Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Pusat Perhatian


__ADS_3

Gio akhirnya pergi ke kantin karena perutnya lapar, sejenak dia melupakan Lili, disana dia melihat saudaranya Gea yang sedang makan bersama Haikal dan Brian, Gio akhirnya ikut bergabung dengan mereka karena dia tidak mempunyai teman sekarang. Paling hanya ada beberapa lelaki yang menggodanya, dan Gio malas meladeni mereka.


"Hmm, adek Lo tuh..!" Ucap Brian sambil melirik ke arah Gea dan memberi kode dengan matanya.


"Gio, eh.. Gea tumben kamu sendirian, mana Lili?" Tanya Gea, Dia juga merasa ingin tahu keberadaan sahabatnya Lili.


"Pusing kalau mikirin dia, gak tau kenapa dia menjauh, bahkan ngelarang gue buat deket-deket sama dia, aneh kan?" Gio


"Gak mungkin Lili begitu, pasti ada yang salah, ngaku aja? Pasti kamu ngelakuin hal aneh." Gea


"Gak, bahkan gue bantuin dia, cewek emang gitu kan? Ngeselin, serba salah." Gio


"Aku gak percaya, Lili gak gitu orangnya." Gea


Sementara Haikal dan Brian hanya menjadi pendengar saja, Brian pun melanjutkan memakan makanannya yang belum habis, sementara Haikal fokus dengan percakapan mereka dan ada yang aneh.


Kenapa Gio berbicara aku, kamu? Kenapa Gea berbicara seolah dia tidak suka dengan perempuan? Bukannya dia juga sama seorang perempuan? Pikir Haikal 


Ah, mungkin gue salah denger gara-gara laper. Batin Haikal


Haikal pun sama melanjutkan acara makannya, membiarkan Gio dan Gea berbicara berdua, bahan mereka sudah berpindah tempat, menjauh dari mereka berdua.


"Sebaiknya kamu selidiki sebenernya Lili kenapa? Aku gak mau kehilangan satu-satunya sahabatku, aku harap kamu bisa berbaikan dengannya, secepatnya!" Gea


"Jangan ngomong aja, tapi Lo harus ikut bantuin gue!" Gio


"Iya, oke.. oh iya nanti sepulang sekolah ada latihan basket kata Pak Agus, kamu ikut?" Gea


"Pastinya, dan sebaiknya Lo langsung pulang, karena mereka pasti curiga kalau cara main basket Lo masih seperti terakhir kali gue liat." Gio


"Iya, iya… lagian aku juga gak mau ikut main basket meski ada hadiahnya." Gea mengomel lalu pergi untuk kembali ke kursinya dan menghabiskan makanannya, begitupun dengan Gio yang ikut bergabung.

__ADS_1


***


Ketika pulang sekolah, beberapa siswa berkumpul di lapangan karena mereka tahu akan ada pemain basket yang bermain. Sebagian wanita mengidolakan Gio , namun mereka kecewa ternyata jagoannya tidak ikut.


Kebanyakan penonton ternyata laki-laki, ya.. sejak mereka tahu kalau sosok gadis bernama Gea ikut tim basket dan permainannya sangat bagus.


Jika yang bersorak biasanya perempuan lain hal nya dengan hari ini, yang teriak adalah penonton pria yang mendukung Gea.


Sementara Gea yang asli langsung pulang, dia sebenarnya ingin menonton kakaknya main sekaligus membanggakan dirinya sendiri yang mulai banyak memiliki fans. Namun dia tidak mau jika akhirnya dipaksa main, dia sama sekali tidak bisa bermain basket, bahan hanya sekedar memasukkan bola.


Saat Gea sudah sampai di rumahnya, dia dicerca dengan berbagai pertanyaan dari ibunya.


"Gea mana? Ko belum pulang?" Gita


"Gea ikut ekskul Mah, dia lagi latihan basket di sekolah, Mamah kan tahu kalau Gea kemarin juga latihan basket sama aku." Gea


"Emm, dia udah bisa? Tapi kok Mamah gak yakin ya?" Gita


"Dia jago ko Mah, besok bahkan Gea ikut pertandingan, Mamah mau nonton?" Gea


"Gak Mah, aku masih lemes, lagian Gea kayaknya lebih antusias deh Mah, ya aku kasih aja posisi aku sama dia di tim basket." Gea


"Nah gitu dong, selain kamu bisa menjaga kesehatan, kamu juga pengertian sama adik kamu," puji Gita, lalu dia menyuruh anak lelakinya istirahat karena Gita gak mau kalau anak lelakinya sakit lagi.


***


Sementara di sekolah Gio masih menikmati olahraga kesukaannya itu, permainannya yang memang sama membuat teman-temannya mudah mengimbangi gerakan Gio yang sekarang ada ditubuh Gea.


Semua penonton bersorak, mereka yakin kalau tim dari sekolah mereka akan menang, semua orang sepertinya tidak masalah jika seorang gadis ikut bergabung di tim itu.


Semua anggota tim juga memuji permainan Gio.

__ADS_1


"Kamu hebat Gea, sama jagonya kayak si Gio." Bara


"Wajarlah, mereka kan kembar." Brian


"Tapi kan mereka kembarnya beda jenis kelamin, masa sama sih, apa Gio juga bisa berdandan?hahaha" Bara


"Iya juga ya." Brian


Gio hanya tersenyum melihat mereka merasa heran, Haikal hanya memandang ke arah gadis itu penuh kecurigaan.


Ko bisa ya cara Gea bermain sama persis kaya si Gio? Pikir Haikal


Mereka pun pergi membubarkan diri, Gio tidak mengganti pakaiannya, dia terburu-buru pulang.


Gio merasa senang, hingga dia tersenyum sepanjang jalan, hingga dia berhenti saat melihat Bianka dan geng nya itu menghalangi jalannya.


Mereka sudah bersiap dengan air kotor di ember, dan langsung disiram tepat di tubuh Gio yang kaget dan tidak sempat menghindar.


"Kalian apa-apaan, ini juga air apaan ko kotor banget?" Gio


"Kan Lo habis olahraga jadi gue ademin pake air comberan. Hahaha .." Bianka


"Lo keterlaluan tau gak?" Teriak Gio


"Makanya nurut! , Kan udah gue bilang gak usah sok keren dan sok cari perhatian!" Bianka


Gio mengambil satu lagi air yang masih terisi air kotor yang dipegang Riri, dan langsung menyiram ke atas tubuh Bianka, bahkan mulai dari atas rambutnya.


"Kita impas oke! Jangan ganggu gue lagi!" Gio


Bianka tak terima, dia bahkan kini bersikap semakin tak terkendali, dia mendorong Gio sampai terjatuh, Gio tidak bisa menahannya karena lantainya licin akibat air tadi.

__ADS_1


Tiba-tiba Gio melihat ada tangan seseorang yang terulur mencoba membantu Gio berdiri.. Gio menatap orang itu tanpa berkedip.


Bersambung.…


__ADS_2