Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Lili Kenapa?


__ADS_3

Mereka berdua main game bersama sementara Gea beralasan masih sedikit pusing dan tidak mau bermain game, sebenarnya Gea tidak sejago Gio dalam bermain game, makanya dia tidak mau bermain dengan mereka, itu hanya akan membuat dua sahabat Gio itu curiga.


"Kalian mau jengukin gue apa mau main sih?" Tanya Gea, dia ingin membuat dua sahabatnya segera pulang karena dia sudah menemani mereka selama dua jam lebih.


 


"Tadinya mau nengokin lo, tapi Lo kan udah sehat, ya udah kita main aja." Haikal


"Dasar." Gea


"Hmm, Lo udah sehat kan? Jadi lusa Lo mau ikut bermain basket atau mau diganti sama adik Lo?" Brian


"Maksudnya? Gea?" Gea


"Iya , adik Lo kan cuma dia. Sebaiknya sih Lo ikut biar grup kita gak ada ceweknya." Brian


"Gapapa kali, lagian Gea jago kok mainnya." Haikal


"Cie… cie. . . Belain aja terus..! Hehe…" ucap Brian menggoda sahabatnya itu.


"Apaan sih Lo, gue cuma bilang apa adanya," jawab Haikal yang membela diri, dia tidak mau jika dicurigai menyukai Gea, karena dia belum yakin dengan perasaannya.


Mereka disana hampir 4 jam dan akhirnya pulang.


Gea langsung pergi ke kamar Gio dan menanyakan kebenaran tentang informasi yang diberikan oleh Haikal dan Brian.


Tok


Tok


Tok


ceklek


"Gio... ," panggil Gea dengan pelan.


"Ada apa?" tanya Gio mengangetkan Gea karena dia tiba-tiba ada dibalik pintu.

__ADS_1


"Gio.... bikin kaget aja sih, aku cuma mau tanya apa bener kamu masuk tim basket? emangnya bisa, kamu kan jadi cewek sekarang?" Gea


"hmm, bisa.. karena kemampuan gue masih sama, gak usah Lo pikirin, gue cuma mau main aja, ini untuk terakhir kalinya gue berjuang bersama sekolah Angkasa, bentar lagi gue juga lulus dan sekolah di SMA yang gue mau." Gio


"hmm, oke..." Gea


*


*


*


Keesokan harinya Gea tidak mau sekolah, karena jika sekolah pasti besok dia akan dipaksa mengikuti pertandingan meski Gio berhasil masuk ke tim basket, namun orang tuanya sudah tahu jika dia sudah sehat, hari ini Gea berangkat sekolah dengan malas.


Sesampainya disekolah, Gea disambut Haikal dan Brian.


"Hai bro, nah gitu dong sekolah, biar kelas makin rame. Hehe … " Brian


Gea duduk di kursinya dan mulai belajar karena ternyata tak berselang lama sudah ada guru yang masuk kelas.


***


Bianka seakan tak ada kapoknya, dia berusaha mengerjai Gio dengan memberikan lem pada kursinya, membuat roknya menempel disana, Bianka seakan tahu jika guru di pagi hari ini tidak masuk.


Astaga, ko susah dilepas ? Pasti kerjaan si nenek sihir nih. Pikir Gio 


Sementara itu, Lili yang masih mendiamkannya seolah tak peduli saat Gio mengajaknya berbicara untuk meminta pertolongan.


Akhirnya Gio memaksa menarik roknya sekuat tenaga hingga rok itu robek, lalu dia menutupi bagian yang robek dengan jaket yang dia bawa. Jaket itu diikatkannya di pinggang dan tak lupa menyuruh pak Denis membawakan seragam ganti.


Gio marah dan mendatangi Bianka dengan membawa kursinya tadi.


