Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Selingkuh?


__ADS_3

Hingga akhirnya mereka semua dikejutkan oleh sosok lelaki yang datang sambil mengomel.


"Kalian dari mana saja? Membiarkan bayi sendirian dan menangis," keluh Reza yang sedang menggendong Denada.


Gita langsung mengambil alih, dia menggendong bayinya sekarang. "Sayang… maafin Mamah ya?"


Gea dan Gio menunduk, mereka juga merasa bersalah karena tidak bisa menjaga anaknya dengan baik. Apalagi bi Mina dia langsung meminta maaf kepada semua majikannya, ya.. 2 majikan besar, 2 majikan kecil dan 1 majikannya yang masih bayi.


Si Kembar berjanji kedepannya mereka akan menjaga adiknya lebih baik lagi. Mereka pun menikmati makan malam bersama.


***


Keesokan harinya sepulang sekolah si kembar mengikuti latihan basket sesuai yang diinginkan Gio, dan Gea pun turut serta didalam kegiatan itu, Ya… mereka berjanji untuk saling mendukung.


Gio begitu lihai memainkan bola, dia lincah dan dengan mudahnya memasukan bola. Membuat peserta lain kagum padanya apalagi mereka melihat Gio itu sebagian Gea gadis cantik yang multi talenta.


Gio beristirahat untuk mengambil air minumnya, dia mendapatkan tepukan di bahu secara tiba-tiba.


"Gea, ada apa?" Tanya Gio dengan kesal karena kembarannya itu membuatnya kaget.


"Gio, kamu seharusnya jangan langsung bermain seperti itu, kamu menarik perhatian orang, katanya gak mau digombalin sesama cowok..!," keluh Gea memperingatkan Gio, lagipula dia merasa tidak enak karena yang lain membicarakannya, membandingkannya dengan Gio yang sangat jago.


"Masa kalah sama pacarnya ya?"


"Cowok letoy dia, hahaha…"


"Mungkin dia lebih cocok di kelas balet saja, hahaha…" 

__ADS_1


Begitulah kata-kata yang Gea dengar yang memojokkan dirinya, memojokan dirinya sebagai lelaki yang tidak bisa bahkan hanya sekedar memasukan 1 bola ke ring.


"Tapi gue kangen main basket Ge, makanya gue puas-puasin hari ini." Gio


Gea tidak bisa melarang Gio tentunya, apalagi basket membuat Gio senang dan bersemangat.


"Iya, tapi jangan terlalu lelah nanti kamu sakit Gio..!" Ucap Gea, meski dalam hatinya dia merasa sedih dan tidak mau mengikuti latihan basket lagi, dia berusaha tersenyum mengingat janjinya untuk selalu mendukung satu sama lain.


***


Benar saja, keesokan harinya Gio tidak masuk sekolah karena demam, sebab memang badan milik Gea mudah sakit jika kelelahan.


Gea pergi sekolah sendirian, saat istirahat tiba dia dan memilih curhat pada Lili tentang keluh kesahnya, tentang ketidaksanggupannya jika terus menjadi seorang Gio.


"Aku lebih nyaman jadi diriku sendiri Li," keluh Gea dengan lesu.


"Iya Ge, tapi gimana lagi? Kan kita gak tahu caranya, kamu yang sabar ya Ge..! Kamu pasti bisa kok, semangat..!" Ucap Lili yang hanya bisa menyemangati sahabatnya itu tanpa bisa melakukan apapun untuk membantunya.


Lili membalas pelukan itu dan mencoba menenangkan hati sahabatnya.


"Apa? Jadi Lili juga suka sama Gio? Dan apa mereka selingkuh saat Gea tidak masuk sekolah? Mereka malah pacaran saat Gea sakit? Oh astaga." Cantika yang melihat mereka seolah bermesraan itu merasa kesal dan merasa ditipu oleh Lili.


Cantika sengaja melewati mereka, mencoba membuat mereka saling melepaskan pelukan itu karena Cantika merasa sakit hati.


"Hmm… ekhem… Li kok kamu gak makan sih? Malah berduaan disini, oh iya Gea gak sekolah ya?" Tanya Cantika yang tiba-tiba membuat mereka sontak langsung memisahkan diri.


"Ah iya Gea sakit, aku ke kantin dulu ya?," Jawab Gea dan berlalu pergi secepat kilat.

__ADS_1


Ketahuan selingkuh langsung pergi, kalau Gio memang tipe yang mudah digoda, maka aku akan membuatnya tertarik padaku, bahkan meninggalkan Gea dan melupakan Lili. Batin Cantika


"Kamu udah makan? Aku ke kantin juga deh aku lapar." Lili


"Lapar atau mau nyusul Gio lagi? Hmm.. katanya Gio dan Gea saudara dan ternyata kamu suka juga sama Gio ya?pake peluk-peluk segala," ucap Cantika dengan nada sinis, dia mulai menunjukan sifat aslinya yang tidak suka dengan Lili.


"Apa? maksud kamu, aku selingkuh dengan Gea? Eh Gio? Ya enggak lah," Lili menyangkalnya karena memang tidak melakukan itu semua.


"Hmm, tapi tadi aku lihat kamu sama Gio… emm ya sudahlah, ayo aku antar ke kantin, aku juga ingin membeli minum..!" Ajak Cantika yang sebenarnya dia cuma ingin melihat apakah Lili menyusul Gio untuk melanjutkan kebersamaan mereka.


Ternyata memang benar Lili bergabung bersama Gea yang sedang makan, karena Gea melambaikan tangannya pada Lili.


Banyak siswa lelaki yang memandang Gea dengan tatapan meremehkan karena latihan basket kemarin, Gea mencoba mengabaikan tatapan mereka. Sebenarnya Gea juga tidak suka dengan keberadaan Cantika, namun gadis itu yang selali menempel pada Lili membuat Gea terpaksa menerima kehadirannya.


"Mereka kenapa?" Tanya Lili yang tidak tahu saat melihat beberapa lelaki memandang Gea.


"Hmm, karena basket itu, sudahlah biarkan saja..!" Jawab Gea yang enggan membahasnya.


"Oh ... " Lili


Namun Cantika yang penasaran dia malah ikut bertanya, "basket, memangnya kenapa? Bukannya kamu ikut les piano?"


"Iya piano dan basket," jawab Gea dengan malas.


"Ambil dua sekaligus, waw… oh iya memangnya ada apa kok mereka melihat kamu seperti itu Gio?" Cantika semakin penasaran.


"Gapapa, biarkan saja..!" Gea yang malas meladeni Cantika, dia memilih makan saja yang banyak.

__ADS_1


Sementara Cantika yang masih penasaran, dia akan berusaha mencari tahu apa masalah yang sedang dihadapi lelaki yang dia sukai itu.


Bersambung…


__ADS_2