
Gio diam di depan meja rias itu, dia pasrah diputar kesana kemari, dipakaikan ini dan itu, karena usia si kembar yang masih remaja, tentu saja hanya dipakaikan sedikit make up tipis yang flawless.
Ternyata jadi cewek itu bener-bener ribet ya? Gue kalau ke pesta, cukup mandi yang cuma 5 menit aja terus pake baju, disisir dikit rambut gue, eh udah ganteng maksimal kan. Pikir Gio
"Udah belum? Gue pegel nih," Keluh Gio yang sudah mulai tidak nyaman.
"Bentar lagi ya..!" Bujuk Gea.
"Gue beneran pegel Ge, pantat gue udah panas ini, kaki gue juga mati rasa," bisik Gio ditelinga kembarannya itu.
"Lebay, tahan bentar lagi..! Nanggung dikit lagi," pinta Gea.
Gio mau tidak mau mengangguk saja, apalagi saat melihat ibu dan neneknya begitu memuji penampilannya saat ini.
Yang ulang tahun siapa, yang repot didandani siapa? Hmm.. batin Gio
Setelah selesai dengan bajunya dan juga aksesoris dirambutnya, ternyata penderitaan Gio belum selesai, dia harus memakai sepatu kaca yang mirip sepatu Cinderella itu loh membuat Gio menggeleng-gelengkan kepalanya.
Astaga, sampai kapan ini berakhir? Pikir Gio
***
Gio pergi menuju rumah Lili terlebih dahulu, mereka akan pergi bersama-sama. Gea pun ikut, namun dia akan menunggu di dalam mobil saja, karena yang boleh masuk hanya orang yang memiliki kartu undangan dari Bianka.
Meski Gea sedikit khawatir, namun dia berharap Gio bisa berakting sesuai dengan apa yang direncanakan. Misi mereka yaitu menghancurkan pesta Bianka, ets… bukan diacak-acak dan membuat keributan ya. Hehe
Mereka hanya ingin membuat ratu sehari itu gagal menjadi ratu malam ini.
Didalam sana memang meriah, pesta ini diadakan semeriah dan semewah mungkin oleh keluarga Bianka. Disana juga ada ibu dan ayah Bianka yang sikapnya tidak jauh dari seorang Bianka.
Namun semua orang memandang Gio penuh dengan rasa kagum, karena kecantikannya, semua pujian jatuh pada Gio. Gaun yang digunakan Gio pun sangat simple namun anggun dan lucu untuk seusianya. Membuat dia semakin menggemaskan dimata pria-pria.
__ADS_1
Jaga mata kalian, ini tubuh adik gue! Batin Gio
Apalagi Arif yang masih menyukai Gea, dia sebenarnya ingin mendekati Gea yang sebenarnya Gio itu. Namun dia sadar kalau dia telah ditolak di depan umum.
Sementara Bianka berdecak kesal melihat semua pandangan temannya malah tertuju pada gadis yang dia benci, yang ulang tahun kan gue.
"Siapa dia Bi? Kayaknya anak orang kaya deh." Ibunya Bianka.
"Teman sekelas Mah, palingan dia menyewa baju itu selama satu malam saja," jawab Bianka meremehkan.
"Haha, bener banget tuh, palingan modal sehari aja. Kamu jangan mau dikalahin sama gadis itu! Anak Mamah pokoknya harus jadi yang tercantik hari ini, kamu kan ratunya sayang." Ibu Bianka
"Iya dong Mah pastinya, liat aja nanti akan aku buat mereka menyesal Mah." Bianka
Gio dan Lili menghampiri Bianka dan memberikan kado yang mereka bawa, meski Gio datang dengan terpaksa, namun dia tetap harus membawa kadonya bukan?
"Isi kado kamu apa Ge?" Tanya Lili dengan berbisik-bisik.
Lili tersenyum memandang Gio, dia merasa sahabatnya itu lucu.
Bianka memasang senyum palsunya saat menerima kado itu, dia memandang Gio dari atas sampai bawah, berapa ya harga baju itu? Aku jadi ingin beli. Batin Bianka
"Wah makasih ya udah datang, oh iya aku jadi kepo deh sama isi kado dari kalian, pasti sangat bagus dan mahal ya?" Sindir Bianka secara tidak langsung.
Gio merasa jantungnya berdetak kencang, dia tidak tahu isi kadonya apa, kalau beneran tikus maka nama Gea yang akan terancam.
Lili dengan ekspresi datarnya, dia tidak peduli dengan omongan Bianka, dia memberikan kado yang biasa, tidak mahal dan tidak murah juga. Dan itu kado yang pantas-pantas saja untuk diberikan kepada teman sekelas.
"Buka aja Bi, itu kan memang buat kamu." Lili
Bianka membuka kado dari Lili dengan perlahan, saat melihat isinya dia mengangkat kedua alisnya.
__ADS_1
"Hmm, biasa aja ya, aku kira spesial karena kamu sudah aku bantu." Bianka
Lili merasa kesal dengan ucapan Bianka seolah dirinya orang yang tak tahu diri dan tak tahu terimakasih.
"Coba aku lihat kado dari kamu Gea, boleh kan aku buka sekarang? Aku ko gak enak hati ya bukanya, soalnya kamu kan menganggapku saingan di kelas." Bianka
Gio hanya menatap Bianka dengan malas, ngomong apa sih dia? Kalau mau buka ya buka aja, banyak drama banget, tapi sebenernya gue juga penasaran karena gue juga gak tau isinya apa. Batin Gio
Saat kado dari Gio dibuka, Gio ikut menatap kado itu dengan fokus, tikus bukan ya?
"Hmm, ini.. waw benda mahal nih tapi kalau ini barang asli, ini asli kan bukan barang KW?" Tanya Bianka seolah menuduh Gio memberikannya barang palsu.
Mana gue tahu. Pikir Gio
Namun dia tidak mau jika nama Gea dipermalukan, dengan lantang Gio menjawab jika tas sekolah itu asli dari luar negeri.
"Hahaha, oke oke kalau asli jangan sampe ngegas gitu dong! Aku kan cuma nanya aja." Bianka
Gio memilih pergi dari hadapan bianka, dia pergi mengambil makanan dan langsung memasukan makanan itu ke dalam mulutnya dengan satu suapan karena rasa emosinya pada gadis menyebalkan itu.
"Kamu lucu Ge kalau emosi, biasanya kamu gak gitu deh, Hehe..., " Lili datang menghampirinya.
Gio tak mempedulikan omongan Lili, dia terus saja memasukan makanan ke dalam mulutnya, bahkan Arif yang memperhatikan dari jauh pun merasa gemas dengan tingkah gadis pujaan hatinya itu.
Hingga dimana Gio menatap tamu yang baru datang, Gio kaget sekaligus penasaran.
"Ngapain mereka kesini?" Gio
Pernyataan Gio itu membuat Lili ikut melihat kemana arah yang membuat perhatian sahabatnya itu terusik.
Bersambung. ….
__ADS_1