Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Berulah Lagi


__ADS_3

Mereka tidak sempat mendapatkan ulat yang baru karena bel masuk sudah berbunyi, bel itu memaksa mereka segera masuk ke dalam kelas.


Gio duduk di kursinya dengan perasaan yang aneh saat dia melihat Lili sahabat adiknya itu.


Kalau diperhatikan Lili itu cantik, manis, pipinya ngegemesin. pikir Gio


Gio memperhatikan Lili sampai dia tidak sadar kalau guru di depannya itu memanggil namanya.


Brak..


Meja itu di gebrak oleh Pak Rifki, membuat Gio terperanjat kaget.


Semua orang menahan tawanya saat melihat Gio, karena di kelas itu cuma dipenuhi oleh siswa-siswi yang pintar dan serius belajar. Mereka sangat menyayangkan sikap Gio yang seperti tidak niat belajar itu, bahkan mereka mulai meremehkan Gio karena nilainya yang menurun dan tidak pantas berada di kelas 9A.


Nilai 60 kemarin sangat berpengaruh besar, Gio tidak tahu jika nilai 60 itu akan sangat berpengaruh pada Gea.


"Gea, jangan melamun saat saya sedang menjelaskan materi pelajaran!, Pantas saja nilai kamu anjlok, serius lah belajar, kamu sudah kelas tiga dan bukan saatnya bermain-main!" Pak Rifki


Pak Rifki adalah guru Bahasa Indonesia dikelas Gea.


"Baik Pak." Gio


"Dan tugas khusus buat kamu, buatlah puisi tentang keluarga, kumpulkan besok ke ruangan saya!" Pak Rifki


Gio mengangguk, namun dia mencoba menelan ludahnya, dia merasa tugas itu cukup sulit, terlebih gurunya itu pasti ingin puisi yang original buatannya sendiri, jika Gio mengcopy karya orang pasti guru Bahasa itu akan tahu dengan mudahnya.


Gue ngerasa, gue semakin membuat nilai Gea hancur, Astaga gue bener-bener bingung. Pikir Gio


***


Saat istirahat tiba, Gio melihat Gea yang sedang duduk di kursi yang berada di pinggir lapangan, membuatnya tertarik untuk menghampiri Gea.


"Hey… Lo kenapa?” Gio


"Tadi habis olahraga basket dan aku gak bisa bikin kamu bangga, aku dimarahi Pak Agus karena aku sama sekali tidak bisa memasukan satu bola pun, pak Agus pikir kalau aku itu main-main saja karena biasanya kan kamu mainnya jago," Gea menjelaskan sambil menunduk lesu.


"Hmm… nanti kita latihan lagi, Lo gak usah sedih gitu, lagian gapapa kok kalau gue gak menang di perlombaan nanti," ucap Gio, dia kemudian duduk disamping adiknya.


Gio mencoba menghibur Gea, dia menceritakan kejadian-kejadian lucu yang dialami, termasuk kelakuan Lili dan Riri terakhir kali.


Gea pun tertawa, dia mulai merasa perasaannya membaik, mereka kemudian pergi ke kantin sekolah.

__ADS_1


Saat makan, Gio dikejutkan dengan kedatangan Lili yang menarik tangannya.


"Mau kemana?" Gio.


"Tadi kan belum ketemu ulatnya Ge, ayo cari lagi..!" Lili


Gio pasrah saat ditarik Lili, entah mengapa dia rasanya tidak bisa menolak, sementara Gea melihat kedekatan mereka dengan tersenyum senang.


*


*


*


Bianka yang sudah masuk sekolah lagi dan sudah sembuh, dia dengan sengaja mendorong Gio kesemak-semak saat dia mencari ulat bersama Lili.


"Aduh, siapa yang berani dorong gue?" Gio


Terdengar suara tawa seorang wanita yang dikenal Gio, Lili segera membantu Gio berdiri.


"Lagian kalian ngapain sih disini?" Bianka


"Hahaha… gue gak iri, gue cuma gak terima aja dikalahin sama dia yang ternyata BODOH." Bianka


"Apa Lo bilang? Lo jangan sok cantik dan sok pinter deh!" Gio mulai emosi, dia mendekatkan dirinya hingga wajahnya saling berhadapan dengan Bianka.


"Lo masih berani sama gue? Lo mau kalau di skors dari sekolah? Hmm…, " ancam Bianka, namun Gio dapat melihat ketakutan dari matanya.


Gio menatap tajam dan berkata "Sayang ini sekolahan, kalau gue ketemu sama Lo diluar sekolah, gue pastiin Lo akan menyesal karena berurusan sama Gue!" Gio


Dia pergi dari tempat itu secepatnya, sebelum emosinya meledak dan melakukan sesuatu diluar batas, yang dia khawatirkan reputasi Gea.


Lili pun menyusul Gio dengan berlari, itu jalan apa lari sih, cepet amat? Pikir Lily 


"Ge tunggu!" Teriak Lili.


*


*


*

__ADS_1


Sementara Gea dipanggil oleh guru olahraganya, dia kini duduk serius berhadapan dengan pak Agus .


"Gio, saya harap kamu jangan main-main, karena Minggu depan tim basket sekolah ini akan bertanding..!" Pak Agus


"Baik Pak, saya akan berusaha lebih keras lagi." Gea


"Saya tahu kemampuan kamu seperti apa, kamu itu yang terbaik, jangan bikin saya dan teman-teman kamu kecewa Gio! Ingat .. saya tidak akan bisa mempertahankan kamu sebagai ketua basket jika kamu seperti ini terus!" Pak Agus


Deg


Gea menundukkan kepalanya, dia benar-benar bingung saat ini.


Bagaimana ini? Padahal ini impian Gio. Batin Gea


Gea kembali ke kelas dengan tubuh lunglai tak bersemangat sedikitpun.


"Lo habis darimana?" Haikal


"Dari ruang guru." Gea


"Habis diceramahi Pak Agus? Lagian Lo aneh, biasanya kan Lo semangat main basket, lah ini loyo bener kaya cewek. Hahaha…" Haikal


"Hmm, emang gue cewek." Gea


Dia menyembunyikan wajahnya di atas meja dengan ditutupi kedua tangannya.


Namun Haikal mengira itu hanya candaan, merasa jika dia harus mendapatkan jawaban yang serius dari sahabatnya itu, dia juga tidak mau kalau permainannya Minggu depan akan mengalami kekalahan.


Haikal terus saja mengganggu Gea yang sedang tidak bersemangat itu. Namun Gea tak bergeming, dia juga tidak bersemangat bercanda dengan Haikal, suasana hatinya sedang tidak baik-baik saja.


Gea bangkit dari kursinya, "Lo berisik banget Kal..!"


"Yaelah, sejak kapan sih Lo jadi gak asik gini." Haikal


Namun baru saja beberapa langkah Gea berjalan, dia merasa pusing, semuanya menjadi gelap dan…


Bruk


"Astaga Gio…" teriak Haikal.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2