
Gio yang duduk di ranjang, melihat ke arah pintu dan melihat jika ada Lili disana, Gio kaget karena takut gadis itu mengetahui rahasia mereka.
"Lili…" Gio
Gea pun ikut menoleh ke arah pintu, dia bisa melihat sahabatnya yang sepertinya telah menguping pembicaraan mereka. ingin rasanya Gea dengan segera menjelaskan semuanya, namun dia mengurungkan niatnya saat Lili mengajak Gio berbicara.
"Aku nyariin kamu Ge, aku malah ditinggal sendirian sih," keluh Lili
"Oh iya Li, maaf ya aku ngobrol dulu sama Gio tadi, tapi udah ko, ayo kita ngobrol di kamar aku aja..!" Ucap Gio yang kini berdiri berniat pergi dari kamar Gea.
Gio menatap Gea dan tersenyum seakan memberi kode kalau rahasia mereka sepertinya aman.
Lili berjalan menuju kamar Gio yang serba pink itu, dia duduk ditepi ranjang.
Lili denger gak ya pembicaraan gue sama Gea? Tapi… walaupun dia menguping, gue yakin dia tidak akan mempercayainya. Pikir Gio
Karena Lili tidak memperlihatkan perubahan yang aneh, Gio yakin jika Lili tidak sempat mendengarkan pembicaraannya dengan kembarannya tadi.
"Ge, liat deh, film ini terakhir kali aku nonton bareng sama kamu waktu kita kelas berapa ya? Hmm, ko aku mendadak lupa." Lili
"Hehe aku juga gak ingat Li. Hehe…" Gio
"Hehe… iya tapi ini ke 3 kalinya kita nonton film yang sama. Oh iya kamu tau gak pemain favorit kamu itu bakal main film baru lagi loh." Lili
"Benarkah? Iya, nanti aku pasti akan nonton." Gio
Astaga, gue gak ngerti dengan apa yang dibicarakannya, mana gue tau aktor kesukaan si Gea apa, film yang dia suka sih drakor tapi gue gak tahu sama sekali, males juga nonton begituan, lebay. Batin Gio
Namun saat Lili memutar drama Korea tentang kedokteran yang memang menginspirasi Gea untuk bercita-cita menjadi seorang dokter. Gio begitu antusias, dia menonton dengan fokus bahkan mengabaikan pertanyaan Lili.
__ADS_1
Astaga, aku dicuekin, kebiasaan Gea sih gitu kalau nonton drakor dokter-dokteran gini. pikir Lili
Ternyata seru juga ya, ilmu nya dapet nih nonton beginian, daripada sinetron ku menangis yang sering ditonton Nenek. Pikir Gio
Ya, Hanna terkadang menonton drama rumah tangga saat menginap dirumah ini, bahkan sampai menangis sendirian, membuat Gio tidak suka dengan drama sinetron yang bisa membuat neneknya menangis bahkan dimalam hari, membuat dia sedikit merinding saat belum tahu kalau yang menangis itu neneknya.
Gio juga sempat panik, namun saat dia tahu neneknya menangisi sinetron, dia sudah tidak cemas lagi saat mendengar neneknya menangis sendirian di depan televisi.
Pernah suatu hari, Gio yang tak tega melihat neneknya menangis, dia mematikan televisinya dan itu malah membuat neneknya marah bahkan menangis lebih kencang lagi, sungguh serba salah bukan?.
Saat melihat Gea yang suka drama Korea pun, membuat Gio tidak suka, karena Gea menonton dengan berteriak kencang karena mengidolakan salah satu pemainnya, dia akan teriak histeris membuat Gio kesal karena suara yang berisik.
Namun dia baru tahu jika drama Korea ada berbagai macam pilihan tidak selalu tentang drama percintaan, tapi ada aksi, misteri, horor dan lain-lain. Itu membuat Gio semangat menonton.
"Ge, kamu masih kuat nonton? Aku ngantuk nih. Aku tidur sebentar lalu nanti sore aku pulang." Lili
"Iya kamu tidur aja Li, masih seru nih." Gio
Tok
Tok
Tok
Namun Gio yang fokus enggan untuk bangkit hanya sekedar membukakan pintu.
Ceklek
Gea melihat ke sekeliling kamar itu, dia lega melihat Lili yang sudah tertidur.
__ADS_1
"Ya ampun, katanya kamu gak suka drama Korea Gio, bahkan kamu selalu mengomel saat aku menonton. Hmm…. " Gea
"Hehe, ini beda Ge , yang ini seru, apalagi pas di operasi, ilmunya kan bermanfaat Ge." Gio
"Iya-iya, oh iya gimana soal Lili, apa dia tahu rahasia kita?" Gea
"Sepertinya tidak, dia tidak melakukan hal aneh, dia masih sama, menganggap gue itu Lo. Gak usah dipikirin, dia gak tahu, kalau pun dia sempat denger kita bicara tadi pasti Lili gak akan percaya." Gio
Akhirnya Gea ikut menonton disana, meski dia sudah memutar film itu beberapa kali namun dia tetap menyukainya. Apalagi kalau temanya kedokteran.
Lili terbangun saat alarm ponselnya berbunyi, Gio mengajaknya makan terlebih dahulu.
"Makan yang banyak ya Li..!, liat tuh Gea aja sekarang makannya banyak, gak pernah diet-diet lagi, hehe…" Gita
"Uhuk… uhuk… " Gea tersedak saat dia sadar kalau Gio tidak menjaga pola makannya.
Gea mengambil minumannya dan langsung meneguknya, lalu dia memperhatikan tubuhnya sendiri yang kini ada didepannya, tubuh yang sedikit berisi, pipi yang mulai mengembung, dia terlihat chubby sekarang.
makin lama Gio diam ditubuh aku, bisa-bisa tubuh aku berubah seperti bola yang buat, aku gak boleh tinggal diam. batin Gea
"Hati-hati dong Gio, pelan-pelan makannya, kamu gapapa kan?" Gita menghawatirkan anaknya yang tersedak.
"Gapapa ko Mah." Gea
Setelah acara makan selesai, Lili diantar pulang oleh sopir keluarga Gita. Sepanjang jalan gadis itu menatap jalan tanpa bersuara sedikitpun, pikirannya sibuk memikirkan sesuatu.
"Apa benar mereka bertukar tubuh? Gak masuk akal sih, tapi… aku merasa memang benar begitu karena sifat mereka sepertinya tertukar," gumam Lili pelan.
Hati dan pikirannya sedang berperang, antara percaya dan tidak percaya dengan semuanya.
__ADS_1
Bersambung....