
Hari ini si kembar libur sekolah, Gita yang mengidam ingin pergi m piknik, akhirnya membuat satu keluarga itu piknik di pinggir danau, Lili pun ikut meramaikan acara itu karena diajak oleh Gea.
Mereka tiba disaat matahari yang hangat sudah bisa dinikmati, mereka berjemur di pagi hari. Udara yang masih sejuk dan disinari matahari yang membuat badan mereka merasa hangat.
Mereka duduk bersama dan mulai makan apa yang mereka bawa dari rumah.
"Ini enak Tante, Tante pintar sekali memasak," puji Lili yang menikmati makanan buatan ibu si kembar itu.
"Iya dong, kalau kamu mau nambah jangan malu-malu ya..!" ucap Gita dengan tersenyum.
Lili hanya tersenyum malu, pipinya yang memerah disembunyikan dengan menundukkan wajahnya.
Gio yang melihat itu pun ikut tersenyum, dia menyadari sisi manis Lili, dia begitu manis.
Saat suami istri itu masih menikmati makanannya dan berjemur dipagi hari sambil melihat pemandangan alam, si kembar dan Lili memilih menaiki sepedanya mengelilingi pinggir danau.
Gio mengayuh sepedanya sendiri sementara Gea berboncengan dengan Lili, itu membuat Gea kelelahan, "Li kamu berat, aku dong yang giliran dibonceng sama kamu..!"
"Masa cewek boncengin cowok sih, gini kan udah bener Ge, hmm… oke deh kita gantian," ucap Lili yang kemudian turun, mereka bertukar posisi hingga Lili kini yang berada di depan mengayuh sepeda.
Namun Lili juga tidak sanggup mengayuh terlalu lama, dia berteriak memanggil Gio yang sudah lumayan jauh dari posisi mereka saat ini. "Gio…."
Gio menoleh, dia menghentikan sepedanya, menunggu mereka menghampirinya. Akhirnya Gio setuju untuk membonceng salah satu dari mereka, dan Gea menyuruh Lili, dia tidak mau jika pada akhirnya dia dijahili kakaknya, apalagi kalau sampai ditinggalkan begitu saja. Membayangkannya saja sudah membuatnya malas.
Gio merasa senang berboncengan dengan Lili, entah sejak kapan dia mulai menikmati kebersamaannya bersama sahabat adiknya itu.
Hingga dimana mereka menghentikan sepedanya secara tiba-tiba. Melihat ada lelaki yang dibully oleh sekelompok lelaki.
__ADS_1
"Hey, hentikan!" Teriak Gio
Saat salah satu dari mereka menoleh, mereka melihat sosok yang dikenal.
"Kak Geri," ucap Lili yang nampak kaget melihat Geri yang memegang kayu untuk memukuli lelaki lemah itu.
Geri yang kaget langsung melepaskan kayu itu dan menjatuhkannya. "Dia itu pencuri makanya perlu dihajar biar kapok, aku cuma memberinya peringatan." Geri mencoba membela dirinya dihadapan teman satu sekolahnya terlebih yang dia lihat itu Gea.
"Bukankah di negara kita ada hukum yang berlaku? Bukankah kamu anak yang cukup pintar untuk mengambil tindakan yang benar?" Gio
"Bukan seperti itu Ge, aku beneran cuma ingin membuatnya kapok, karena dia meresahkan sekali." Geri
Gio berjongkok dan mulai membantu lelaki itu berdiri, "apa benar kamu mencuri?"
"Ti-tidak, aku hanya melihat mereka sedang pesta minuman dan aku menegur mereka, itu saja." Lelaki lemah itu
"Jelas dialah yang berbohong." Geri
Namun Gio memberanikan diri mengendus mereka dari dekat dan memang tercium bau alkohol. Lili pun ikut mencium baunya, Lili merasa kecewa dan tidak menyangka bahwa lelaki yang diidolakan hampir semua siswi sekolahnya ternyata aslinya seperti ini.
Gea pun datang, dia ikut membela lelaki lemah itu.
"Lo jangan ikut campur ya anak baru! Anak baru aja belagu." Geri
Astaga kasar sekali, padahal ketika disekolah dia lemah lembut. Pikir Lili
Mereka yang mabuk sekaan tidak bisa mengontrol emosinya, membuat mereka tidak bisa menahan diri dan menyerang Gea sebagai target mereka.
__ADS_1
Gea yang tidak bisa beladiri itu pun merasa ketakutan melihat orang mabuk yang marah.
Geri memilih Gea sebagai sasarannya karena dia menganggap Gea itu Gio. Saingannya di sekolah dan bahkan diduga pacar gadis yang dia sukai (Gea).
"Jangan! Kalian tenanglah!" Gea
"Kalian jangan sentuh dia! Serang saja aku kalau berani!" Gio
"Haha, semakin kamu membela dia Gea, aku semakin marah padanya," tunjuk Geri pada Gea yang dianggapnya Gio.
Dia bahkan mulai melangkah dengan cepat membawa balok kayu menghampiri Gea dengan senyum liciknya.
Tidak, jangan! Tolongin aku Gio..! Batin Gea
Gea juga bingung, dia bahkan tidak memakai cincin ibunya yang ajaib itu. Sementara Gio pun berlari mencoba menghentikan Geri untuk melindungi Gea.
Lili hanya bisa menutup matanya, dia tidak sanggup menyaksikan mereka yang bertengkar bahkan dengan membawa senjata, meski itu hanya balok kayu namun pasti akan menimbulkan hal yang serius.
Gio meremas baju belakang Geri membuatnya kini berhadapan dengan Geri, Gio dengan sigap memberi pukulan di perut Geri dan langsung mengambil alih balok kayu itu dan membuangnya ke sembarang arah yang penting lelaki itu tidak memiliki senjata lagi.
Gea merasa bersyukur, dia disuruh berlari menemui ibunya oleh Gio , Lili pun sama. Mereka terpaksa berlari untuk memberitahu orang tuanya tentang kejadian ini.
Sementara Gio harus melawan 4 lelaki yang sedang mabuk, bahkan kini Geri sudah tidak mengenali Gio sebagai Gea. Dia menyerang Gio tanpa henti, sementara lelaki lemah tadi tidak bisa menolong Gio, keadaanya benar-benar buruk.
Saat Gita, Reza, Lili dan Gea datang dilokasi, mereka langsung berteriak memanggil nama Gio, sementara yang dilihat Reza itu adalah Gea.
Reza yang lebih mengkhawatirkan anaknya, dia mengabaikan apa yang dia dengar dan langsung menolong anaknya, membawanya ke rumah sakit bersamaan dengan lelaki lemah tadi.
__ADS_1
Bersambung....