
Keesokan harinya mereka memasuki masa orientasi sekolah yang ke dua.
Gea merasa ingin cepat melewati masa orientasi ini, dia tidak mau kalau harus pingsan lagi seperti hari kemarin, dia ingin segera belajar seperti biasanya, mendapatkan kelas baru dan teman baru.
Untunglah kegiatan hari ini tentang mengenal lingkungan sekolah, mereka berkeliling melihat gedung didalam sekolah serta kegunaannya, mereka harus menghapal dimana gedung praktek, dimana gedung ekstrakurikuler dan tempat yang lainnya karena sekolah itu memang luas bahkan ada ruangan khusus untuk siswa yang ingin les berenang, les piano dan lain lain.
kegiatan kedua mereka bermain game tebak-tebakan saja. Kelompok yang salah akan dihukum untuk berpose wajah jelek.
"Sekarang kita main gamenya oke, jangan sampai kelompok kalian kalah! dan akan ada hadiah buat pemenang, jadi kalian harus semangat dan fokus!" Ketua OSIS
"Baik kak," jawab semua siswa baru dengan kompak.
Tim laki-laki ternyata unggul, namun Gio tidak mau jika dia harus melakukan hal konyol itu, dia berusaha keras agar tim wanitanya menang.
"Li, kali ini kita harus menjawabnya dengan benar!" Gio
"Iya, lagipula aku gak mau harus memasang wajah jelekku, apalagi kalau nanti difoto trus di share di medsos, jangan sampai itu terjadi," Lili membayangkannya dan bergidik ngeuri.
"Iyaa makanya kita harus menang..!, takutnya foto kamu itu nanti akan membuat para calon pacar kamu kabur Li.. fffttt," ucap Gio yang menahan tawanya.
"Dasar menyebalkan." Lili
Berbeda dengan Gea, dia malah santai saja walaupun dia kalah, ya… karena itu bukan tubuhnya. Dia malah senang bersikap diluar kebiasaannya, dengan tubuh kembarannya itu dia bebas melakukan hal apapun, dia suka kekonyolan yang membuatnya tertawa dan mood nya membaik, tidak jaim seperti saat menjadi Gea.
Aku tiba-tiba merindukan Haikal dan Brian. Batin Gea
Saat ketua OSIS mengeluarkan pertanyaan, mereka begitu fokus dan mereka seketika diam sambil berpikir. Hingga satu suara mampu membuyarkan mereka.
Duuutt…
__ADS_1
Ya ampun, momen kentut gue kayaknya gak pas nih. Pikir Gio sambil berpura-pura tidak bersalah.
Lili yang berada disamping Gio tentu saja bisa mendengar dengan jelas jika suara itu terdengar dari sebelahnya.
"Ge, kamu kentut ya?" Tanya Lili dengan berbisik.
"Hehe, sorry." Ucap Gio sambil tersenyum kikuk.
Sementara Lili dan yang lainnya menutup hidungnya, karena merasakan polusi udara yang sangat menyengat itu.
"Oh astaga bau sekali, siapa sih yang kentut? Abis makan apa sih ni orang?" Karin
"Iya nih, gak sopan banget." Juli
"Sudah diam, ayo kalian jawab pertanyaan saya!" Ketua OSIS (Geri)
Karena kelompok wanita yang malah ribut, sementara tim lelaki fokus dengan pikiran mereka, akhirnya game itu dimenangkan oleh kelompok laki-laki dengan jawaban yang benar.
"Gapapa, kamu tetap cantik ko," puji Gio hanya sekedar ingin membuat suasana hati Lili membaik.
Deg
Lili merasa hatinya berbunga-bunga dipuji oleh sahabatnya itu, Tuh kan aku malah salting, aku yakin dia itu Gio , mana mungkin aku yang gak normal. Pikir Lili
Semua murid baru perempuan dibagi menjadi beberapa kelompok dan akan melakukan sesi foto oleh ketua OSIS yang nantinya akan dipajang di mading sekolah sebagai kenang-kenangan.
Lili dan Gio sudah lengkap dengan papan nama dari kardus, topi kerucut dan juga rambut kuncir dua, dan saat Geri menghitung mundur, mereka harus mengeluarkan ekspresi jelek mereka meski dengan terpaksa.
"Tiga, dua, satu." Geri
__ADS_1
Cetrek
Gea bisa melihat tubuhnya disana yang melakukan sesi foto konyol, bahkan Gea menertawakan dirinya sendiri.
"Hahaha..... gapapa Ge, meski pose begitu kamu tetap cantik ko," gumam Gea pelan pada dirinya sendiri, dia memuji kecantikannya sendiri.
Sementara grup laki-laki berfoto dengan gaya keren mereka dan piala di tengahnya. mereka semua merasa bangga bahkan memamerkan piala itu berputar-putar mengelilingi kelompok wanita sebagai tanda kemenangan mereka.
Hari ini begitu melelahkan untuk mereka, akhirnya mereka bisa pulang ke rumah masing-masing saat ketua OSIS mengakhiri kegiatan hari ini.
***
Sesampainya di rumah, Gio yang tiba-tiba merindukan kawan-kawan semasa SMP nya, dia mencoba mengirim pesan dan mengajak mereka bertemu. Sementara Gea sudah tertidur siang dengan nyenyaknya.
Ting (pesan masuk ke ponsel Gio)
(Oke kita ketemu di tempat biasa aja, jam 4 sore) Haikal
(Oke, ajak Brian juga ya! Gue mau mentraktir kalian makan, udah lama gak makan bareng.) Gio
(Oke, kalau masalah makan gue semangat 45. Haha) Haikal
Gio yang mengantuk pun, dia memilih tidur dan memasang alarm pukul 3 sore untuk bersiap-siap menemui sahabat-sahabatnya.
***
Sore pun tiba, kini Gio sudah siap dengan pakaian rapi, dia tidak sabar mengendarai si hitam lagi, menemui dua sahabatnya yang bisa membuat dia tertawa.
Namun saat dia melihat pantulan dirinya di cermin.
__ADS_1
"Ya ampun, gue lupa kalau gue masih jadi Gea, gimana caranya gue nemuin mereka, apa gue batalin aja ya?"
Bersambung …