
Saat Gea dan Lili membuka ponsel milik mereka masing-masing, mereka mengerutkan kening mereka. Mereka berdua saling menatap satu sama lain dan mengangkat kedua bahu mereka.
"Syukurlah…," Gea
"Aku juga deg-degan loh Ge." Lili
"Ini cuma video artis yang viral, kalian kenapa sih sampe panik begitu?" tanya Gio heran.
"Kita kira, itu video yang disebar anak laki-laki tadi yang memergoki kita berduaan di toilet cowok, kamu sih katanya mau jagain, jagain tapi bisa ada orang masuk, ini juga salah kamu Gio..!" Ucap Lili dengan kesal.
"Hahahaha…," Gio malah tertawa membuat Gea dan Lili menatap Gio dengan tatapan bingung.
"Jadi kalian galau gara-gara itu? Astaga, tadi pagi gue berhasil ngejar itu orang, gue udah paksa dia buat ngehapus video kalian, kalian sih dari tadi diem-diem Bae, coba kalau ngomong ke gue, haha… tapi kalian benar-benar lucu," Gio tertawa sangat puas melihat tingkah dua orang di depannya yang galau karena hal yang tak perlu mereka khawatirkan.
"Gio…," teriak Gea dengan tatapan mata yang penuh kekesalan, namun Gio segera mengambil buku menu di meja dan menutupi wajahnya untuk menghindari Gea.
Gea yang sudah tidak merasa gelisah, dia mulai memperhatikan kado dari Lili dan membukanya, dia begitu senang, rasanya dia ingin memeluk sahabatnya itu namun dia mengurungkan niatnya karena mereka ada di depan umum.
***
Sesampainya di Rumah, si kembar kembali mendapatkan kejutan dari nenek dan kakeknya. Mereka mendapat banyak kado karena para karyawan perusahaan kakeknya juga memberikan kado pada si kembar yang berulang tahun ke 16 tahun.
Gea dan Gio merasa lucu, mereka saling membuka kado milik kembarannya. kado Gea diterima oleh Gio dan kado Gio diterima oleh Gea.
"Ge, ini apa.. semuanya warna pink? Haha…," ucap Gio sambil mengangkat baju, handuk serta barang lainnya yang berwarna pink.
"Itu memang warna kesukaanku, berikan padaku semuanya..!" Ucap Gea dengan kesal.
"Iya, dan kemarikan juga semua kado punya gue..!" Gio
__ADS_1
Mereka saling bertukar kado, karena mereka memang bertukar tubuh, barang itu akan mereka pakai sebagian dan akan disimpan sampai saatnya mereka bisa kembali ke tubuh masing-masing dan bisa memakainya, ya . .. semoga saja, karena mereka masih berharap ada keajaiban lagi.
Sang Nenek juga memberikan kalung yang cantik untuk Gea, namun dia hanya bisa menyimpannya untuk saat ini. "Sayang sekali aku belum bisa memakainya, padahal ini cantik sekali, bajuku juga, kalau aku kembali dalam waktu yang lama maka baju itu pasti sudah tidak muat.. huh."
***
Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Kini si kembar sudah saatnya naik kelas, Gita membawa raport mereka bersama Denada yang kini sangat lucu, dia sudah bisa merangkak dan pipi yang menggemaskan membuat teman-teman Gea dan Gio ingin sekali mencubit pipi Denada saat digendong Gea.
Saat pembagian raport, dengan jelas Gita mengambil kedua raport anaknya, membuat mereka kini tahu bahwa Gea dan Gio adalah adik kakak, mereka kembar dan memiliki wajah yang mirip.
"Aku kira mereka pacaran, wajah mereka yang mirip aku kira mereka berjodoh, sungguh lucu. Hahaha…" Putri
"Lo bener, seharusnya kalau gue mau deketin Gio maka gue harus baik-baikin Gea, bukan malah ngerjain dia," keluh Mirna.
"Hahaha, meskipun Lo bisa dapetin Gio, gue yakin Lo gak bakal dapet restu dari Gea," Karin nampak puas menertawakan temannya.
Gita begitu senang dengan nilai yang dicapai si kembar, mereka telah bekerja keras dan mendapatkan nilai terbaik, nilai Gio berbeda tipis dengan Gea. Mereka ada di peringkat satu dan dua, Gea memang selalu jadi yang terbaik namun karena mereka tertukar maka nama Gio lah yang diperingkat pertama, namun itu tidak masalah bagi Gea.
"Makasih ya Ge, kamu bisa bikin Gio rajin belajar dan bisa mengejar nilai kamu, kalau Gio gak mau belajar kamu paksa aja Ge, nanti Mamah bantuin deh.. hehehe. .!" Gita
"Iya Mah, oke, lagi pula apa yang dikerjakan Gio itu akan menjadi nilai aku Mah, tentu saja aku akan memaksanya belajar," ucap Gea dengan serius, membuat Gio menelan ludahnya.
Mereka pun pulang bersama, Denada semakin pintar membuat si kembar suka bermain dengan adik mereka, bahkan ketika Denada tidur, Gea malah asyik menusuk-nusuk pipi balita itu dengan telunjuknya.
"Gea… kasihan dia, kalau bangun, apa kamu mau memberinya ASI?" Ibu si kembar merasa kesal.
"Abis pipinya itu loh Mah, gemes banget… hehe, bagaimana aku punya ASI, sekarang saja aku menjadi laki-laki," keluh Gea.
"Hahaha, kalau begitu sama Gio aja ya?" Gita
__ADS_1
"Geli…," jawab Gio yang langsung memalingkan wajahnya ke arah kaca mobil.
Gita dan Gea pun tertawa bersama yang malah membuat Denada benar-benar terbangun.
***
Si kembar yang baru naik kelas itu kini menikmati liburannya, mereka ingin pergi berkemah namun Denada akan tidak senang. Mereka pun pergi berlibur ke villa keluarga.
"Yey kita liburan….," Teriak Gea kegirangan.
Mereka sibuk sekali dengan perlengkapan yang akan dibawa, Reza dan Gio hanya melihat Gea dan Gita yang bolak-balik mengemasi barang mereka, Gita menyeret 4 koper miliknya, menyuruh sang suami membawanya dan menaikkannya ke mobil.
"Astaga, mana muat sayang? Kita disana hanya seminggu, kamu seperti mau pindahan saja, semua baju kamu masukin," keluh Reza.
"Ya ampun Pah , ini sedikit." Gita
"Sudah bawa saja yang benar-benar dibutuhkan, disana kalau ada barang yang kurang kita bisa nyuruh mang Udin mengantarkannya, atau kita beli disana aja lah..!" Reza
"Oke, Papah yang belanja," jawab Gita dengan girangnya, namun membuat Reza mengutuk mulutnya karena sembarangan berbicara, sementara Gio yang ada di sebelah ayahnya itu sontak tertawa.
Reza mendadak lesu dan menyeret kakinya yang seolah berat menuju mobil. Bukannya dia tidak punya uang untuk belanja kebutuhan sang istri, namun dia tidak mau jika harus menemani sang istri berjam-jam berbelanja, membuat kakinya sampai mati rasa, tangannya juga sakit membawa banyak barang belanjaan.
Mobil sudah siap, mereka pun masuk ke dalam mobil, satu mobil khusus keluarga dan satu mobil khusus barang mereka.
Saat mobil itu sudah melaju hampir setengah jam, "Pah, Denada mana?" Gita
"Astaga, dia masih bermain sama Bi Mina dibelakang rumah," jawab Gea yang sama kagetnya.
Bersambung …
__ADS_1