Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Jujur


__ADS_3

Gita melepaskan pelukan Gio, "itu kan cuma cicak, kamu kan sama kecoa aja berani."


"Hehe, geli Mah.. kaget aja bukan takut," jawab Gea yang baru sadar kalau dia itu sedang menjadi Gio.


Setelah berhasil membawakan bahan-bahan itu, Gea ikut membantu ibunya memasak.


Meski Gita pada awalnya mengira jika anak lelakinya itu hanya bercanda, namun dia kini bisa melihat bahwa anaknya itu betul-betul serius membantunya, bahkan mahir, padahal aku gak pernah liat Gio masak, tapi kok, ah sudahlah. Batin Gita


Akhirnya mereka selesai membuat kue dengan baju yang bertabur terigu, ya.. Gea sempat menumpahkan terigu ke bajunya.


Gea pamit untuk mengganti bajunya lalu dia kembali lagi, Gita yang sedang sibuk itu meminta Gea mengambil ponsel miliknya yang ada di laci kecil di meja rias yang ada di kamarnya.


"Laci mana sih? Laci rias ini kali ya." Gumam Gea lalu membuka laci kecil itu, dia menemukan handphone ibunya namun dia juga tertarik dengan cincin kuno warna hijau itu, dia mengambilnya ingin memintanya secara langsung pada ibunya.


Dia mencoba dijari manisnya dan ternyata pas, Gea sepertinya lupa kalau dia ada dibadan Gio. karena jiwa perempuan masih melekat padanya, dia begitu menginginkan cincin unik itu. cantik sekali. batin Gea sambil mengangkat tangan kanannya yang telah diapakaikan cincin hijau itu.


Dia menghampiri ibunya lalu memberikan ponsel itu, "Mah cincinnya bagus deh, boleh kan kalau ini buat aku?" Tanya Gea


"Buat kamu? Maksudnya kamu mau pake cincin itu Gio?" Tanya Gita heran.


"Eh, gak Mah, buat Gea maksudnya, dia pasti suka modelnya unik gitu, kayaknya gak akan ada yang nyamain deh Mah," Gio beralasan dia baru sadar kalau dia kini seorang lelaki dan tidak pantas memakai cincin begitu.


"Hmm, iya nanti suatu saat Mamah akan berikan sama dia, tapi itu masih mamah butuhkan Gio, itu bukan cincin sembarangan." Gita


"Masa sih Mah? Beli dimana Mah?" Gea


"Gak ada yang jual cincin begitu, kalau Mamah bilang itu dari dunia komik, apa kamu akan percaya?" Gita bertanya dengan serius.


"Hahaha, mana ada Mah, mamah bisa juga bercandanya, eh itu Gea Mah," tunjuk Gio ke arah pintu rumah.

__ADS_1


Gio baru pulang dari sekolah dengan wajah lesunya, dia sedang kesal saja seharian ini dengan sederet kejadian yang menyebalkan.


Tanpa sadar Gea yang memakai cincin itu begitu menyukai cincinnya dan mengelus ngelus cincin itu.


Saat Gio mendekat, Gea langsung menepuk pundak Gio "kamu kenapa, Pulang sekolah ko galau? Hehe…," tanya Gea dengan maksud hanya menyambut kedatangan saudaranya, namun Gio malah kejang seperti tersengat listrik dan pingsan.


"Ya ampun, Gio…" teriak Gea, dia bahkan memanggil nama yang asli di hadapan ibunya.


Gita antara panik dan heran, dia juga menghampiri tubuh Gio yang tergeletak itu .


"Gio, bangun..!" Ucap Gea sambil menggoyangkan badan Gio, namun tubuh Gio malah seperti tersengat aliran listrik lagi.


"Stop! Jangan sentuh Gea lagi! Cincin yang kamu pake memang ada aliran listriknya." Ucap Gita pada Gea, yang membuat Gea terkejut bahkan menjauh dari tubuh Gio yang terbaring tak sadarkan diri itu.


