Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Salah Paham


__ADS_3

Reza yang panik segera menyusul istrinya ke rumah sakit, ternyata Gita melahirkan bayinya di usia kandungan 7 bulan lebih.


Bayinya yang prematur memerlukan perawatan khusus, mereka menunggu Gita dengan cemas. Bahkan Gio tidak ingat kalau dia masih memakai masker, Gea pun yang panik tidak memperhatikan wajah cantiknya yang dipakaikan masker tadi sore.


Hanya beberapa perawat yang terlihat menahan tawanya saat melihat Gio.


Mereka kenapa sih? pikir Gio.


"Mah, kamu baik-baik saja kan?" Reza


"Iya Pah, sepertinya anak kita tak sabar ingin bertemu, dia lahir lebih awal, syukurlah dia sehat meski berat badannya masih kurang dan butuh perawatan di inkubator," ucap Gita sambil menggenggam tangan suaminya.


"Yang terpenting kalian berdua selamat," ucap Reza yang bahkan hampir saja meneteskan air matanya, namun dia tahan.


Hingga tatapan Reza kini fokus pada Gio yang ada di hadapannya, "ffftttt…. Gea, kamu pikir ini salon atau apa? Maskeran kok di Rumah Sakit," pria itu kini menahan tawanya setelah dia menahan air mata rasa haru nya, dan sekarang air matanya lolos begitu saja karena dia tak kuat menahan rasa ingin tertawa melihat Gio yang semua wajahnya putih seputih terigu.


Gita yang baru menyadari itu pun hanya bisa tertawa kecil karena dia baru saja melakukan operasi. tersiksanya aku saat harus menahan tawaku karena luka diperutku, Gio.. Gio... batin Gita.


Gea memandang Gio dengan mengangkat dan menyatukan kedua tangannya, dia memohon maaf atas maskernya itu. Namun Gio membuang mukanya karena dia benar-benar merasa kesal pada gadis itu.


Karena ibunya masih dirawat, si kembar pulang diantar sopir keluarga, mereka harus beristirahat karena besok harus sekolah seperti biasanya. Gio yang sudah mencuci mukanya, dia masih mengingat perkara masker itu, dia menggelengkan kepalanya karena tidak menyangka bisa mengalami hal seperti itu saking paniknya.


***


Keesokan harinya, mereka makan masakan Bi Mina, baru saja satu hari namun dia sudah merindukan ibu mereka dan masakan ibunya itu.


"Gio, apa kita libur sekolah saja? Aku merindukan adik bayi, pasti dia menggemaskan sekali." Gea

__ADS_1


"Hmm, bukankah kita sudah memakai seragam? Nanti sepulang sekolah aja kita langsung ke Rumah Sakit..!" Gio


"Hmm, baiklah…," Gea menuruti apa yang dikatakan kembarannya itu, meski dia juga sebenarnya merasa aneh karena baru pertama kalinya dia ingin bolos sekolah.


Saat mereka sampai di sekolah, mereka seperti biasa saling bergandengan tangan seolah seperti sepasang kekasih. Cantika yang melihat itu, dia mulai kesal namun kekesalannya dia simpan dalam hatinya.


"Li, bukannya itu Gea dan Gio, apa mereka itu pacaran?" Tanya Cantika sambil menunjuk ke arah si kembar.


Lili yang bingung harus berkata jujur atau tidak, dia tidak berani mengatakan iya atau tidak, "hmm.. coba kamu tanyakan langsung saja pada mereka..!"


"Loh, bukannya kamu sahabatan lama sama mereka?" Cantika


"Iya, aku hanya tidak mau salah bicara saja, sudahlah itu tidak penting, kita masuk kelas saja, aku lupa belum menyelesaikan tugasku..!" Lili menarik tangan Cantika menuju kelas, dia tidak mau pembahasan tadi semakin melebar kemana-mana.


***


Saat pulang sekolah, Gea dan Gio menunggu jemputannya, namun ternyata yang ditunggu tak kunjung datang. Mereka tak sengaja bertemu Cantika dan dia memberikan tumpangan pada si kembar. Padahal aku hanya berharap Gio saja yang ikut, kenapa si Gea selalu menempel padanya? Pikir Cantika.


"Antar kita ke Rumah Sakit Ibu Dan Anak saja..!" Gea.


"Emm, memangnya siapa yang melahirkan?" Tanya Cantika pada lelaki di sampingnya yang dianggapnya Gio itu, Cantika begitu penasaran.


"Ibuku melahirkan, dan aku ingin melihat adikku," jawab Gio yang mengambil pertanyaan untuk Gea.


Cantika seolah tak senang, dia mengira jika Gio akan mengantar Gea menemui keluarganya, apa hubungan mereka seserius itu? Pikir Cantika.


Cantika yang penasaran, dia meminta ikut dengan alasan ingin melihat adiknya Gea. Meski dia tidak suka dengan gadis yang bernama Gea itu karena dia menganggap Gea sebagai saingannya.

__ADS_1


***


Mereka pun sampai di kamar ibunya, Gita memeluk Gio dan Gea bergantian.


Sepertinya mereka memang pacaran dan sudah hubungan mereka sudah terjalin lama, buktinya ibunya saja begitu hangat memperlakukan Gio. Pikir Cantika


"Mah kenalin ini Cantika." Gio


"Apa kabar, salam kenal ya, Gea pasti senang dapat teman baru," ucap Gita yang membuat Gea tersenyum, namun membuat Cantika terpaksa tersenyum.


 Cantika yang melihat Gea tersenyum, dan menganggap dia Gio, seakan Gio suka dengan kehadirannya disini.


Sepertinya Gio menyukaiku, apakah rasa sukanya pada Gea akan luntur? Pikir Cantika


Kesalahpahaman memang akan sering terjadi selama mereka masih bertukar tubuh, setelah melihat bayi mungil di inkubator lewat kaca bening diluar ruangan, Cantika pamit pulang, dia tidak betah melihat kedekatan Gea dan Gio.


***


Keesokan harinya Gea begitu ingin menunggu ibunya di Rumah Sakit, dia bahkan izin tidak masuk sekolah. Jadi Gio terpaksa pergi sekolah sendirian, saat Gea tidak bersamanya banyak lelaki yang mulai mendekati Gio, membuat dia benar-benar tidak nyaman.


Ya ampun, kenapa Gea malah bolos sih? Gue kan males kalau harus dengerin gombalan mereka semua, sebagus apapun puisi mereka itu gak akan bikin gue tersentuh, yang ada gue malah muak. Batin Gio 


Akhirnya bel berbunyi, Gio ingin secepatnya pulang dan menghindari banyak lelaki yang menggodanya, namun saat dia terpojok dan dia ditarik oleh beberapa lelaki yang memaksanya pulang bersama, tiba-tiba Cantika datang dan mengusir mereka.


Syukurlah…. Batin Gio


"Kamu pulang bareng aku aja Ge, kamu suruh sopir pulang duluan aja!" Cantika

__ADS_1


Karena Gio menganggap jika dia akan aman sampai ke gerbang depan dengan Cantika, dia pun menyetujuinya tanpa rasa curiga.


Bersambung …


__ADS_2