Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Denada


__ADS_3

"Mamah lupa ya kita bertukar tubuh? Kan aneh kalau Gio malah ikut les balet, atau aku yang ikut les basket karena aku gak bisa main basket Mah," keluh Gea.


"Mamah lupa, hehe . . . Memangnya Gea mau les balet?" Tanya Gita.


"Tentu saja mau Mah," jawab Gea dengan semangat.


"Gimana kalau kalian mengambil les yang sekiranya kalian bisa lakukan saja, misalnya Gio ambil les piano sebagai Gea dan Gea ambil les beladiri sebagai Gio, itu juga berguna buat kamu Gea biar Mamah gak khawatir..!" ucap Gita yang berusaha mencari jalan tengah untuk mereka. 


Gea diam, titik dimana sekarang dia merasa benar-benar ingin kembali ke tubuhnya. Begitupun Gio, ibu si kembar yang tahu jika keduanya sedang bersedih, Gita merasa bingung sekarang.


Bagaimana caranya mereka bisa kembali? Pikir Gita


"Kalian jangan sedih, ada saatnya nanti kalian bisa kembali ke tubuh kalian, sekarang nikmati saja dulu, Mamah dulu juga seperti itu, dan sebaiknya kalian mengambil dua les yang sama sekaligus, biar kalian selalu sama-sama dan saling membantu..!" Gita


Gea dan Gio saling menatap, hingga akhirnya mereka mengangguk dan memutuskan menuruti saran dari ibunya.


***


Mereka memilih ekstrakurikuler basket dan piano. Basket pilihan Gio dan piano pilihan Gea, jika mereka bisa kembali ke tubuh masing-masing maka mereka tinggal keluar dari salah satu les yang mereka ikuti.


Hingga hari itu pun tiba, dimana Gea merasa senang sekaligus gugup, dia sedang duduk memandang piano besar di depannya. Ini hari pertama Gea masuk kelas les piano, tentu saja Gio pun ikut bersamanya.


Dengan mereka memilih dua les sekaligus dan sama, membuat mereka terus bersama dan benar-benat seperti sepasang kekasih yang tak terpisahkan.


Sebagian dari mereka pun menganggap jika Gea dan Gio adalah pasangan bucin.


Gea memulai dengan not dasar, karena gadis itu ingin menjadi pianis, dia begitu senang meski baru bisa mengenal do-re-mi.


"Kamu masuk kelas ini juga?" Tanya Gio pada Cantika.


"Hmm, iya.. kebetulan sekali, hehe…," jawab Cantika yang tersenyum terpaksa pada Gio yang dianggapnya Gea.


Setelah kegiatan itu selesai mereka segera pulang karena ibu dan sang adik akan pulang dari Rumah Sakit, tentu mereka sangat senang sekali.


Pak Denis memberi tahu jika sang ibu sudah ada di Rumah, akhirnya mobil itu melaju langsung ke rumah mereka.


***

__ADS_1


Si kembar membantu ibunya, mereka melihat terlebih dahulu bagaimana cara mengganti popok yang basah dan sudah kotor itu.


"Mah, apa dulu aku juga seperti itu?" Tanya Gea.


"Haha, tentu saja.. mana mungkin kamu tiba-tiba besar seperti ini," Gita menjawab dengan tawanya.


"Sama Gea, bahkan kentutmu lebih bau dari adik bayi Denada, aku kan selalu ada disampingmu dari sejak dalam kandungan, tentu saja aku tahu," Gio mencoba menggoda adiknya.


"Hahaha…, kalian ini." Gita


"Dasar, memangnya kamu ingat? kamu dulu kan sama denganku, jika aku bayi ya tentu kamu juga bayi, menyebalkan," keluh Gea dengan kesal menatap ke arah kembarannya itu.


Gio hanya tersenyum kecil menanggapi omongan Gea.


Mereka begitu antusias melihat ibunya merawat Denada, adik perempuan mereka yang baru lahir, mungil dan menggemaskan.


Tiba-tiba ibu si kembar merasa sakit perut, sementara suaminya belum pulang, Gita menitipkan Denada pada si kembar dan juga Bi Mina.


"Aduh sebentar ya Non, Den, Bibi mau matiin kompor dulu, tadi Bibi lagi bikin sayur bayam buat Nyonya." Bi Mina


"Iya Bi, jangan lama-lama..!" Gea


Sementara di dalam kamar tiba-tiba Denada menangis, bahkan tangisan itu terdengar sampai ke toilet. Gita berteriak dari dalam sana "sebentar ya 5 menit lagi, Mamah masih sakit perut sayang..!" 


"Ge coba kamu ajak dia main, dia bosen kali..!" Gio


"Diajak main gimana? Denada kan baru lahir beberapa hari," jawab Gea bingung.


Mereka mengajak main dengan melakukan gerakan cilukba seperti yang dilakukan mereka pada keponakan mereka.


"Ciluk…. Ba," ucap Gea sambil membuka tangannya yang kemudian memperlihatkan wajahnya sambil tersenyum, namun Denada menangis semakin kencang.


"Ge.. muka Lo serem kali, liat tuh makin kenceng kan nagisnya..!" Ucap Gio menyalahkan Gea.


"Hmm, ini wajah kamu Gio, wajah kamu memang nyeremin," jawab Gea yang mampu membuat Gio nampak diam, secara tidak langsung Gio mengejek wajahnya sendiri.


"Hmm, dia pipis kali, Lo  ganti aja popoknya..!" Gio

__ADS_1


"Sama kamu aja Gio, kan sesama perempuan, kamu kan sekarang jadi perempuan..!" Jawab Gea yang sebenarnya merasa jijik apalagi jika adik bayinya buang air besar.


"Astaga, masa gue sih? Mamah kok lama sekali ya? Bi Mina juga kemana sih?" Tanya Gio.


Gea memilih mencari Bi Mina meninggalkan Gio disana berdua bersama Denada.


Gio yang kehabisan akal, kini dia hanya berusaha mengecek celana adiknya.


"Apa dia pipis?" Gumam Gio lalu mencoba mencium bau dicelana sang adik, Gio tampak seperti mau muntah.


"Oh astaga ini bau sekali," ucap Gio sambil menutup hidungnya. Karena tak sanggup mengganti popok yang bau itu, Gio mencoba mengetuk pintu toilet dimana sang ibu ada didalam sana.


Tok


Tok


Tok


"Mah… cepetan Mah!" Teriak Gio.


"Iya sebentar..! 5 menit lagi." Gita 


Terus saja lima menit, kalau di gabung itu bisa sampe 1 jam, Gea juga gak balik-balik. Batin Gio 


Gita keluar dengan perasaan lega, dia mengajak Gio untuk melihat Denada, Gita pikir ada Gea dan bi Mina yang menunggu bayinya, ibu itu berjalan dengan pelan karena masih masa pemulihan.


"Gio, adik kamu mana?" Tanya Gita panik.


"Gea pergi mencari Bi Mina Mah," jawab Gio dengan santainya.


"Maksud Mamah Denada mana? Jadi tadi kamu ninggalin dia sendirian? Ya ampun Gio, ayo cari adik kamu..!" Ucap Gita yang kemudian keluar kamar mencari bayinya.


"Mamah mau kemana?" Tanya Gea menghampiri, dia datang bersama Bi Mina yang membawa semangkuk sayur bayam hangat dan satu piring nasi.


"Gea, Bi Mina.. kalau kalian disini lalu Denada mana?" Tanya Gita semakin panik.


Mereka semua panik lalu mencari bayi kecil yang bahkan belum bisa merangkak, namun entah kemana bayi itu pergi.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2