Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Undangan


__ADS_3

Bianka begitu yakin kalau dia bisa membuat Lili kembali menjadi pesuruhnya. Dia duduk di kursinya karena sudah ada guru yang masuk berbarengan dengan kedatangan Gio.


Gio duduk dan menatap Lili, gadis itu tersenyum pada Gio, sepertinya hati Lili sedang senang saat ini.


Hari ini Lili dan Gio bahkan pergi ke kantin bersama, gadis itu sudah mengabaikan Bianka, benar-benar sudah tidak seperti kemarin yang seakan takut jika Bianka tersinggung sedikit saja.


Bianka tiba-tiba mendekati mereka dan memberikan kartu undangan ulang tahun pada Lili dan Gio.


"Nih, kalau mampu ya Dateng kalau gak mampu mendingan jangan deh, karena nanti tamu-tamu gue orang berkelas doang. Hmm…," Bianka


"Males banget dateng ke pesta Lo, ogah." Gio


Namun Lili menerimanya, dia mengambil dua undangan itu, Gio bahkan sempat melarangnya namun Lili mengedipkan sebelah matanya, sepertinya dia mempunyai rencana lain.


"Berani juga Lo ngambil undangan ini, awas jangan sampe Lo berakhir malu saat datang! Ups, hahaha…," Bianka


Bianka pergi dengan masih tertawa, membuat Gio geram.


"Gue timpuk juga tuh anak pake sepatu gue, kesel gue." Gio


"Hahaha, udah biarin aja. Dia belum dapet karmanya aja, makanya masih bisa ketawa." Lili


"Bener Li, mudah-mudahan dia segera kena ajab." Gio


"Hahaha … kayak film aja." Lili


"Kamu beneran mau Dateng Li?" Gio


"Entahlah, kalau kamu mau sih aku bakalan ikut, apa kita rebut aja pestanya, kamu lebih cantik ko dari dia Ge? Hmmm … " Lili menatap Gio dengan senyuman liciknya.


"Maksud kamu?" tanya Gio sedikit bingung.


Lili membisikan rencananya, berharap sahabatnya itu setuju dan mau membuat gadis sombong itu berhenti untuk menyombongkan diri lagi.


Gio mengangguk-ngangguk seakan mengerti dan setuju.


"Gimana?" Lili


"Rencana yang bagus, cuma… aku pikirin dulu deh, sebenernya males aja Dateng ke pesta dia." Gio


"Oke, kamu bisa hubungi aku nanti sore kalau mau." Lili

__ADS_1


"Oke siap." Gio


***


Untung saja hari ini tidak ada latihan basket, Gio bisa pulang lebih awal, namun Gea memilih membantu Lili mengerjakan hukuman membersihkan toilet yang belum berakhir, karena masa hukuman itu selama seminggu penuh.


Pak Denis mengantar Gio pulang lalu kembali ke sekolah menunggu majikan mudanya satu lagi yang belum pulang.


Lili mencuri-curi pandang pada Gea yang dipikirnya Gio itu. Lili merasa kalau Gio menyukainya karena dia selalu membantunya, padahal itu adalah Gea, Gea merasa harus selalu ada saat sahabatnya kesulitan, Gea juga beralasan menggantikan kembarannya membantu Lili karena ada urusan penting.


Lili seolah caper, dia beberapa kali dengan sengaja menjatuhkan sapu, Lili berpura-pura tak sengaja memegang tangan lelaki yang akan mengambilkan sapu untuknya, jantung Lili berdetak lebih kencang, sementara Gea bertanya-tanya dalam hatinya.


Lili kenapa sih? Dia kaya gak fokus gitu. Pikir Gea


Sepertinya aku suka deh sama Gio, apa aku cerita aja ya sama Gea? Tapi kalau bertepuk sebelah tangan kan aku malu. Pikir Lili


Gadis itu memilih memendam perasaannya. Mengagumi dalam diam, menyimpannya rapat-rapat karena takut kecewa.


***


  


Sesampainya dirumah, Gea langsung menghampiri Gio di kamarnya, saudaranya itu sedang enak-enakan tidur siang.


