Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Situasi Rumit


__ADS_3

Gio merasa tak enak hati jika harus meninggalkan jejak memar di pipi kanan Geri seperti milik Gea sebelumnya.


Gea meminta Gio menonjok Geri sama seperti kejadian sebelumnya, karena ternyata semua itu terjadi gara-gara Geri, yang menyebabkan Gea sakit dan tidak masuk sekolah.


"Gimana ya, gue gak tega nyerang orang pingsan, kan gue gak diapa-apain juga sama dia, Lo aja yang nonjok! bukannya Lo yang mau balas dendam?" Gio


"Tenaga aku kan gak sebesar tenaga kamu Gio, yang ada tangan aku yang sakit, ayolah ini demi keadilan adikmu..!" Gea memohon pada kakaknya itu.


Dengan berat hati Gio meninggalkan jejak di pipi kanan Geri, lalu meninggalkannya sebelum Geri sadar kembali.


Gea dan Gio bergegas kembali ke kelas dengan terburu-buru. "Cepetan Ge, kalau kita ketahuan maka gue juga pasti kena imbasnya," keluh Gio yang menarik tangan adiknya agar bisa berlari lebih kencang.


Setibanya di kelas mereka tampak kewalahan mengatur nafas yang terengah-engah, mereka merogoh bekal minuman yang ada di tas mereka dan langsung menghabiskannya.


"Kalian kenapa, seperti dikejar hantu saja?" Mirna yang baru datang langsung melayangkan pertanyaan kepada sikembar.


"Gak usah kepo!" Gio


"Haha, sensi amat sih, jangan bilang kalau kalian habis melakukan sesuatu dan berlari karena takut ketahuan," ucap Mirna memandang si kembar.


Bahkan Gio menelan ludahnya, dia takut terkena masalah, apalagi dia yang memukul Geri saat masih pingsan.


"Haha, mana ada," Jawab Gea.


"Kalian boleh menyangkal, tapi gue akan laporin kalian ke kepala sekolah. Hmm.. jika kalian berubah pikiran dan mau menuruti apa kemauan gue, maka gue akan merahasiakannya," ucap Mirna yang berlalu pergi.


Sementara Gio terus saja menyalahkan Gea, karena masalah ini semakin rumit gara-gara adiknya itu.


Saat bel berbunyi, Mirna melewati mereka berdua sambil memberi peringatan "gue tunggu keputusan kalian sampai besok."


Gea menatap Mirna dengan rasa marah yang ditahan sedari tadi. Kenapa dia ikut campur sih?


Saat mereka menuju gerbang, mereka melihat Geri dengan luka memarnya, sama persisi seperti luka Gea beberapa hari yang lalu.

__ADS_1


Bahkan tersebar kabar kalau ada siswa yang berbahaya di sekolah ini, dan mereka semua terutama anggota OSIS mencari sedang berusaha mencari orang itu, karena mereka yakin jika yang menyerang Geri bukanlah orang biasa, karena mereka tahu jika Geri adalah lelaki yang jago beladiri, bisa-bisanya ketua OSIS kebanggaan mereka diserang begitu saja.


Geri mengaku jika dia tidak melihat wajah orang itu karena diserang secara tiba-tiba dan langsung pingsan.


Setelah menguping, Gea dan Gio melewati kumpulan orang-orang itu dan bergegas pergi ke dalam mobil.


"Lo sih, gue bilang juga apa, pasti jadi masalah, Lo cari mati tau gak?" ucap Gio dengan kesal.


"Kamu gak usah ngomel gitu dong Gio, harusnya bantuin aku biar kita gak ketahuan, ditambah dengan peringatan Mirna , menurut kamu apa dia melihat kejadian siang tadi?" Gea


"Gak tahu, bisa iya bisa tidak." Gio


"Gio, serius dong, masalahnya mulai rumit dan bikin pusing nih…," keluh Gea.


"Kan Lo yang mulai." Gio


"Kamu kan kakak aku, ya wajar lah kalau pukulan dibalas pukulan, kamu gak tahu sih aku gak bisa tidur karena rasa sakit kemarin, betapa tersiksanya aku." Gea


Gea terus saja berbicara, dia membela dirinya terus menerus yang mengatakan kalau dia tidak salah, padahal menurut Gio itu tetap saja salah karena itu menunjukan kalau mereka sama saja dengan Geri. Bahkan lebih parah, karena mereka main belakang, membuat Geri pingsan terlebih dahulu.


Gio hanya menanggapi Gea dengan anggukan kecil atau berdehem, sementara pak Denis dan pak Beni melihat majikan lelakinya dari kaca spion dalam mobil dengan tatapan aneh, majikan lelakinya yang cerewet sepanjang jalan seperti wanita.


***


Sesampainya dirumah, Gita menanyakan cincin itu. Dia takut kalau anak mereka menggunakan benda itu dengan sesuka hati mereka tanpa memikirkan resikonya, dia juga tidak mau kenangan satu-satunya itu hilang.


"Ada kok Mah tenang aja, aku bawa dan ada ditas aku, aku suka banget Mah tapi kalau aku yang pakai pasti aneh karena aku dibadan Gio sekarang, mana ada cowok pake cincin gituan," keluh Gea sambil mencari cincin itu.


"Loh, kok gak ada," Gea mulai panik, dia bahkan mengeluarkan semua isi tasnya namun tetap tidak menemukannya.


"Lo ceroboh banget sih, itu kan barang berharga Mamah." Gio


"Tapi, tapi tadi beneran ada kok, aku simpan didalam tas, Mah… gimana dong? Nanti aku cari lagi deh disekolah Mah, maaf ya Mah.." Gea 

__ADS_1


"Oke, kalian cari lagi di sekolah ya besok..! Itu barang berharga dan berbahaya kalau yang menggunakannya punya niat tidak baik." Gita 


Gea menunduk, dia merasa ibunya menyindir dirinya yang telah memakai cincin itu seenaknya. Dan berakhir dengan masalah baru yang lebih membuatnya pusing.


***


Saat malam tiba, Gea mendatangi kamar Gio.


"Gio, kira-kira cincin itu jatuh dimana ya?" Gea


"Mana gue tahu, pegang juga enggak." Gio


"Gio, apa kamu akan menyetujui apa yang diinginkan Mirna?" Gea


"Gimana besok aja, gue juga ragu dia beneran tahu apa enggak, bisa aja kan cuma asal nebak aja." Gio 


"Iya sih," jawab Gea lantas dia kembali ke kamarnya untuk beristirahat meski dia tidak bisa tidur karena khawatir.


***


Baru saja si kembar sampai di sekolah, mereka sudah dihadang oleh geng Mirna.


"Hei, gimana tentang tawaran gue kemarin?" Mirna


"Ya ampun, ini masih terlalu pagi," Jawab Gio dengan kesal.


"Cepat katakan apa keputusan kalian, dan gue itu gak asal bicara, gue punya buktinya," ucap Mirna lalu merogoh saku bajunya, dia mengeluarkan benda kecil sebagai bukti jika si kembar yang telah melukai Geri.


Gea bahkan sampai menutup mulut dengan kedua tangannya, dia tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya.


Sementara Gio menghembuskan nafas kasarnya, dia sepertinya merasa jika mereka tidak punya pilihan lain.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2