Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Penyelesaian


__ADS_3

Gea terpaksa keluar dari toilet perempuan itu, dia meninggalkan Lili disana meski ada rasa khawatir dihatinya.


Dia takut kalau Bianka memperlakukan Lili seenaknya, semoga dia gapapa di dalam, sebaiknya aku cari Gio, semoga latihannya udah beres deh. Pikir Gea


Hingga akhirnya Gea berhasil membawa Gio ke toilet wanita, membiarkan Gio mewakili dirinya untuk berurusan dengan Bianka di dalam sana.


Gio yang melihat Lili membersihkan sepatu Bianka, dia langsung murka, dia menyuruh Lili berdiri dan berhenti melakukan hal itu.


"Lili gak masalah tuh, kenapa jadi lo yang marah-marah?" Bianka


"Gue gak terima Lo memperlakukan Lili seperti itu, Lo kan bisa bersihin sendiri, atau Lo kan bisa melepaskan sepatu Lo dulu, bukannya membiarkan Lili membersihkannya dengan berjongkok bahkan sepatu itu masih Lo pake, dasar!" Gea


"Suka-suka gue lah, Lo jangan ikut campur!" Bianka


"Gue berhak ikut campur, karena Lili sahabat gue." Gio


Lili menatap sahabatnya dengan rasa bingung, disatu sisi dia bahagia dan lega ada yang membelanya, dan itu adalah sahabatnya, tapi dia juga mempunyai rasa balas Budi pada Bianka dan tidak mau jika Bianka membatalkan kerjasamanya dengan perusahaan keluarganya yang bisa menyebabkan kehidupannya terancam.


Bagaimana ini? Pikir Lili


Lili memilih diam, membiarkan mereka bertengkar saling melempar ejekan. Lili membiarkannya selama tidak ada perkelahian fisik.


Namun tetap saja itu tidak bisa dihindari, karena Bianka mendorong Gio, maka Gio tak segan-segan mendorongnya balik dengan sekuat tenaga karena sedang emosi, membuat Bianka kesakitan dan memilih pergi.


"Awas Lo ya! Gue pastiin Lo akan menyesal, Lo gak tahu siapa gue hah? Papa gue orang kepercayaan di perusahaan terbesar di kota ini. Dia bisa membuat perusahaan keluarga kalian bangkrut seketika," ancam Bianka


Ancaman itu membuat Lili takut, dia berusaha mengejar Bianka untuk memohon, namun ditahan oleh Gio.


"Udah biarin aja Li..!" Gio


"Tapi, gimana dengan perusahaan papaku Ge? Aku pasti kena marah karena membuat Bianka marah." Lili


"Kalau masalahmu itu, aku yakin ibuku atau nenekku bisa membantu, kamu jangan khawatir..! oke?" Gio

__ADS_1


Lili mengangguk, dia mencoba percaya pada sahabatnya itu, Gea yang mengintip akhirnya ikut membantu Lili melaksanakan tugasnya hari ini.


Mereka pun pulang setelah semuanya bersih.


***


Sesampainya di rumah, Gio dan Gea membahas masalah Lili pada sang ibu.


"Emm jadi gitu masalahnya, memangnya perusahaan papanya Lili itu apa namanya? Berjalan dibidang apa?" Gita


"Aku gak tahu Mah, aku coba tanyain lagi deh biar jelas, tapi Mamah bisa bantu kan?" Gio


"Hmm, diusahakan bisa, kalau perlu kalian memohon saja sama nenek dan kakek kalian, kalau Mamah dengerin cerita kalian.. Bianka itu sombong tapi menurut Mamah keluarganya tidak sehebat itu." Gita


"Maksud Mamah apa? Mamah tau seluk beluk keluarga Bianka?" Tanya Gea begitu penasaran.


"Emm iya, Mamah pertama kali melihatnya di sekolah waktu pertandingan basket itu sebenarnya Mamah memperhatikan kalian dan Mamah rasa perlu menyelidiki anak itu biar kamu gak deket-deket sama dia, Mamah kira kalian berteman." Gita


"Mana mau aku berteman dengan gadis menyebalkan itu." Gea


"Hehe, aku mewakili Gea Mah. ." Gea 


Si kembar kini merasa tenang, mereka berencana langsung pergi ke rumah Lili bersama ibunya. Tentu saja Gita ikut karena si kembar tidak tahu masalah bisnis para orang tua.


Ketika mereka tiba disana, Gea memperhatikan rumah baru Lili dari berbagai sudut dan ruangan, matanya tak mau diam membuat Lili merasa tidak enak hati.


"Maaf ya Gea dan Gio  rumah aku kecil banget, kalian pasti gak nyaman?" Lili


"Eh, gapapa kok, rumahnya nyaman." Gea 


Sementara Gio mengiyakan dengan mengangguk dan tersenyum pada Lili, itu membuat gadis itu merasa lega.


Mereka pun duduk dan berbincang bertiga memisahkan diri dari para orang tua yang sedang berbicara serius.

__ADS_1


Setelah 30 menit berlalu, Gita mengajak anak-anaknya pulang. Orang tua Lili menyetujui kerjasama dengan perusahaan Baskoro dan itu semua membuat mereka sangat senang.


Selama di dalam mobil, Gea penasaran dan terus bertanya, membuat kepala Gita pusing.


"Aduh Gio, kamu itu kenapa mendadak jadi cerewet begini? Apa kamu suka sama Lili , sampe segitu pedulinya, segitu penasarannya? tapi kalian jangan pacaran dulu oke!" Gita


Yaelah Gea yang cerewet lah gue yang dituduh suka sama Lili, ampun deh. Pikir Gio 


"Bukan begitu Mah, hanya penasaran aja kok." Gea


"Hmm, jadi gimana Mah, apa aja yang diobrolin tadi sampe lama banget?" Gio


"Udah kalian terima beres aja, kalian gak usah takut, keluarga Lili pasti baik-baik saja, usaha mereka pasti maju lagi." Gita


"Makasih Mah…, " ucap Gio dan Gea kompak sambil memeluk ibunya itu.


Sekarang Gio merasa lebih dekat dengan ibunya semenjak tinggal di tubuh Gea, dia sudah tidak canggung untuk memeluk ibunya itu.


Meski dia sadar telah tumbuh menjadi lelaki yang sudah remaja, namun dia tidak mau kehilangan momen kedekatan ini, karena ibunya pun masih menganggap mereka layaknya anak kecil.


***


Keesokan harinya ketika mereka bersekolah, Lili yang dengan berani menolak permintaan Bianka membuat Gio bangga dan lega.


"Ambilin buku gue Li!" Bianka


"Ambil aja sendiri." Lili


"Lo mulai berani sama gue hah? Lo mau hidup Lo mendadak jadi gembel? Lo gak tau diri banget dan gak tau terimakasih." Bianka


"Aku ucapkan terima kasih atas bantuan orang tua kamu Bianka, tapi itu bukan bantuan dari kamu kok, dan Lo gak berhak ngatur-ngatur hidup gue lagi!" Lili


"Lo beneran berani ya, gue pastiin besok Lo bakal mohon-mohon sama gue, karena kalau tidak, Lo akan beneran jadi gembel Li. Ingat itu!" Ancam Bianka.

__ADS_1


Namun Lili mengacuhkan ocehan gadis menyebalkan itu.


Bersambung …..


__ADS_2