
Reza menoleh ke arah sumber suara, dia dapat melihat kedua anaknya yang sedang menatap dia dengan mata penuh amarah.
"Ka-kalian, kalian sedang apa disini?" Tanya Reza dengan keterkejutannya.
"Ya makan lah Pah, ada juga Papah ngapain disini berduaan sama Tante Meta pake dempet-dempetan begitu? Mamah nungguin papah dirumah dari tadi." Gea
Reza melepaskan tangan yang merangkul di lengan atasnya. "Meta, please jangan begini!" Gumam Reza pada wanita yang sedari tadi menempel padanya bahkan memaksanya menemani makan.
"Papah mau pulang sekarang, kalian temenin Tante Meta disini!" Ucap Reza lalu bangkit dari tempat duduknya.
"Reza, makanannya saja belum habis, kamu buru-buru banget sih, kamu takut sama istri kamu itu?" Meta
Gea yang mendengar ucapan tantenya itu dia menjadi curiga pada keduanya. Apa mereka memiliki hubungan di belakang Mamah? Awas aja kalau iya.
"Apa-apaan sih kamu? Kalian ikut papah pulang aja biarin Tante Meta disini sendirian!" Reza menarik kedua tangan si kembar.
Sementara Meta berdecak kesal melihat kepergian lelaki yang dicintainya itu.
Setelah jauh dari rumah makan itu, Gio menghentikan langkahnya. "Papa pulang duluan aja kasian Mamah, aku nanti nyusul sama Gio naik sepeda, iya kan Gio?"
"Hmm, iya." Gea
Akhirnya Reza pulang, meninggalkan si kembar yang masih ingin bermain.
Sesampainya di rumah, Reza bisa melihat jika Gita sedang sibuk memasak bersama ibunya.
"Wah, wangi banget…," ucap Reza yang menghampiri kedua wanita yang dia sayangi itu.
"Kamu baru pulang Pah? Dari mana aja?" Gita
"Kan Mamah nyuruh nyari Gea yang hilang." Reza
__ADS_1
"Udah ketemu?" Gita
"Sudah tadi di pantai, ada Gio juga di sana dan mereka gak mau pulang, katanya masih mau main,hmm.. masakannya pasti enak, kita makan sama-sama ya?" Ucap Reza mengajak istri dan ibunya makan bersama meski perutnya masih kenyang, dia tidak mau jika istrinya bertanya ini dan itu.
"Ayo Za, mamah juga udah laper nih." Maya
Mereka pun makan bersama, Reza mengambil porsi sedikit karena masih kenyang.
"Papah ko makannya sedikit, masakannya gak enak ya?" tanya Gita dengan lesu.
"Enak ko Mah, tuh Papah mau nambah lagi kok. Hehe…," ucap Reza lalu mengambil nasi dan lauk pauk lagi.
Apakah perutku masih muat? Pikir Reza
Reza tidak mau menyakiti hati istrinya karena sudah lelah memasak, apalagi dalam kondisi hamil Gita lebih sensitif dari biasanya.
Setelah selesai makan, Reza mengambil alih, dia membereskan semua peralatan masak yang kotor dan juga piring yang digunakan untuk makan tadi.
"Enak Mah, kerasa gak?" Reza
"Enak Pah, sekalian sama tangannya dong Pah, kepalanya juga, eh punggungnya juga deh..!" Gita
"Hahaha … oke, aku seperti tukang pijit ya Mah? Dibayar gak nih? Hehe.." Reza
"Gratis dong kan suami sendiri. Hmm … " Gita
Ketika sedang menikmati pijatan demi pijatan, itu membuat mata Gita mengantuk, namun dia tiba-tiba mendengar suara Gea dan Gio yang datang mengucapkan salam, dia menjawab sambil menoleh ke asal suara.
"Gimana liburannya, seru kan?" Gita
"Seru banget Mah, aku bisa loh naik jet ski. Pokoknya seru deh," jawab Gea dengan senang, sementara Gio diam saja.
__ADS_1
"Mamah jadi pengen deh…" Gita
"Jangan dong Mah, kan Mamah lagi hamil." Reza
"Hmm, iya iya." Gita
"Kalian pasti lapar, makan dulu gih!" Gita
" Kita udah makan ko Mah, papah juga udah kok samaan kita makan ramen tadi, ada Tante Meta juga loh.." Gea
"Apa, Tante Meta?" Tanya Gita yang langsung berdiri, dia ingin memastikan jika suaminya tidak diincar lagi oleh perempuan gatal itu.
"Iya Tante Meta yang kemarin itu." Gea
"Iya Mah kami makan bersama, makan ramen iya kan, Gea dan Gio juga makan ramen?." Reza
"Iya, tapi kita bertemu saat sudah disana Mah, aku juga gak nyangka bisa ketemu Papah dan Tante Meta disana yang sedang makan berdua." Gea
Gea sengaja mengatakan yang sebenarnya, dia tidak mau melihat papa mamanya bertengkar, namun Gea juga ingin tahu kebenarannya dan tidak mau melihat ibunya disakiti
"Apa? Beneran Pah kamu malah makan berduaan sama Meta? Sementara aku menunggu kamu dari tadi?" Tanya Gita dengan emosi.
Wah, akan ada perang dunia nih. Pikir Reza
Reza tak berani menatap ke arah istrinya itu, dia hanya menatap Gea dengan tatapan kesal karena telah memberitahu ibunya masalah makan ramen tadi, itu sama saja membangunkan singa yang sedang tidur.
"Lo sih, mulut ember," bisik Gio pada Gea.
"Aku cuma ngomong apa adanya, aku belain mamah, kasian Mamah, kamu jangan belain papah yang salah dong!," Bisik Gea lagi pada Gio.
Bersambung …
__ADS_1