Gita memanggil beberapa pekerja di rumah untuk mengangkat anak gadisnya ke kamar, membaringkannya dan memberikan pertolongan pertama, memberikan dia minyak angin agar cepat sadar.


Gea yang merasa bersalah namun belum paham dengan semua yang terjadi, dia hanya mematung melihat saudaranya pingsan, ibunya bahkan terlihat khawatir, Gea takut jika Gio terluka parah karenanya, dia merasa bersalah. Dia ingin melepaskan cincin itu namun dia juga masih takut, takut jika dia juga mengalami hal yang sama saat menyentuh atau melepaskannya.


"Mah, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Gio bisa pingsan begitu, apakah dia akan baik-baik saja?" Gea.


"Kenapa kamu selalu memanggilnya Gio? Bukankah kamu itu Gio?" Gita malah balik bertanya.


"Emm, kalau aku bilang aku dan Gio bertukar tubuh apakah Mamah akan percaya?" Tanya Gea.


Pasti Mamah akan tertawa, menganggap aku bercanda. Batin Gea


Namun diluar ekspetasinya, ibunya malah bertanya lagi dengan serius, menanggapi cerita Gea.


"Jadi sejak kapan kalian tertukar?" Tanya Gita dengan wajah serius.

__ADS_1


Gea menghampiri ibunya lebih dekat, bahkan wajah Gea hanya berjarak beberapa sentimeter saja dari wajah ibunya, Gea menatap mata ibunya sambil bertanya. "Apakah Mamah percaya?" 


"Hmm, coba kamu jelaskan dulu, Mamah percaya dengan kejadian diluar nalar seperti itu karena Mamah pernah mengalaminya," Ucap Gita yang sontak membuat Gea kaget bukan main.


Apakah Mamah pernah bertukar tubuh juga? Dengan siapa? Pikir Gea 


"Mamah pernah bertukar tubuh juga?" Tanya Gea


"Lebih parah, emm… lebih tepatnya Mamah terjebak di dunia komik dan kembali dengan susah payah, dan cincin itu hadiah yang Mamah bawa dari sana?" Gita


"Serius Mah? Kok bisa sih? Jadi cincin ini ajaib dong Mah?" Gea begitu bersemangat mendengarkan cerita ibunya.


"Iya itu ajaib, tapi tidak terlalu berbahaya, Gio pasti akan sadar setelah beberapa jam." Gita


"Syukurlah, " Gea merasa lega.


Gea menceritakan awal mula dia bertukar tubuh, kekonyolan yang terjadi dan penderitaan mereka saat beradaptasi dengan tubuh saudara kembarnya.


"Hahahaha, Mamah gak bisa bayangin deh kalian pasti terkejut sekali, bahkan panik sepanik paniknya." Gita tertawa membayangkan hari-hari pertama mereka bertukar tubuh.


Namun tawa ibunya itu tidak membuat Ge angin tertawa, Gea menatap ibunya dengan serius.


"Sorry, Mamah gak maksud menertawakan kalian, jadi bagaimana caranya kalian bisa kembali ke tubuh kalian lagi?" Gita 


"Aku gak tau Mah, aku juga bingung," jawab Gea dengan lesu.


"Apa? Jadi kalian tidak tahu misi kalian apa?" Tanya Gita bahkan dengan nada tinggi, dia mulai khawatir jika mereka tidak bisa bertukar tubuh kembali. karena saat dulu dia terjebak didunia komik, dia tahu misinya apa sehingga setelah misi itu selesai dia bisa kembali ke dunia nyata.


Bagaimana ini? Pikir Gita

__ADS_1


Ibu itu membayangkan betapa kacaunya kehidupan anak kembarnya jika mereka terus seperti itu, mereka pasti tidak akan pernah mau menikah. Dan banyak hal lain lagi yang kini ada dibenak sang ibu yang membuatnya khawatir.


Bersambung....


__ADS_2