Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Syarat


__ADS_3

Gea dan Lili dibawa ke sebuah tempat yang yang asing, mereka bahkan hampir 2 jam menempuh perjalanan didalam mobil dengan keadaan mulut dibungkam dan keringat bercucuran.


Perut mereka yang mulai terasa lapar, membuat mereka semakin tersiksa, tapi tak disangka para penjahat itu memberikan makanan dan minuman yang layak.


Wajah para penjahat itu memang seram namun mereka tidak melakukan kekerasan pada mereka berdua, saat kain penutup mulut itu dibuka.


"Siapa yang menyuruh kalian?" Gea langsung melayangkan pertanyaan dengan emosi.


"Makan dulu, gak usah banyak tanya!" Jawab salah satu dari mereka memberikan makanan itu agar lebih dekat dengan mereka dan mudah diraih, penjahat itu membuka tali pengikat tangan Gea dan Lili.


Gea dan Lili yang memang merasa lapar, mereka memilih menghabiskan makanannya, tentu saja Gea berpikir untuk meloloskan diri dari sana, dia perlu tenaga juga untuk lari, dia juga merogoh sakunya dan memakai cincin milik ibunya yang sempat diberikan Gio padanya tadi pagi.


"Sudah makannya? Cepat telepon ayahmu sekarang!" Perintah salah satu penjahat.


Gea langsung mencari kontak ayahnya dan mencoba menelepon Reza untuk menyelamatkannya. Namun sebelum Gea mengatakan sesuatu ponsel itu sudah direbut oleh komplotan penjahat.


"Anakmu sekarang ada bersamaku, kalau kamu mau dia selamat, maka kamu harus melakukan semua yang aku perintahkan!" Penjahat


"Apa? Jangan macam-macam ya! Apa mau kalian?" Reza


"Tentang syaratnya, aku akan memberitahukannya lewat pesan." Penjahat


Tut


Panggilan itu diputus oleh para penjahat dan ponsel Gea diambilnya, sementara Gea dan Lili kembali diikat, mereka tidak mau jika mangsa yang telah mereka dapatkan dengan susah payah kabur begitu saja, apalagi dengan imbalan yang besar.


Para penjahat langsung menghubungi bos mereka untuk melaporkan keberhasilan mereka dan meminta bayaran.


***


Sementara di kediaman Reza, lelaki itu tampak panik, ditambah istrinya yang bahkan kini menangis karena memikirkan nasib Gea.


"Gimana dong Pah, kasian Gea, masa kita gak bisa lapor polisi sih?" Gita

__ADS_1


"Jangan dong Mah, nanti kalau mereka ngapa-ngapain Gio gimana? Meski dia laki-laki tapi kan kalau melawan banyak penjahat apalagi bersenjata tetap saja bahaya, Papah lagi nunggu kabar dari mereka, ingin tahu sebenarnya mereka maunya apa." Reza


"Pasti uang Pah, langsung kasiha aja lah, kasian Gea disana pasti ketakutan," ucap Gita dengan masih terisak.


"Gio mah, Gea kan ada dikamar masih sakit. Iya Papah akan kasih jika mereka hanya meminta uang karena nyawa anak kita lebih berharga." Reza


Mamah benar-benar terguncang, sampai tidak bisa membedakan Gio dan Gea. Pikir Reza


Sementara Gita mengabaikan apa yang dikatakan suaminya, yang dia pikirkan adalah anak gadisnya yang lemah pasti ketakutan apalagi kalau sampai mengalami trauma.


Akhirnya Reza mendapatkan pesan singkat dari nomor tak dikenal, mereka menginginkan sejumlah uang dan ingin video tentang Geri bisa dihapus dari semua sosial media. Mereka juga ingin kalau Reza mengaku salah telah mengedit video itu dan memfitnah Geri. Kalau mereka tidak mau menuruti syarat itu, maka nyawa Gio akan terancam.


"Sial…," teriak Reza.


"Ada apa Pah?" Gita penasaran dengan apa yang terjadi, hingga membuat suaminya marah.


Reza menunjukan pesan itu, membuat Gita juga murka. " Mereka memang benar-benar keterlaluan Pah, anak dan ayah sama saja. Apa kita harus menuruti semua yang mereka inginkanPah?"


"Papah juga bingung, yang satu keadilan untuk Gea dan yang satu nyawa Gio. Papah gak bisa mengabaikan salah satunya, astaga…" Reza


"Gio…" Gita memanggil nama anaknya dengan perasaan haru sekaligus sedih.


"Tapi, Papah juga bingung jika Papah mengakui video itu editan maka karir Papah yang hancur Mah, klien-klien perusahaan Papah pasti kecewa dan membatalkan kontrak mereka," keluh Reza.


Pengakuan itu juga pasti berpengaruh besar, bisa membuat keluarga Reza kacau, bahkan Gea dan Gio bisa ikut disalahkan oleh netizen dan semua masyarakat.


***


Kembali ke tempat penyekapan, Gea berusaha melepaskan ikatan di tangannya. Setelah lepas dia berniat menggunakan cincin milik ibunya.


"Ge, kamu bisa melepaskan tali itu?" Tanya Lili yang kini sedang dibantu oleh Gea.


"Iya, sssttt…. Jangan berisik..!" Gea

__ADS_1


Setelah mereka berhasil melepaskan diri, Gea mencoba mengintip dari jendela dan ternyata banyak penjaga diluar ruangan itu.


Gea mengatur strategi, dia menyuruh Lili berpura-pura masih terikat dan mengeluh sakit perut, Gea juga duduk disebelah Lili.


Ada dua lelaki bertubuh kekar yang masuk menghampiri saat mendengar teriakan Lili , mereka menanyakan keadaan Lili, bos mereka menyuruh untuk menjaga anak-anak itu jangan sampai ada yang terluka karena akan ditukar dengan sesuatu yang menguntungkan.


Namun Gea yang sudah siap dengan cincin listriknya itu langsung menyerang dua penjahat itu, sampai membuat keduanya jatuh tak sadarkan diri, Lili yang kaget pun sampai tidak bisa berkata-kata lagi.


"Nanti aku ceritain semuanya, kamu tenang aja Li mereka cuma pingsan. Kita pura-pura kaget sekarang dan berteriak minta tolong..!" Gea


"Hmmm, oke.." Lili 


"Tolong, ada yang pingsan….!" Gea


"Tolong…!" Lili


Beberapa penjahat mulai masuk dan membantu kawan mereka yang pingsan, dan saat lengah Gea menyerang mereka satu persatu dengan cincin itu hingga semuanya jatuh tersungkur.


Gea mengajak Lili pergi dari sana, memegang tangan Lili dengan erat dan terus mengajaknya berlari jauh dari tempat itu. Gea juga menyempatkan diri untuk mengambil handphone nya kembali, dia kemudian menghubungi ayahnya dan mengirim lokasi mereka agar Reza bisa menjemputnya.


"Ayo Li, kita terus jalan sampai kita menemukan pemukiman warga atau jalan yang ramai..!" Gea


"Iya Ge, hah… hah .. " Lili yang lelah berlari harus terus memaksakan kakinya karena dia tidak mau jika harus tertangkap lagi.


"Kita tunggu disini aja Li, aku mau share loc ke nomor Papah dulu sambil beristirahat." Gea


Setelah satu jam menunggu, Gea mendengar teriakan para penjahat itu lagi.


"Ge, gimana ini?" Lili


Gea langsung menarik lengan Lili dan mengajaknya berlari lagi.


Jangan sampai aku tertangkap lagi! pikir Gea

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2