Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Dihukum


__ADS_3

Lili mendapatkan hukuman dari Pak Feri, dia harus membersihkan toilet wanita selama seminggu.


Gadis itu hanya pasrah karena memang dia yang melakukannya meski diperintah oleh Bianka. Sementara gadis licik itu tidak mendapatkan hukuman apapun, itu membuat Lili mengepalkan tangannya.


Aku gak mau kalau terus dibayang-bayangi oleh Bianka, bagaimana caranya aku bisa lepas dari dia? Pikir Lili 


Lili kembali ke kelas, hukumannya akan dilakukan saat pulang sekolah. Dia melihat ke arah sahabatnya itu, namun Gio memalingkan mukanya.


Dia benar-benar marah? bukankah dia tahu kalau aku terpaksa? menyebalkan sekali. pikir Lili


***


Sementara di kelas 9D, suasana kelas ramai, ada guru yang absen dan hanya memberikan mereka tugas.


Hanya Gio yang sedang fokus dengan bukunya, dia mengerjakan tugas itu, dia ingin nilai yang sempurna. Dia tidak mau ikut bermalas-malasan seperti mereka.


Astaga, masa depan suram. Pikir Gea saat melihat kawan-kawannya mengabaikan tugas mereka dan malah melakukan aktivitas tak penting, ada yang bergosip, bernyanyi, bercanda, berlarian dikelas dan banyak lagi.


"Gio, Lo serius amat sih? Udah gak usah dikerjain, gurunya kan gak ada..!" Haikal mengganggu Gea yang sedang serius itu.


"Tetep aja ini tugas kan harus dikumpulin Kal." Gea


"Kalau sekelas kompak gak ngerjain, ya gapapa lah. Lo jadi so rajin gitu, gak asik ah." Haikal


"Hahaha … ," Gea tiba-tiba tertawa melihat Brian yang jatuh dari atas kursi lalu menggelinding di lantai.


Haikal dan yang lain pun ikut tertawa membuat Brian berdecak kesal.


"Lagian kursi itu buat duduk, malah dinaikin, berdiri diatas kursi ya jatuh lah." Ucap Gea menatap Brian.


Gea berencana menyelesaikan tugas itu dengan cepat dan ikut bergabung dengan yang lain untuk bercanda dan menyanyi di kelas, dia merasa tertarik bergabung dengan mereka untuk menghilangkan tingkat stress nya karena masalah yang bertambah banyak akibat pertukaran tubuh itu.


Haikal yang lapar, dia mengajak Gea ke kantin sekolah meski belum waktunya istirahat, Brian juga ikut, dia selalu ingin ikut jika itu sesuatu yang melanggar aturan sekolah.


Meski Gea tidak mau tapi tangannya ditarik paksa oleh Haikal, mereka memesan makanan lalu makan di pojokan, bahkan Haikal dan Brian merokok membuat Gea batuk-batuk.


"Kenapa Lo ? Biasanya juga ikut ngerokok, ini kaya yang anti banget." Brian


"Gue udah berhenti ngerokok, udah ah gue balik ke kelas ya? Udah kenyang juga." Gea


"Jangan dong, Lo gak setia kawan!" Haikal


"Gue ke toilet dulu, kebelet nih." Gea

__ADS_1


Haikal mengangguk, Gea pun pergi ke toilet, dia meninggalkan dua sekawan itu, hingga dia mendengar suara Lili yang sedang menangis di toilet perempuan, di dekat wastafel sehingga bisa terlihat dari pintu yang terbuka.


Lili kenapa? Pikir Gea


Gea menunggu sampai Lili keluar, dia menghentikan Lili dengan memegang tangannya.


"Li kamu kenapa?" Gea


"Aku gapapa kok, gak usah ikut campur!" Lili


"Tapi kan aku sahabat kamu, aku cuma ingin tahu siapa yang berani mengganggu kamu sampe nangis gitu" Gea


"Sababatmu, maksudmu?" Lili


Astaga, kenapa aku keceplosan gini? batin Gea


"Maksud aku, kamu itu sahabat adik aku, tentu aku peduli, jadi cerita aja..! Kamu kenapa?" Gea


"Gea bukan sahabatku lagi, dia udah benci sama aku dan kamu juga gak perlu peduliin aku." Lili


Lili pergi begitu saja, sementara Gea mematung di tempat, dia tidak mengerti perkataan sahabatnya, Gea berpikir apa mungkin Gio yang membuat Lili menangis? Keterlaluan.


