Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Akhirnya


__ADS_3

Gea dan Lili ternyata dibawa sebagai korban penculikan kemarin, mereka dimintai berbagai keterangan dan informasi.


Mereka menjawab sesuai dengan apa yang mereka ketahui dan mereka alami, namun Gea juga bingung menceritakan saat bagian dimana dia membuat mereka semua pingsan.


Bagaimana aku menjelaskan bagian yang ini ya? Pikir Gea 


Bahkan Gea juga melihat ke arah Lili, saat polisi bertanya bagaimana caranya mereka bisa kabur dari sana. 


"Begini Pak, kami kabur saat para penjahat itu lengah, kami membuka ikatan tangan yang ternyata agak longgar, kami pergi saat sebagian dari mereka tergeletak di lantai, emm mungkin mereka tidur, untuk yang jaga didalam Gio membuat mereka pingsan." Lili


"Semudah itu? Apa mereka semua benar-benar tidur di lantai?" Polisi


"Sepertinya begitu, Gio kan jago beladiri Pak dan kebetulan ada balok kayu juga disana, kami pun tidak tahu Pak mereka tidur atau pingsan karena itu kesempatan yang bagus, kami membawa ponsel kami yang disita dan lari, kami juga menghubungi orang tua Gio, iya kan Gio?" Lili


"Iya…," jawab Gea sambil mengangguk.


Setelah menjawab berbagai macam pertanyaan yang menghabiskan waktu hampir 2 jam, akhirnya mereka pulang dengan wajah lelah dan pusing karena berbagai pertanyaan tadi.


"Apa tidak masalah jika kita berbohong seperti itu?" Gea


"Terus apa kamu mau aku cerita kalau mereka pingsan olehmu dengan menggunakan cincin itu? Pasti mereka menertawakan kita dan malah menganggap kita mempermainkan mereka." Lili


"Serba salah, perutku lapar kita mampir di tukang bakso dipinggir jalan ya Li?" Gea


"Oke, aku juga lapar." Lili


Mereka langsung masuk ke dalam mobil, dimana Pak Denis dan Pak Beni sudah berdiri di dekat mobil menunggu majikan mudanya.


***


Sementara ditempat lain, ayah Geri sedang mengamuk, bahkan dia menghukum Geri.


Geri mendapatkan beberapa cambukan lalu dia dikurung di kamarnya sendiri. "Kenapa harus dikunci? Gue gak akan kemana-mana, kalau keluar pun gue bakal dikenali banyak orang dan pasti mereka mengincar gue," gumam Geri yang kini sedang merasakan sakit di punggungnya. 

__ADS_1


Geri tidak meminta ayahnya menculik, jadi Geri berpikir jika itu kesalahan ayahnya sendiri dan dia tidak terima dengan hukuman ini.


Ceklek


Pintu Geri terbuka, ayah Geri mulai mengamuk lagi.


"Lihatlah! Ini semua gara-gara kamu anak si@l, aku harus ikut terjerat hukum juga demi menutupi kesalahanmu, biarlah kita hancur bersama, hahahaha … "


Geri nampak ngeri mendengarkan suara tawa ayahnya yang sedikit lain. Geri mulai ketakutan saat sang ayah memegang sabuknya dan mulai mendekatinya dengan tatapan seperti pemburu.


"Jangan Yah! Cukup! Yang tadi saja masih sakit." Teriak Geri dengan gerakan mundur untuk menghindari pukulan ayahnya.


Saat siang hari rumah itu didatangi pihak kepolisian dan terjadilah penangkapan anak dan ayah.


***


Sesampainya di rumah setelah mengantar Lili terlebih dahulu, Gea langsung membaringkan tubuhnya. Menikmati nyaman dan empuknya kasur itu setelah selama dua jam dia duduk di kursi yang keras.


Saat Gea mengingat kembali percakapannya dengan Lili tentang perjalanan ibunya yang tak masuk akal masuk ke dunia komik, dia menjadi penasaran tentang buku komik yang sempat menjebak ibunya itu, dia ingin membacanya dan melihat perjalanan ibunya selama disana.


Baru saja dia memejamkan matanya selama 15 menit, terdengar suara neneknya yang begitu nyaring memanggil namanya.


Tok


Tok


Tok


"Gio…, apa kamu tidur?" Teriak Nenek Maya.


"Iya aku tidur Nek." Gea


"Itu sudah bangun, buka pintunya sebentar..!" Anak Maya

__ADS_1


Ceklek


Nenek Maya dan Nenek Hanna berhambur memeluk cucunya, memeriksa semua bagian tubuhnya. Memastikan ada yang terluka atau tidak, ternyata mereka baru mendengar kabar kalau cucu lelakinya menjadi korban penculikan.


Gea tidak bisa melanjutkan tidur siangnya, dia memilih menemani kedua neneknya. Namun perhatian sang Nenek malah beralih pada perut ibu si kembar yang mulai terasa tendangan-tendangan halus dari sang calon bayi.


Membuat Gea pun penasaran dan meletakkan tangannya di perut ibunya.


"Ah, benar.. aku merasakannya Mah, emmhh... gemasnya, belum lahir saja sudah membuat semua orang suka dengannya, Sehat-sehat ya di dalam perut Mamah dan jangan nakal..!" Gea


"Hahaha, ada juga kamu Gio yang sering nakal dan membuat ibumu pusing," ucap nenek Maya yang begitu senang menggoda cucunya.


"Hehe, iya sih Nek, semoga nanti dedek bayi gak senakal aku ya Nek? Hmm.." Gea 


Mereka semua tertawa, apalagi mengingat masa kecil si kembar yang selalu berulah setiap hari, meski merepotkan namun membuat mereka tersenyum karena tingkah lucu mereka.


Kedatangan ayah si kembar juga menambah suasana ramai di Rumah, Gio juga ikut bergabung, mereka menikmati kebersamaan setelah kasus penculikan itu selesai, bahkan Reza sudah merasa lega karena mendapat kabar kalau ayah dan anak yang meresahkan itu telah ditangkap.


Malam pun tiba, nenek mereka sudah pulang, Reza juga terlebih dahulu istirahat karena lelah. Kini hanya ada Gio , Gea dan ibu si kembar di ruang tamu.


"Mah, aku mau tanya sesuatu boleh?" Gea


"Boleh dong, mau tanya apa sayang?" Gita


"Aku ingin tahu dimana buku komik yang pernah Mamah ceritakan itu." Gea


Gita nampak termenung, dia mengingat kembali dimana keberadaan buku itu.


"Sebentar, memangnya ada apa?" Gita


"Hanya penasaran saja, dan ingin tahu isi cerita itu dan siapa tahu ada petunjuk agar kami bisa bertukar tubuh kembali Mah." Gea


"Hmm, nanti Mamah tanyain ke Tante Nisa ya?" Gita

__ADS_1


Si kembar pun mengangguk setuju, sementara ibu si kembar masih bertanya-tanya dalam benaknya, apakah ada hubungannya? Jelas-jelas ini kasus yang berbeda, tapi.. coba aku cari tahu dulu deh dimana buku itu.


Bersambung…


__ADS_2