Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Pertandingan


__ADS_3

"Lili…," panggil Gio. Lelaki itu mengira jika Lili sudah tidak peduli dan menjauh darinya, tapi kini dia yakin kalau Lili memang sahabat terbaik Gea.


Namun setelah Lili membantu Gio berdiri, dia langsung menyuruh Gio pergi dari sana, membuat Gio bingung.


"Tapi Li, ayo kita pulang bareng aja.. kamu mau tetep disini bareng cewek gila itu?," Tanya Gio sambil menunjuk ke arah Bianka.


Bianka mulai emosi, namun dia mencoba menahannya, dia ingin melihat drama dua sahabat didepannya, karena itu lebih menarik untuknya.


"Udah kamu pulang aja Ge, cepet ganti baju kamu yang basah, nanti kamu masuk angin!" Lili


"Gak mau, aku mau pulang bareng kamu," Gio memegang tangan Lili namun dihempaskan oleh gadis itu.


"Udah kamu pulang aja sekarang! Kalau enggak, aku gak mau kenal sama kamu lagi," ancam Lili, sementara Bianka tersenyum senang melihat pertengkaran dua sahabat itu.


"Li, cepet ikut gue dan ambilin baju baru gue di mobil! Cepetan!" Teriak Bianka.


Sementara Gio menggelengkan kepalanya, menyuruh Lili menolak perintah Bianka, namun gadis itu menunduk dan mengikuti Bianka dan membiarkan Gio sendirian disana, Gio tak bisa berbuat apa-apa karena ini kemauan Lili.


Gio bergegas pergi ke parkiran dan segera menaiki mobil yang sudah siap itu.


"Non Gea ko bajunya basah? Mau mampir ke toko baju dulu di perjalanan?" Pak Denis 


"Boleh Pak." Gio


Sebenernya Lili kenapa sih? Dia sepertinya takut sama Bianka, apa Lili diancam oleh Bianka? Pikir Gio


Gio berhenti disalah satu toko pakaian, dia membeli satu set pakaian lelaki dan memakainya, dia tidak nyaman jika menggunakan pakaian perempuan. Dia bahkan bisa melihat ada Bianka yang sedang memilih baju diikuti oleh geng nya dan ada Lili disana.


Gio memperhatikan mereka dari jauh, melihat betapa kasihannya Lili yang diperintah ini itu oleh Bianka, seakan Lili itu asisten Bianka.


Ingin rasanya Gio menghampiri mereka dan membuat gadis menyebalkan itu menyesal karena telah memperlakukan sahabatnya dengan tidak baik, namun dia ingat jika Lili melarangnya mencampuri urusannya dengan Bianka.


Hmm, sepertinya gue harus cari tahu akar masalahnya dulu. Pikir Gio


Gio pun pergi dari toko itu tanpa memperlihatkan wajahnya kepada mereka.


 


***


Sesampainya di Rumah, Gio menceritakan tentang Lili pada Gea. Adiknya itu begitu serius mendengarkan cerita tentang sahabatnya.

__ADS_1


"Bianka memang suka seenaknya dari dulu, tapi setahu aku Lili itu tidak mudah ditindas sama Bianka, malah aku yang lemah dan tidak bisa melawan sehingga Lili selalu membantu membela ku, tapi kenapa dia bisa berubah?" Gea bercerita sambil menundukkan kepalanya karena dia mengingat masa itu, masa dimana dia selalu dibully.


"Iya, makanya gue heran banget sama dia, Lo juga Ge jangan mau diperlakukan seenaknya sama Bianka, Lo lawan aja, atau Lo kasih tau gue kek, gue kan gak tau, sebagai kakak gue juga pasti belain Lo." Gio


Gea merasa lebih baik, ya.. mereka memang kurang komunikasi membuat mereka tidak tahu tentang satu sama lain, padahal mereka bersaudara. Seharusnya mereka bisa berbagi keluh kesah dan saling membantu.


*


*


*


Keesokan harinya saat pulang sekolah, Gio pergi bersama rombongan tim basket pergi ke lokasi pertandingan, hari ini Gea pun ikut untuk menonton pertandingan, dia ingin menyemangati Gio, bahkan Gita pun ikut bersamanya.


Hal itu dimanfaatkan oleh Gea, dia memberitahu pak Agus kalau ibunya ngidam dan ingin melihat anak gadisnya yang bertanding, membuat Pak Agus menyetujuinya.


