
Gita memandang Gio, aku lupa menjelaskan tentang kegunaan cincin itu. Pikir Gita
"Sebenarnya itu adalah cincin yang Mamah bawa dari dunia komik, Mamah mendapatkan itu dari Ibu Suri sebagai hadiah, dan entah kenapa saat kembali ke dunia nyata, cincin itu terbawa sampai kesini."
"Lalu?" Gea
"Lalu Mamah menggunakannya di dunia nyata dan masih berfungsi dengan baik sebagai perlindungan diri, cincin itu cukup dielus beberapa kali lalu diarahkan kepada lawan, maka orang tersebut akan pingsan beberapa jam, semakin banyak elusan semakin kuat listrik yang dihasilkan." Gita
" Oh seperti itu. Untung saja aku cuma mengelusnya dua kali, kalau banyak bisa-bisa Gio koma ya Mah? Hahaha…" Gea
"Gak lucu," jawab Gio yang kesal karena bukannya merasa bersalah, Gea malah menganggap itu lelucon.
"Cie, jangan marah dong! Maaf soal yang tadi siang, aku beneran gak sengaja." Gea
Gio mengangguk, "jadi, kalau menurut Mamah, kita bisa kembali ke tubuh kita semula? Bagaimana caranya?" Gio
"Kita tunggu sampai ada petunjuk datang, atau kalian pikirkan terlebih dahulu awal mula kalian menjadi seperti ini karena apa..!" Gita
Gea dan Gio mengangguk mengerti.
"Mah, ternyata kamu disini, Papah nyariin Mamah dari tadi, takut kalau Mamah pingsan saat di kamar mandi atau terjadi hal lainnya, kalian lagi bahas apa malam-malam begini?" Tanya Reza yang tiba-tiba datang, bahkan mereka lupa mengunci pintu dan membiarkan pintu kamar itu terbuka setengahnya.
"Eh Papah, gapapa ini bahas masalah sekolah mereka, sudah selesai kok, yuk kita tidur Pah..!" Ajak Gita, dia menghampiri suaminya mengajaknya kembali ke kamar mereka.
Gio juga kembali ke kamarnya, dia lelah setelah menghadapi Mirna dan Geri tadi siang.
***
Keesokan harinya Gea yang sudah sembuh, bahkan di pipinya sudah tidak terlihat bekas pukulan.
Dia tersenyum dan mulai sarapan, dia begitu bersemangat sekolah setelah kemarin sempat meliburkan diri.
"Kamu sudah gapapa? Lain kali jangan berantem lagi, oke..! Belajarlah dengan benar..!" Reza
__ADS_1
"Iya Pah." Gea.
Padahal siapa juga yang berantem, aku gak suka berantem. Pikir Gea
Gio yang mendengarkan papanya, membuat dia teringat dengan kejadian beberapa hari lalu saat mereka diserang.
"Oh iya Mah, bagaimana hasil penyelidikan Mamah, siapa yang menyerang kita kemarin?" Gio
"Oh itu, biar Mamah tanyakan lagi ya nanti siang, Mamah juga sampai lupa, hehe…" Gita
"Hmm, baiklah… sepulang sekolah Mamah kasih tahu kita ya..!" Gio
"Iya," Jawab Gita singkat berjalan mendekati Reza untuk memberikan suaminya kopi panas.
Ibu si kembar memang suka membuatkan suaminya kopi sendiri, dia tidak pernah menyuruh pembantu untuk masalah menyeduh kopi.
Mereka pun berangkat, Reza pergi ke kantor dan anak-anak pergi kesekolah. Sementara Gita hanya bersantai dirumah bersama karyawan yang bekerja di rumahnya, dia juga bersiap menyambut ibu dan mertuanya yang akan berkunjung nanti siang.
"Astaga, cincin itu, apa Gea masih memakainya dan membawanya ke sekolah?" Gumam Gita yang baru ingat tentang cincin hijaunya, dia lupa meminta cincin itu kembali.
***
Disekolah, Gea dan Gio datang bersamaan dengan tangan Gio yang melingkar di lengan atas Gea. mereka seperti sepasang kekasih.
"Gio, lepasin dong..! Aku risih tau diliatin banyak orang lagi," keluh Gea.
"Gapapa kita kan saudara kembar, wajar kalau nempel-nempel begini." Gio
"Hmm, kamu beneran ingin membuat semua orang salah paham?" Tanya Gea.
Gio mengangguk sambil tersenyum manis, membuat Gea merindukan senyuman miliknya itu.
"Jangan senyum, itu senyuman paling manis cuma punya aku!" Gea.
__ADS_1
"Haha, Lo lucu Ge, ini kan tubuh gue sekarang, lagian senyuman Lo gak semanis itu kok. Lo terlalu PD." Gio
Gea membuang mukanya, dia merasa kesal dengan tingkah saudaranya itu. Membuat mereka menjadi pusat perhatian sepanjang jalan menuju kelas.
Menyebalkan. Batin Gea
Saat istirahat tiba mereka pergi ke kantin dan mulai makan, Lili menghampiri Gea dan langsung memeluknya.
"Gea, aku kangen.. gimana pipi kamu udah baikan?" Tanya Lili
Gea memandang Lili dengan heran, kenapa Lili berani memelukku? Sebentar, dia memanggil aku Gea, aku gak salah dengar kan? Jangan-jangan… batin Gea.
"Malah bengong, aku udah tahu kalau kamu itu Gea," ucap Lili dengan tersenyum.
Lalu Gea melirik ke arah Gio, seakan sorot matanya menanyakan apa kamu yang memberitahu Lili?
"Hmm, bukan aku Ge, dia tahu sendiri, mana berani aku memberitahu rahasia kita yang diluar nalar ini," jawab Gio.
Lili menjelaskan jika memang dirinya yang merasakan banyak hal aneh, mulai mencurigai mereka dan sempat mendengar percakapan mereka saat bermain ke rumah mereka.
Beberapa gadis yang sempat melihat Lili memeluk lelaki yang mereka kenal dengan nama Gio itu.
"Kenapa Gea tidak marah ya? Padahal jelas-jelas kalau pacarnya dipeluk wanita lain." Mirna
"Entahlah, sepertinya hubungan mereka rumit, atau mereka hanya 3 sahabat dekat." Karin
"Berarti gue masih punya kesempatan buat macarin dia. Aku lihat dia juga selalu dijaga bodyguard, sepertinya Gio orang tajir deh." Mirna
"Pepet terus..! Hahaha." Putri
"Liat aja nanti, akan gue pastiin hubungan mereka hancur, entah sebagai pacar ataupun sahabat." Mirna
Bersambung….
__ADS_1