Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Liburan


__ADS_3

"Aku rasa Gio akan ikut satu sekolah denganku Mah," Ucap Gio dengan tersenyum. Dia memilih mengalah demi adiknya, dia akan berusaha agar bisa lulus tes pendaftaran nanti.


Gea memandang Gio dengan mata yang berkaca-kaca, dia merasa kakaknya itu memang menyayanginya.


"Apa bener Gio? Kamu yakin mau masuk ke sana juga?" Tanya Gita pada anak lelakinya yang sebenarnya Gea itu.


"Emm, iya Mah.. kita akan coba dulu semoga kita lulus saat tes tulis nanti, iya kan Ge?." Gea


"hmm, iya." Gio


Sebagai seorang ibu, Gita tidak akan memaksakan kemana mereka akan sekolah, mereka sudah besar dan punya pilihan sendiri, Gita akan mendukung kemanapun mereka masuk sekolah, dan apa cita-cita mereka.


***


Mereka menikmati masa liburan panjang, sebelum mereka masuk kesekolah baru.


Gea yang ingin pergi ke pantai, membuat semua orang sepakat berlibur di pantai.


Nenek dan kakek Gio pun turut meramaikan hari libur mereka meski hanya beberapa hari saja.


Mereka sudah ada di pantai pagi-pagi sekali.


"Wah, udara pagi hari di pantai dingin banget ya Gio?" Gea


"Iya, ini lebih baik daripada udara di kota yang banyak polusi, panas dan macet. Hmm… ," ucap Gio yang kemudian dia duduk di hamparan pasir dengan kedua tangannya yang memeluk kedua lututnya.


Gio memandang matahari yang baru terbit, Gea pun ikut duduk disamping Gio bahkan dia menyandarkan kepalanya di bahu Gio.


Orang tua mereka persis ada di belakang mereka, mereka tersenyum melihat anak-anaknya semakin dekat dan akrab, bahkan dengan rencana memasuki sekolah yang sama.

__ADS_1


"Mah, ko kebalik ya, malah Gio yang bersandar di bahu Gea? Hehe…," Reza


"Hmm, iya… tapi mirip Papah yang bersandar pada Mamah saat ini. Iya kan?" Tanya Gita yang menoleh pada suaminya yang kini sedang bersandar di bahunya.


Reza hanya tersenyum malu.


"Oh iya papah Sanjaya dan Mamah Maya mau ikut liburan gak?" Gita


"Sepertinya cuma Mamah aja deh, tapi belum datang, kemarin bilang sih mau nyusul kesini." Reza


"Oh, kita tunggu aja, Mamah aku juga gak tau dimana, pagi-pagi udah keluar sama papah." Gita


"Mereka lagi pacaran Mah, jangan diganggu..! Hehehe…." Reza


"Hahaha, kamu ini Pah bisa aja, kita samperin anak-anak yu..!" Gita


Hingga ibu itu melihat sosok dua wanita yang dikenalnya.


"Mamah, dan… itu Meta? Astaga mau apa wanita itu ikut kemari?" Gumam Gita pelan dengan nada ketidaksukaannya.


Reza juga mendadak berhenti dengan aktivitasnya itu, membuat Reza bahkan terjatuh karena tidak fokus saat diserang oleh Gio.


"Aduh…" Reza


"Papah gapapa? Maaf ya Pah kalau aku menyerang terlalu keras." Gea


"Gapapa ko, papah yang gak fokus, Papah yang salah, lagian juga gak sakit kok," jawab Reza lalu berdiri dan menepuk-nepuk celananya yang kotor.


"Mah, kok Meta ikut juga?" Reza

__ADS_1


"Mamah gak sengaja kok ketemu sama dia didepan, lagian dia kan bareng suaminya, kamu parno banget sih Za? Hehe…" Maya (ibunya Reza)


Reza memasang wajah malu karena ternyata Meta sudah menikah dan kemari dengan keluarga kecilnya. Dia hanya takut Meta masih sama seperti dulu yang selalu mengejarnya, menempel padanya dan itu pasti akan membuat Gita cemburu.


Gea dan Gio juga menyapa tantenya itu, tante yang baru mereka temui pertama kali karena baru kembali dari luar negri.


"Hai Tante..." Gea


"Oh ini, kenalin Meta, ini Gea dan Gio anaknya Reza sama Gita." Bu Maya


Gea dan Gio memasang wajah senang mereka , sementara ibunya memandang dengan masih ketidaksukaannya.


Gita yang ingin Reza menjauh dari Meta, dia beralasan ngidam makanan dan ingin segera mencarinya, mereka berdua meninggalkan anak kembarnya bersama nenek dan tantenya.


Gea dan Gio pun mencari sarapan pagi, mereka ingin makanan yang hangat, mencari penjual di sekitar pantai.


Si kembar begitu menikmati hari liburnya.


***


Hari kedua mereka berlibur, Gio pergi dengan sepedanya mengelilingi daerah sekitar pantai, pagi-pagi sekali dia keluar namun belum sempat pamit pada kedua orang tuanya, dia hanya sempat mengajak Gea yang masih mengantuk, namun Gea memilih tidur lagi.


Setelah setengah jam mengayuh sepeda, Sial, kenapa rantainya putus? Batin Gio


Gio mendorong sepedanya, dan berhenti dibawah pohon karena lelah. Dia meminum air mineral yang dibawanya lalu berdiam diri untuk beristirahat.


"Hei gadis cantik, pagi-pagi udah keluyuran aja, mending temenin Abang ngopi yuk biar anget..!" Suara seorang lelaki yang kini tepat berada didepan Gio, menatap Gio dengan senyum misteriusnya.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2