
Saat Gio terbangun dia masih merasa tubuhnya sakit semua, dia ingin segera sembuh dan segera pulang, di Rumah Sakit Bahkan sudah ada nenek dan kakeknya yang datang menjenguk, mereka menangisi Gio lebih dari ibunya menangisinya.
"Nenek aku gapapa, gak usah nangis terus..!" Gio
"Nenek gak tega lihat cucu perempuan nenek lebam-lebam seperti ini, hiks… hiks… " Nenek Hanna
"Aku gapapa, aku kan gadis kuat seperti Mamah dulu," ucap Gio berharap neneknya berhenti menangis.
"Mamah kamu beda sama kamu Gea, dia memang barbar, kamu kan anak manja, ngegemesin, cucu nenek yang manis kalau Ibumu jago beladiri sementara kamu kan penakut.. jelas berbeda." Hanna
Datanglah nenek Gio dari pihak ayahnya, Nenek Maya berlari memeluk cucunya dengan Isak tangis, "Gea sayang…. Mana yang sakit? Siapa yang berani memukulmu? Bilang aja sama nenek..! Biar tak bejek-bejek itu orang," Maya menatap cucunya dengan tatapan sedih.
"Hehe, aku gapapa Nek, kalian terlalu khawatir." Gio
Reza datang dengan membawa berkas, dia menunjukkannya pada ibu si kembar tentang data anak-anak yang kemarin sempat menyerang anaknya.
Nenek dan kakek si kembar pun tak kalah penasaran dia melihat data mereka, sementara Gio yang sudah tahu jika kemarin pelakunya adalah Geri, dia hanya diam.
"Mana Mamah lihat Za, biar tak bejek-bejek nanti, masa cucu Mamah dibikin sakit begini," ucap Maya yang langsung menyerobot data itu, bahkan mengambilnya dari tangan Reza.
"Oh ini, biar kita laporkan ke pihak berwajib saja, masih anak SMA sudah mabuk-mabukan dan membahayakan orang lain," ucap Maya yang begitu emosi.
Namun justru karena masih anak SMA maka usianya dibawah umur untuk dilaporkan, tapi bukankah ada penjara untuk anak? Reza sepertinya akan mencoba membicarakannya dengan kepala sekolah favorit dan tak lupa berniat menemui keluarga pelaku, kalau tidak membuahkan hasil, dia akan mencoba mengadukannya ke kantor polisi mengingat ada dua korban yang terluka bahkan yang satunya lagi luka parah.
__ADS_1
***
Sementara disekolah favorite, Gea dan Lili mendapatkan serangan dari banyak gadis fans Geri. Mereka mengepung Gea dan Lili memperingatkan mereka agar tidak memfitnah idolanya.
Sementara gadis yang suka dengan Gea sebagai lelaki (sebagai Gio) mereka berdiri di belakang Gea membelanya tanpa ragu, ada beberapa siswa laki-laki juga disana.
Perdebatan antara dua kubu berbeda itu terjadi di halaman sekolah, Bahkan mereka saling melempar pembelaan.
"Kak Geri gak mungkin kaya gitu, jadi jangan fitnah dia!" Kubu Geri
"Tapi kita yakin kalau Gio gak mungkin bohong, dia juga tadi memperlihatkan foto Gea yang sedang ada di Rumah Sakit." Kubu Gea
"Ah, itu kan sakit bukan berarti karena kak Geri." Kubu Geri
"Tapi aku yakin, karena aku pernah memergoki kak Geri saat merokok di halaman belakang sekolah." Kubu Gea
Hingga pada akhirnya mereka membubarkan diri karena kedatangan beberapa guru.
Yang membela Gea memang siswa yang selama ini melihat keanehan dari tingkah laku Geri , dan beberapa dari mereka memergoki Geri namun takut untuk berkata jujur dan inilah kesempatan mereka untuk mengungkapkan kebenaran dibalik sikap Geri yang sok manis itu.
***
Siang itu Reza datang menemui kepala sekolah, memberikan bukti-bukti yang menyebabkan anaknya masuk rumah sakit, bahkan memberikan foto korban yang lain yang lebih parah dari luka anaknya.
__ADS_1
Itu adalah lelaki yang ditolong Gea dan Gio kemarin yang sudah lebih dulu dipukuli Geri dan kawan-kawannya saat mabuk.
Namun kepala sekolah bersikeras menolak bukti itu, dia tidak mau jika nama baik sekolahnya tercoreng.
"Kalau begitu, saya minta nama-nama siswa yang ada di dalam sini mohon untuk dikeluarkan secara tidak hormat..!" Pinta Reza.
"Tapi Pak, kalian bisa membahasnya secara kekeluargaan bukan? Cobalah selesaikan dulu dengan keluarganya..! Geri juga masih dibawah umur untuk mengkasuskan masalah ini ke polisi." Kepala sekolah
"Saya harap bapak juga bisa mengambil keputusan yang tepat dengan mengeluarkan mereka, sebelum mereka membuat ulah lain yang mungkin akan viral dan mencoreng nama baik sekolah bapak," Reza mencoba mengancam kepala sekolah dan segera pergi dari ruangan itu dengan kesal karena dia tidak mendapatkan keadilan untuk anak gadisnya.
Tapi Reza tidak akan menyerah, dia pergi menemui keluarga Geri.
Sesampainya disana, awalnya Reza disambut dengan baik namun saat memperlihatkan kasus anaknya, pria itu langsung marah.
"Anakku anak baik-baik, jangan mencoba memfitnahnya, atau saya akan menuntut kalian dengan tuduhan pencemaran nama baik!" Ayah Geri
"Tapi ini bukti sudah cukup, bisa anda lakukan pemeriksaan di Rumah Sakit jika anak anda mengkonsumsi alkohol..!" Reza
"Keluar…! Keluar dari rumahku!" Ayah Geri berteriak bahkan mendorong Reza memaksanya keluar dari rumahnya.
Ya ampun, aku harus bagaimana sekarang? Ayah dan anak sama saja. Pikir Reza
Reza memilih kembali ke Rumah Sakit untuk melihat putrinya dan menjenguk korban atas nama Keenan yang lukanya lebih parah dari Gio.
__ADS_1
Ayah itu merasa kecewa pada dirinya sendiri yang tidak bisa memperjuangkan keadilan untuk putrinya. Namun dia tidak akan menyerah, karena jika sesuatu yang salah dianggap lumrah maka akan berdampak buruk kedepannya, akan ada banyak korban lainnya.
Bersambung ….