"Apapun sih Ge? Gue masih ngantuk." Gio


"Kamu kan jadi aku, harusnya kamu bantuin Lili, malah pulang duluan sih, gak setia kawan tau gak?" Gea


"Gue bener-bener capek hari ini, kemarin gue kan bantuin dia." Gio


"Oh iya, kata Lili ada undangan ulang tahun dari Bianka, kamu dateng aja Gio, biar aku yang dandanin kamu secantik mungkin, bila perlu aku akan minta Mamah buat manggil MUA kemari." Gea


"Emangnya gue mau nikah apa?" Keluh Gio, dia malas meladeni Gea , apalagi harus didandani segala, rasanya Gio semakin malas dan enggan untuk pergi, nalurinya mengatakan jika dia ingin terlihat tampan bukannya cantik, Gio merebahkan tubuhnya kembali.


"Gio, bukan gitu maksud aku, dengerin aku dulu dong Gio! Jangan tidur lagi!" ucap Gea yang kembali menggoyangkan tubuh saudaranya itu.


Gea kesal karena Gio tak meresponnya lagi, dia memilih pergi, dia berniat mengganti pakaian lalu makan.


***


Sore itu Gea merasa senang karena nenek dan kakeknya datang berkunjung, sebenarnya mereka tidak hanya datang untuk menemui cucu-cucunya. Mereka datang untuk membahas bisnis dengan keluarga Lili yang dibicarakan ibu si kembar.

__ADS_1


"Mah, ngomongin apa sih serius banget?"Gea 


"Masalah bisnis, biasalah.. hehe" Gita 


"Ini kan dirumah Mah, bukan di kantor," protes Gea, dia sebenarnya ingin diperhatikan mereka, karena dari tadi Gea merasa diacuhkan.


"Sebentar ya, ini masalah teman kamu juga si Lili , kan kamu sama Gea yang meminta Mamah bantuin dia." Gita


"Oh itu, iya Mah aku harap Lili bisa terbantu dan bisa keluar dari masalahnya, aku gak tega liat dia di bully sama si nenek sihir itu." Gea


"Nenek sihir, siapa Gio? Jangan bilang kalau kamu ngatain Nenek? Hmm .." tanya Hanna (nenek si kembar) yang tak sengaja mendengar kata nenek sihir, Hanna sepertinya baper kala mendengar kata nenek disebut. hehe


"Ampun Nek, bukan nenek kok, iya kan Mah?" Tanya Gea pada ibunya dengan mata memohon.


"Hahaha, iya Mah bukan ngatain Mamah kok, tapi ngatain temennya yang kaya nenek sihir, hehe…" Gita


"Oh…, " ucap Hanna lalu kembali membahas bisnis itu dengan suaminya.


Sementara Gita mengobrol dengan Gea, Gita membahas siapa sebenarnya Bianka itu, dan itu benar-benar membuat Gea kaget sekaligus tertawa.


"Haha, jadi Bianka itu beneran anak adiknya om Surya? Aku bisa bayangin deh wajah malunya saat dia tahu siapa nenek dan kakek aku Mah." Gea


"Ssttt… ini masih rahasia oke, jangan kasih tau Gea dulu..!, kamu ke kamar dulu ya, Mamah mau membahas bisnis dulu, nanti kamu bete lagi..! " Gita 


Ini Gea Mah, jadi bukan rahasia lagi kan? Hehe. batin Gea 


Gea mengangguk lalu pergi ke kamarnya dengan bahagia seakan mendapatkan kartu As untuk mempermalukan Bianka.


Gea mencari ponselnya dan menghubungi Lili lewat pesan, ya..dia tidak mungkin menelpon sahabatnya dengan menggunakan suara Gio bukan?.


Mereka begitu asyik bertukar pesan, sementara Gio di kamarnya sudah bangun dan mulai mandi dan juga bergegas makan karena perutnya sudah protes minta makan.


***


Ketika hari mulai gelap, Gea pergi ke kamar Gio dan memaksanya memakai baju pilihannya.


"Kamu apa-apaan Ge? Gue gak mau pergi, jangan maksa oke!" Gio


"Harus ikut, kan kamu juga teman dia, aku juga udah bawa orang yang ahli dalam merias dan memilih baju serta aksesoris yang cocok, pokoknya kamu tenang aja oke..!" Gea


Gio tidak bisa menolak karena dia dihadapkan dengan 3 wanita sekaligus.

__ADS_1


ini nih, gue males kalau ngadepin cewek-cewek. Batin Gio 


Bersambung…


__ADS_2