Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Menghindari Cantika


__ADS_3

Murid pindahan itu tidak lain dan tidak bukan adalah Bianka , mereka satu sekolah saat SMP, gadis menyebalkan yang suka mengganggu Gea.


Namun Gio melihat ada yang lain dari gadis itu, tampak tidak percaya diri saat memperkenalkan dirinya, tidak seperti Bianka yang dulu yang sombong dan pastinya sangat percaya diri meski memiliki wajah yang standard menurut Gio.


Bianka duduk disebelah Gio, Gio mengabaikan dia tanpa menoleh sedikitpun apalagi menyapanya karena dia memang tidak mau berurusan dengan gadis itu lagi.


"Gea, ternyata kita ketemu lagi disini," ucap Bianka dengan senyumannya.


"Hmmm…," Gio hanya berdehem, dia malas jika harus mengobrol dengan gadis itu.


Karena ini pembagian kelas baru dengan murid yang diacak, maka semua siswa diwajibkan memperkenalkan diri juga, agar mereka saling mengenal satu sama lain.


Gio maju kedepan, dia memperkenalkan dirinya dengan singkat, semua siswa mengenalnya, mereka tahu jika yang sedang berdiri didepan kelas adalah Gea si pemain basket yang handal.


Gio dan Gea memang terkenal akhir-akhir ini, apalagi setelah semua orang tahu kalau mereka itu adik kakak.


Pelajaran pertama pun dimulai, Gio dan Lili memilih tempat duduk yang saling berdampingan, saat istirahat tiba mereka langsung pergi menuju kelas Gea, sementara Bianka tampak diam di dalam kelas sendirian.


Saat melihat Gea keluar kelas, gio langsung menarik tangan Gea dan mengajaknya makan dikantin.


"Pelan-pelan jalannya gio..!" Keluh Gea yang tidak ingin berjalan cepat, apalagi tangannya yang masih dipegang Gio memaksanya untuk ikut berjalan dengan cepat.


"Aku lapar." Gio


Lili hanya bisa menahan tawanya melihat tingkah Gio yang kekanak-kanakan menurutnya.


Mereka memilih meja dan memesan makanan, seperti biasa Gio memesan banyak makanan karena porsi laki-laki memang berbeda.

__ADS_1


"Kamu lapar atau kelaparan seminggu belum makan sih?" Tanya Lili melihat semua makanan yang datang.


"Gue pesan dua porsi kok, kenapa ini yang datang banyak banget, ada mie bakso, nasi goreng, mie goreng, ramen, batagor, oh astaga ada burger juga, siapa yang pesan?" Tanya Gio heran, namun dia kini tahu siapa yang berulah.


Gio melihat di seberang sana ada sekelompok laki-laki yang tersenyum kepadanya dan menyuruhnya makan yang banyak.


Kalian pikir gue akan berterimakasih? Pikir Gio.


Gea dan Lili pun tertawa bersama saat menyadari kejadian lucu itu, "makan yang banyak ya kak..!," ucap Gea yang sengaja menggoda Gio.


"Hmm, bantuin dong!" Keluh Gio.


Mereka seperti sedang pesta makanan, mereka berniat memberikan sebagian makanan itu ke penjaga sekolah dan tukang bersih-bersih di sekolah mereka tentu tidak sanggup jika harus menghabiskan semuanya.


Saat mereka menikmati makanan itu, mereka melihat sosok yang mengerikan.


Lah, gue pake apa dong? Keluh Gio dalam hati


Dia langsung memakai piring bekas makanannya yang masih bersih karena itu bekas makanan ringan saja.


Lili dan Gea mencoba menahan tawa mereka "fffttt.....," mereka saling menatap satu sama lain.


Jika sampai tertawa, mereka takut itu akan mengundang perhatian Cantika dan malah mengacaukan kebersamaan mereka.


***


Hari ini begitu banyak hal menarik di sekolah, Gea menceritakannya pada sang adik yang masih balita, meski Denada tidak mengerti dengan apa yang dikatakan kakaknya namun dia seolah senang dan mengerti, bahkan dia tertawa saat Gea menceritakan hal lucu membuat Gea tak berhenti bercerita.

__ADS_1


"Kalian asyik banget sih, lagi ngapain sih mamah jadi kepo nih, hehe…," tanya Gita yang baru saja kembali.


"Biasa Mah, nih Gea lagi curhat sama Nada, hehe…," jawab Gio dengan ujung matanya yang mengarahkan ke arah Gea.


"Hmm, iya.. Denada itu pendengar yang baik, malah sangat baik," jawab Gita sambil tersenyum.


Tiba-tiba ponsel Gea berdering, dia pun langsung pamit untuk mengangkat teleponnya, memberikan Nada kepangkuan ibunya.


"Hallo…, siapa?" Tanya Gea karena nomor yang menghubunginya adalah nomor tidak dikenal.


Tut


Sambungan telepon terputus dari seberang sana, siapa sih? Gak jelas banget. Keluh Gea 


Namun panggilan dengan nomor lain masuk lagi ke nomor ponsel Gea, membuatnya kesal dan membiarkan handphone nya terus berbunyi.


"Ge, Angkat dong telponnya! Berisik tau," teriak Gio.


Namun Gea enggan mengangkatnya, membuat Gio menghampiri Gea karena kesal. "Kenapa gak diangkat?"


"Males ah, orang gak jelas, nomornya juga aku gak kenal kok," jawab Gea.


"Mungkin dia mau denger suara Lo, ya udah biar gue yang angkat," ucap Gio lalu mengambil ponsel Gea yang tergeletak diatas meja.


"Hallo…," tanya Gio dengan suara merdu milik Gea.


Bersambung ….

__ADS_1


__ADS_2