***


Dia tak sengaja melihat Lili yang jauh disana membawa ember dan lap pel, membuat Gea penasaran dan memperhatikan Lili, karena penasaran dia sampai berani mengikuti Lili sampai ke toilet perempuan itu meski sahabatnya itu melarangnya ikut campur.


Gea yang ingin langsung bertanya, dia menghentikan langkahnya saat mendengar suara Bianka di dalam sana, Gea mencoba menguping pembicaraan mereka.


"Hahaha, sekali tepuk dua lalat kena deh." Bianka


"Lo hebat banget bisa bikin dua sahabat sekarang malah bermusuhan, haha…" Yusi


"Iya dong, Bianka kan smart." Bianka


"Iya, dan Lo bisa ngerjain si Gea tanpa perlu capek-capek dan hasilnya memuaskan melihat mereka saling membenci. Haha.." Yusi


Riri hanya diam, dia tidak tega melihat Lili seperti itu, dalam tekanan dan menjadi korban.


Sementara Lili pura-pura tak mendengar, dia fokus membersihkan toilet agar cepat selesai dan dia cepat pulang.


"Apa jadi ini ulah cewek rese itu" gumam Gea pelan.


Namun karena sikap Lili yang cuek dan seolah tidak menghormati keberadaan Bianka, membuatnya kesal dan menambah beban derita Lili.

__ADS_1


Bianka mengotori lantai yang sudah di pel oleh Lili, bahkan dia menumpahkan semua sampah yang ada di tempat sampah itu, membuat pekerjaan Lili semakin banyak dan melelahkan.


Lili merasa marah namun dia pendam jauh didalam hatinya, untuk kali ini dia memang tak berdaya.


"Bersihin yang bener, sampe bersih! hahaha..." Bianka


"Udah Bi, kasihan kan.. jangan ditambah lagi kerjaannya..!" Ucap Riri pada Bianka, dia melihat Lili seperti melihat dirinya selama ini yang selalu diperlakukan seenaknya oleh Bianka.


"Oh, Lo belain dia Ri?" Tanya Bianka yang mulai marah.


"Bukan gitu, mending kita keluar aja yu..! Lagian lama-lama di toilet kan bau Bi..!" Ucap Riri mencoba membawa Bianka menjauh, dia tidak mau kalau melihat Bianka semakin mempersulit Lili.


"Bener juga sih," jawab Bianka dan dia pun keluar dari sana.


Setelah kepergian Bianka, Lili berjongkok, dia menangis sendirian meratapi kesedihannya.


Geamasih memperhatikannya, dia menghampiri Lili dan memberikan beberapa lembar tisu padanya.


Siapa? Batin Lili 


Gadis itu mengangkat wajahnya dan melihat wajah yang dia kenal.


"Gio…" Lili 


"Hapus air matamu..! Aku bantu ya bersihin toiletnya, sambil nunggu Gea selesai latihan basket," ucap Gea tersenyum pada sahabat ya itu.


Lili mengambil tisu itu, dia langsung berdiri dan bersikap tegar di hadapan lelaki itu yang dianggapnya Gio.


"Makasih ya, aku kan udah bilang gak perlu ikut campur, aku bisa sendiri kok." Lili


"Gapapa aku bantuin, daripada bete nungguin Gea, iya kan? hehe.." Gea


"Makasih ya." Lili


Ternyata Gio memang baik. pikir Lili


"Ngomong-ngomong kenapa kamu bisa dihukum?" Gea


Namun Lili diam dan tak menjawab pertanyaan Gea, gadis itu enggan menceritakannya. Gea yang mengerti dia hanya membantu tanpa berbicara apapun lagi.


Saat pekerjaan mereka hampir selesai, seseorang datang ke toilet dan mulai membentak Gea.


"Ngapain sih Lo bantuin dia? Orang kaya dia gak perlu dibantu." 

__ADS_1


Bersambung.…


__ADS_2