"Iya, Saya akan membiarkan Gea menggantikan kamu, lagi pula permainannya juga bagus." Pak Agus


"Makasih Pak." Gea


"Sama-sama." Pak Agus


Gea menonton bersama Gita di barisan paling depan, mereka ingin melihat permainan Gio dengan lebih jelas.


"Gea…. Semangat! Kamu pasti menang." Gita


"Gio, ternyata kamu bener, Gea keren banget loh, cara mainnya bagus, kayak yang udah terlatih gitu, padahal baru belajar basket beberapa hari bareng kamu." Gita


"Hehe, iya Mah.. Gea memang keren," Gea merasa memuji dirinya sendiri, dia merasa lucu dengan kalimat yang dia ucapkan.


Gea melihat sekeliling untuk mencari keberadaan Lili, namun dia tidak berhasil menemukannya. Gea tidak bisa fokus menonton, dia selalu mengkhawatirkan Lili, terlebih setelah mendengar cerita dari Gio.


"Mah, aku beli air minum dulu ya?" Gea


"Oke, dua ya sama Mamah, jangan lupa cemilannya..!" Gita


"Oke Mah," jawab Gea lalu dia pergi mencari tempat yang berjualan makanan dan minuman, hingga dia melihat sosok yang dari tadi dia cari.


Itu Lili kan? Kenapa dia seperti pembantu yang membawa barang-barang milik Bianka? Aku samperin gak ya? Tapi kata Gio, aku harus berani. Pikir Gea 


Gea berjalan perlahan, dia yang masih belum berani memilih memperhatikan mereka dari jauh, mendekat secara perlahan dan mengendap-ngendap, dia akan berusaha menguping dan mencari informasi terlebih dahulu.

__ADS_1


"Li kipasin gue dong!" Bianka


"Iya sebentar." Lili


"Yang kenceng dong, ini gak berasa anginnya!" Bianka


"Aku capek, aku pulang aja ya?" Lili


"Enak aja kamu main pulang aja, pokoknya temenin aku balik ke sana buat nonton basket, aku lagi PDKT sama Bara." Bianka


Lili hanya bisa menghembuskan nafas kasarnya, dia seperti tidak bisa menolak apapun permintaan Bianka, namun Gea  jelas melihat jika Lili itu terpaksa dan tersiksa dengan keadaannya saat ini.


Kenapa Lili bisa pasrah begitu? Lawan dong Li! Batin Gea dibalik tembok


Hingga Gea tak bisa melihat Lili lagi, karena mereka benar-benar pergi kembali ke pinggir lapangan.


Gea keluar dari tempat persembunyiannya dan membeli pesanan ibunya tadi.


Saat Gea kembali menemui ibunya, dia melihat ibunya sedang mengobrol dengan Lili, meski Bianka tak suka namun dia tidak bisa melarang Lili di depan ibunya Gea secara terang-terangan, Bianka seakan tidak mau ada kecurigaan dari Gita.


"Li, kamu udah lama gak main ke rumah, Tante juga kangen loh sama kamu, liat kamu masak bareng Gea." Gita


"Ah iya Tante lain kali ajaya?, akhir-akhir ini Lili sibuk belajar untuk menghadapi ujian nanti.. hehe.." Lili


Gita tersenyum menanggapi Lili.


"Eh Gio, mana minuman Mamah? Haus nih.." Gita


"Ini Mah, eh iya Lili mau, ini buat kamu, kelihatannya kamu capek," Gea juga memberikan satu botol air mineral pada Lili.


Namun saat Lili mau mengambilnya, minuman itu diambil oleh Bianka.


"Lili udah minum tadi, buat gue aja ya, gue haus," ucap Bianka lalu meminum air itu. Membuat Gea merasa jengkel, namun dia tidak bisa melakukan apapun, Gita juga tidak memperhatikan mereka, dia fokus kembali pada pertandingan basket.


"Tapi kan itu buat Lili," Gea mencoba melawan Bianka.


"Dia bisa beli sendiri kok kalau memang haus, iya kan Li?" Tanya Bianka pada Lili namun dengan penuh penekanan.


"I-iya, aku nanti beli kalau haus." Lili


Bianka pun mengajak Lili pindah tempat duduk, Gea menatap punggung sahabatnya itu dengan tatapan yang sulit diartikan.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2