"Gue tahu ini ulah Lo, dan gue sekarang cuma butuh kursi Lo, awas!" Gio


"Main tuduh sembarangan aja, gak mau, ini kursi gue, kursi Lo kan udah kotor mana banyak lem nya lagi." Bianka


"Haha, itu Lo tahu kalau ada lem nya, berarti ini ulah Lo," Gio semakin kesal, dia menarik kursi Bianka sampai dia terjatuh ke lantai dan Gio mengambil kursi itu untuk ditukar dengan kursinya yang penuh lem.

__ADS_1


Namun dua sahabat Bianka menghadang jalan Gio, karena tenaga mereka kalah oleh tenaga pria yang keluar, membuat dua gadis itu terjungkal ke belakang. Gio terus menyeret kursi itu keposisi tempat duduknya.


Lili memandang sekilas lalu dia menunduk lagi tak mampu menatap sahabatnya.


"Li.. soal kemarin dan kejadian sekarang, sebenernya aku sudah lelah jika harus diam saja, karena mereka semakin seenaknya, makanya aku melawan, aku belajar dari Gio cara berkelahi, aku juga mulai belajar beladiri." Gio


Namun Lili masih diam seribu bahasa.


"Li, ayolah bicara kalau memang aku salah, kita bicara baik-baik, kamu sahabat aku satu-satunya." Gio


Lili yang tak bergeming itu membuat Gio menyerah dan melanjutkan mengerjakan tugas yang diberikan Bu Fatma yang tidak masuk hari ini.


Wanita memang sulit dimengerti. Pikir Gio


***


Saat tibanya waktu istirahat, Lili masih diam bahkan dia pergi ke kantin sendirian. Gio membiarkannya karena mungkin Lili membutuhkan waktu sendiri dan berpikir. Gio memilih diam dikelasnya sejenak lalu pergi ke kantin karena lapar.


Saat dia melewati toilet, Gio mendengar suara berisik, ternyata dia melihat Lili yang sedang dibully oleh Bianka dan teman-temannya.


"Lo harus bertanggung jawab atas apa yang dilakukan sahabat Lo Gea, karena dia kemarin mendorongku, bahkan tadi aku dibuatnya terjatuh, maka Lo yang harus menanggung akibatnya," ucap Bianka bahkan dia kini sudah menarik rambut Lili, Lili tidak bisa berontak karena dia dikeroyok.


"Lepaskan dia! Dasar pengecut, kalau Lo kesel sama gue, ya lawan gue lah, kenapa malah menyerang Lili? Dan Lo beraninya cuma main keroyokan aja, sini lawan gue!" Gio 


Lili menatap Gio seakan memberitahunya untuk tidak ikut campur.


Ternyata Bianka membawa kain yang sudah diberi cairan pembius. Untung saja Gio bisa menghindar dan malah Riri yang pingsan saat ini.


Gio menarik tangan Lili untuk pergi secepatnya dari sana.


Gio tak menyangka jika pergaulan perempuan pun separah ini, apa ada anak seusianya yang bahkan rela melakukan hal seperti tadi? Bukankah sebagai pelajar sebaiknya fokus belajar saja? Meski terkadang laki-laki juga berkelahi, namun hanya sekedar berkelahi saja, tidak seperti Bianka yang bermain licik bahkan berbahaya.


Gio berpikir untuk pindah sekolah saja, dia merasa kasihan dengan Gea dan pergaulan sekolah yang sangat tidak baik buat Gea. Namun mereka sebentar lagi lulus, mereka harus bertahan sampai saat itu tiba.


Gio akhirnya berhenti berlari saat Lili tiba-tiba berhenti dan menghempaskan tangan Gio.


"Makasih karena udah nolongin aku, tapi mulai sekarang jangan deket-deket aku lagi!" Ucap Lili dan berlalu pergi begitu saja.

__ADS_1


Gio mematung ditempat. Sebenernya dia kenapa? Dibantuin juga salah, apa lelaki selalu salah dimata wanita? tapi gue kan sekarang juga wanita? pikir Gio


Bersambung…


__ADS_2