Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Diculik


__ADS_3

Ternyata video itu adalah video tentang Geri saat sedang merokok di halaman belakang sekolah, video dimana Geri sedang mabuk dan memukuli Keenan dan juga Gio, dan banyak hal buruk lainnya termasuk masa lalu Geri saat di SMP.


Geri memang anak yang cerdas namun dia sering berulah karena ingin mendapatkan perhatian ayah dan ibunya. Dia anak broken home yang kesepian namun tindakannya yang salah yang merugikan orang lain itu tidak bisa dibenarkan.


Bahkan Geri yang sudah melihat isi video itu, dia kini sedang bersembunyi di toilet sekolah, diam tak bersuara. Dia mengutuk orang yang menyebarkan video tentang dirinya.


Dia menelpon ayahnya untuk meminta bantuan dengan mengirim ayahnya pesan singkat, karena jika lewat telepon dia takut ada orang yang mendengarnya.


(Pah, tolongin Geri… Papah bisa kan menyelesaikan masalah video yang lagi viral ini?) Geri


(Kamu selalu saja membuat masalah Geri, ini terakhir kali papah bantuin kamu, setelah ini papah tidak akan peduli lagi sama kamu.) Ayah Geri


Sial, papah malah marah lagi, biasanya juga tidak seperti ini. Pikir Geri 


Geri menunggu di toilet sampai jam sekolah berakhir, hingga keadaan lumayan sepi dia berani keluar darisana, dia tidak sanggup menghadapi semua siswa sekolah favorite.


Lelaki itu begitu terburu-buru pulang, sudah ada sopir yang menunggunya diluar gerbang sekolah.


Sesampainya diruamah sudah ada ayah dan ibu tiri menyambutnya, dengan tatapan kesal mereka langsung memarahi Geri.


"Kamu itu anak tidak tahu diuntung, selalu saja membuat masalah dan Papah selalu menutupinya, untuk kasus kali ini lawan kita bukan orang sembarangan, Papah bahkan terancam kehilangan pekerjaan Papah, kalau sekali lagi kamu berulah sebaiknya kamu cari saja ibumu yang entah dimana keberadaannya." Ayah Geri 


"Sudah ku bilang kan Mas, Geri itu tidak akan pernah berubah, cuma nyusahin aja. Pintar sih pintar tapi kalau bikin pusing setiap hari tetep aja bikin susah." Ibu tiri Geri 


Geri menunduk, dia memang takut dengan ayahnya yang pemarah, dia mengaku bersalah di depan ayahnya dan kemudian pergi menuju kamarnya.


***


Kepala sekolah favorite juga merasa tidak senang dengan tersebarnya video salah satu siswa di sekolahnya. Dia teringat ucapan Reza yang sempat datang dan langsung menghubungi ayah Geri untuk memintanya melakukan sesuatu agar video itu bisa diklarifikasi dan bisa dihapus dari media sosial.


Namun ayah Geri mengaku jika dia tidak bisa melakukan apapun karena yang menyebarkan video itu seseorang yang sangat berpengaruh di kota ini.

__ADS_1


Ayah Geri juga kewalahan, dia tidak bisa melindungi anaknya kali ini yang besar kemungkinan akan terjerat kasus hukum dan dimasukan ke penjara khusus Anak karena dia masih berumur 17 tahun.


Tiba-tiba ayah Geri mendapatkan telepon dari seseorang.


"Maaf Pak, sepertinya video itu sudah dipatenkan oleh seseorang, saya tidak bisa menghapusnya, saya juga berusaha menerobos sistem tapi tetap saja tidak bisa ditembus dan dihapus, saya menyerah Pak, anda bisa mencari orang lain yang lebih ahli." 


"Aku sudah membayar mahal kenapa kamu masih bilang tidak bisa? Apakah bayarannya kurang hah?" bentakAyah Geri.


"Maaf, sebaiknya anda mencari orang lain, dan yang pembayaran kemarin akan saya kembalikan ke rekening anda."


Tut


Telepon itu pun ditutup membuat ayah Geri semakin murka.


"Astaga, sebenarnya siapa lelaki yang kemarin datang kemari, seberapa hebatnya dia sampai aku tidak bisa menyentuhnya?" Gumam ayah Geri.


Jika aku tidak bisa menyentuh keluarga itu, mungkin aku bisa menyerang orang terdekatnya. Pikir ayah Geri


Kali ini pasti aku menang dan bisa membalikan keadaan. pikir ayah Geri


***


Keesokan harinya Geri enggan untuk pergi ke sekolah, dia tidak mau menjadi bahan cemoohan teman-temannya, dia tidak mau dipermalukan karena dia sudah terbiasa disanjung dan dipuja.


Sementara Gea seperti biasanya dia sudah bersiap pergi ke sekolah, meninggalkan Gio yang merasakan sakit ditubuhnya.


Namun Gio menahan Gea saat dia akan pergi, "ini ambil! Buat jaga-jaga aja..!"


Gea mengambil benda itu dan memasukkannya ke dalam tasnya. Dia juga merasa harus waspada apalagi tidak ada kembarannya di sisinya, dia harus bisa menjaga dirinya sendiri.


Suasana di sekolah sangatlah berbeda dari sebelumnya, disana ada beberapa orang tua yang mendemo untuk meminta pertanggung jawaban, ternyata itu adalah orang tua korban dari sikap Geri yang tak terkendali.

__ADS_1


"Kenapa mereka malah demo disini? seharusnya didepan rumah anak itu saja!" Gumam Kepala sekolah.


Kepala sekolah menghampiri pendemo dan memberikan alamat Geri agar mereka pergi dari depan sekolah miliknya.


Keadaan di dalam sekolah juga tak kalah ramai, ada beberapa siswa yang memenuhi kelas Geri berharap bisa menemukannya di sana , namun Geri memang tidak masuk hari ini.


"Mana berani dia datang ke sekolah, iya kan Li?" Gea


"Iya pasti malu banget, mereka cuma buang-buang waktu saja menunggu dikelasnya." Lili


Mereka berdua langsung berpisah dan masuk ke kelas masing-masing.


***


Ketika pulang sekolah, Gea menunggu kedatangan mobil yang biasa menjemputnya ditemani oleh Lili.


"Ge, aku temenin ya? Tumben jemputan kamu telat." Lili


"Iya, tadi sih bilangnya bannya bocor, mungkin lagi ganti ban baru dulu, yaudah nanti kamu sekalian ikut mobilku saja, aku anterin kamu sampe rumah." Gea


"Oke, sampe rumah aku kan? hehe .." Lili


"ya iyalah, masa sampe rumah orang. hahaha..." Gea


Mereka yang mulai kehausan karena menunggu cukup lama akhirnya mereka pergi mencari minuman di dalam sekolah namun gerbangnya saja sudah ditutup, mereka mencari ke seberang jalan dan menelusuri tempat itu untuk mencari penjual minuman, tak disangka belum juga berhasil minum, ada beberapa orang yang tiba-tiba memaksa mereka masuk ke dalam mobil.


"Lepaskan!" Teriak Gea


"Apa mereka penculik?" Tanya Lili pada Gea yang membuat keduanya panik dan berpikiran negatif.


Mulut mereka langsung ditutup kain oleh para penjahat karena tak ingin mereka berteriak lagi.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2