Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Memohon


__ADS_3

Gea ambruk di dalam kelas, dia pingsan dan langsung ditolong oleh beberapa temannya, ada Haikal, Brian, Daniel, dan Andi. Mereka membawa tubuh yang sudah tak sadarkan diri itu ke ruangan UKS.


Gea kelelahan, selama berturut-turut dia berlatih basket bersama Gio, dia juga tak terbiasa makan banyak, bahkan dia hanya sarapan susu hangat saja.


Itu membuat badannya tidak kuat dengan aktivitas yang banyak. Apalagi memang jika dia menjadi Gio, dia akan banyak melakukan aktivitas seperti main basket, berlarian dengan Haikal, dia tidak diam selama tinggal di tubuh saudara kembarnya itu.


Biasanya Gea kalau libur, dia akan diam di kamarnya, belajar dan menonton film kesukaannya, atau hanya sekedar memasak bersama ibunya.


Kabar tentang Gea pun terdengar oleh Gio, dia langsung menemui adiknya, menemaninya selama di UKS.


"Lo kenapa sampe sakit gitu? Kita pulang aja ya, gue minta izin sama guru dulu..!" Gio


"Aku gapapa, iya.. rasanya aku juga ingin pulang," Gea menjawab dengan suara lemah.


Gio pergi untuk meminta izin lalu dia menghubungi ibunya, 20 menit kemudian Pak Denis sudah ada di parkiran, Gio membantu Gea berjalan menuju parkiran. Selama didalam mobil Gio memaksa adiknya itu untuk makan walau hanya sedikit, dia juga menyempatkan membeli teh manis hangat di kantin sekolah.


"Makasih ya… " Gea


"Iya, lo jangan keseringan sakit, kan ngerepotin," ucap Gio, namun jauh di lubuk hatinya, dia mengkhawatirkan adiknya, itu omelan tanda sayang dari seorang kakak.


"Iya, hehehe… ," jawab Gea sambil tersenyum lalu menyandarkan kepalanya ke bahu kakaknya itu.


Meski sakit, Gea senang akhirnya dia bisa diperhatikan oleh kakaknya, bisa dekat dengan kakaknya.


Sesampainya di rumah, ternyata Gita sudah menunggu dengan cemas di depan pintu. Saat melihat si Kembar datang, ibu itu langsung menghampiri anak lelakinya, memeriksa suhu tubuhnya, dan ternyata demam.


Gita dan Gio membantu Gea berjalan sampai ke kamarnya, membaringkannya di ranjang. Gita memanggil dokter pribadi ke rumah untuk memeriksa Gea.


"Gio, biasanya fisik kamu sehat dan jarang sakit, kamu kenapa, apa kelelahan?" Gita


Aku Gea Mah, aku butuh pelukan disaat aku sakit, menemnai aku sepanjang hari, dan biasanya Mamah selalu seperti itu, kenapa saat aku menjadi Gio sangat berbeda sekali? Pikir Gea

__ADS_1


"Iya Mah, aku sepertinya kelelahan karena pertandingan basket yang akan diadakan Minggu depan." Gea


"Jangan terlalu memaksakan diri Gio! Latihan terus tapi pas mau pertandingan malah sakit. Hmm…" Gita


Setelah diperiksa dokter, Gea makan lalu minum obat, dia tertidur lelap sekarang.


Gio memperhatikan adiknya, adiknya memang terbilang sering sakit jika dibandingkan dengan dirinya, Maafin Gue ya Ge, gue harus bisa mencari cara agar kita bisa kembali ke tubuh kita yang semula. Pikir Gio


*


*


lll


*


Seminggu berlalu keadaan Gea mulai membaik, namun dia tidak diperbolehkan main basket oleh orangtuanya mengingat keadaan yang masih lemas.


"Maaf ya Gio, aku gak bisa main basket gantiin kamu, walaupun aku ikut aku gak yakin aku bisa memenangkan lomba itu buat kamu." Gea


Gio berangkat sendirian, rasanya dia ingin pergi membawa motornya, namun dia hanya bisa menatap sekilas dan masuk ke dalam mobil yang sudah siap berangkat.


"Pak cepetan ya! Ngebut aja Pak!" Gio


"Nanti ibu Gita marah lagi, gak ah Non." Pak Denis


"Tenang aja, aku gak bakalan bilang sama Mamah, ini rahasia kita, cepetan!" Gea


Mobil itu melaju cukup kencang, Gio juga berangkat lebih awal, dia tidak ingin mengalami kemacetan di pagi hari.


Saat dia sampai, dia berniat menemui Pak Agus namun ternyata guru olahraga itu belum sampai, Gio menunggu didepan ruang guru, dia duduk disana sendirian.

__ADS_1


Tiba-tiba ada yang duduk disebelahnya.


"Ge kamu lagi nunggu siapa? Oh iya saudaramu masih sakit? Aku udah lama gak lihat dia." Arif


Gio menatap Arif sekilas, ini anak modus terus. Pikir Gio


"Lagi nunggu Pak Agus, emm iya Gio sakit sudah hampir seminggu, dia udah baikkan ko tinggal lemesnya aja, dan gak perlu dijenguk." Gio


Deg


Padahal Arif berniat menjenguk saudara gadis itu hanya untuk sekedar bisa bersama Gea.


Apa Gea benar-benar tidak suka padaku? Pikir Arif


"Em, iya mudah-mudahan cepet sembuh ya..!" Arif


Arif pun terpaksa pergi karena lengannya dia ditarik oleh Bianka, gadis menyebalkan itu tidak mau melihat Gea bersama Arif, dia selalu menginginkan apa yang dimiliki Gea karena rasa irinya , dia bahkan mengincar Arif juga, Gio yang tidak mau adiknya itu selalu mendapatkan masalah karena Bianka, Gio lebih memilih mengacuhkan Arif, meskipun Gea menyukainya.


Dasar cewek gatel, pikir Gio


Hingga orang yang ditunggu Gio akhirnya datang juga, Gio menyapa guru olahraganya itu dan meminta waktu untuk berbicara dengan Pak Agus.


"Duduk..! Hmm, bagaimana keadaan Gio? Apakah dia bisa ikut bertanding lusa?" Pak Agus


"Masih lemas Pak, sepertinya Gio tidak bisa mengikuti pertandingan, saya mewakili Gio meminta maaf kepada Bapak dan teman-teman tim basket lainnya karena telah membuat kalian kecewa, hmm.. dan apakah saya bisa menggantikan Gio di pertandingan nanti?" Gio


"Apa? Jangan bercanda." Pak Agus 


"Saya serius Pak, Bapak bisa tes dulu kemampuan saya..!." Gio


"Sudahlah, kamu tidak usah merasa bersalah karena kakak kamu, saya akan mencari pemain penggantinya." Pak Agus

__ADS_1


"Tapi Pak, saya mohon …," kini Gio berlutut, memohon dan berharap Pak Agus menyetujui usulnya.


Bersambung….


__ADS_2