disana.


Setelah selesai menghangatkan perut, Gea menarik tangan Gio masuk ke dalam kamar. Menyuruh Gio memakai baju yang bagus menurutnya, "pakai yang ini aja, ini bagus Gio..!" 


"Ini ajalah, bajuku lebih nyaman," jawab Gio yang tidak mau memakai baju perempuan.


"Gio… sebentar aja please …. Aku hanya ingin mengabadikan fotonya," Gea memohon pada sang kakak.


"Hmm, oke sebentar saja," Jawab Gio dengan malas.


Cekrek


Cekrek


Cekrek


"Udah belum?" Tanya Gio.


"Bentar lagi, coba tangan kamu angkat Gio , kamu gayanya kaku banget sih, nih kaya gini nih..!" Gea memberi contoh pada Gio, namun Gio malah tertawa


"Kamu ngetawain aku?" Keluh Gea kesal.


"Gue ngetawain diri gue sendiri kok, bener kan?" Gio


"Iya sih.." Gea.

__ADS_1


Gea mengupload foto-foto itu ke sosial media, banyak komentar yang membanjiri akun milik Gea dan Gio.


Termasuk Cantika dan Mirna yang seakan ingin pergi menyusul mereka, namun Mirna sedang liburan di Bali membuatnya tidak bisa pergi, sementara Cantika yang teringat jika dia punya saudara di daerah sana, dimana Gea dan Gio berada, Cantika bersiap merengek pada kedua orang tuanya untuk pergi berlibur kesana.


Gea melanjutkan kegiatannya, dia ikut berkebun. Karena di dekat villa ada strawberry Gea memanen buah yang sudah matang, memasukan buah itu ke dalam keranjang, sementara Gio berjalan dibelakang Gea.


"Gio, kita buat jus aja ya? Kayaknya enak deh, seger." Gea


"Hmm, iya … pilih yang besar, merah dan manis..!" Gio


"Aku bisa memilih yang bagus, tapi aku tidak yakin kalau buahnya manis," Jawab Gea sambil memilih dan memetik buah itu.


"Makanya Lo cobain dulu..!, baru deh tau kalau itu manis." Gio 


Saat Gea ingin menaruh buah yang dipetik, dia melihat isi keranjangnya yang malah berkurang bukannya bertambah banyak.


"Kemana perginya strawberry-strawberry ku?" Gumam Gea heran.


"Ke perut gue lah, hehehe…," jawab Gio yang bahkan masih memegang beberapa buah lalu memakannya.


"Gio…," teriak Gea yang kesal.


Gea mengejar Gio sekuat tenaga, dia berharap bisa menangkap Gio dan memukul sepuasnya. Gio jatuh, membuat Gea berhasil menangkapnya, dia malah mencubit tubuh Gio terus menerus.


"Stop Ge, gue nyerah deh…, biar gue yang memetik buahnya, gimana?" Gio


"Oke, aku juga yakin sebentar lagi kamu sakit perut karena memakan buah yang belum dicuci dan hasil curian." Gea


"Astaga, apa itu sebuah doa? Mencuri, yang benar saja?" Ucap Gio memandang Gea dengan tatapan kesal.


Mereka menghabiskan waktu di kebun hingga sore hari, mereka pulang membawa buah strawberry yang banyak.


Namun saat mereka sampai di villa, mereka tidak bisa menemukan satu orangpun di dalam villa.


"Kemana perginya semua orang?" Gea tampak bingung, namun Gio pergi menuju kamarnya tanpa rasa ingin tahu.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2