
"Ge, gimana mau gak?" Tanya Arif sekali lagi sambil mendekatkan wajahnya ke wajah gadis yang sedang membaca buku.
Gio terkejut karena wajah Arif begitu dekat dengannya sekarang.
"Hmm, aku lagi belajar." Gio
Gea yang melihat adegan itu kini sadar kalau dirinya kini tinggal di tubuh Gio dan tidak mungkin bisa bersama Arif, namun dia mempunyai ide agar tetap bisa menonton dengan lelaki pujaan hatinya itu.
Karena merasa diabaikan, Arif berlalu pergi dengan rasa kecewa. Namun dia tiba-tiba merasa ada yang menepuk pundaknya.
"Hey… " Gea
"Eh Gio, ada apa?" Arif
"Kamu masih mau kan kencan sama adik aku?" Gea
"Tentu saja mau." Arif
"Gini aja, akan aku pastikan malam minggu nanti Gea dateng ke bioskop yang ada di mall Indah pukul 7 malam. Gimana?" Gea
"Beneran?" Arif bertanya untuk meyakinkan apa yang dia dengar.
"Iya beneran, pokoknya kamu terima beres aja, sebenarnya Gea juga suka kok sama kamu, cuma dia memang gitu kalau fokus belajar, kami juga dilarang pacaran dulu sama bokap nyokap, jadi itulah alasan Gea nolak kamu," ucap Gea, gadis itu ingin memberikan harapan pada Arif agar lelaki itu berjuang lagi untuk mendapatkannya, agar lelaki itu tetap menyukai Gea dan tidak berpindah ke hati yang lain.
Setelah selesai berbicara, Gea berniat kembali ke perpustakaan namun dia lebih dulu ditemukan oleh Haikal dan Brian.
"Gio, lo kemana aja ? Gue nyariin lo dari tadi, jangan bilang kalau lo habis dari perpus? Hahaha…" Haikal.
"Kalau iya memangnya kenapa?" Gea
"Ya aneh lah, ayo kita makan dulu, kita nongkrong..!" Brian
"Tapi sebentar lagi jam istirahat selesai." Gea
"Justru itu, orang lain masuk, kita istirahat makan. Hehehe… ayo…! Lo kaya bukan Gio aja," ucap Haikal sembari menarik tangan sahabatnya itu.
"Tapi… ," ucap Gea yang tak mampu dia lanjutkan, tapi aku masih pengen belajar bareng Gio.
Dengan terpaksa Gea mengikuti mereka, tenaganya kalah dibandingkan 2 lelaki di depannya itu, lagi pula dia harus berpura-pura menjadi Gio dan menyesuaikan kebiasaan Gio yang memang seperti ini, kalau langsung berubah pasti Haikal curiga.
Mereka masih di kantin makan dengan santai meskipun sudah tidak ada siswa lain disana.
Bagaimana kalau ada guru datang? Pikir Gea
Gea melihat penampakan lelaki bertubuh besar yang berjalan ke arah kantin sekolah, jantungnya berdetak kencang, bagaimana ini?
"Kal, lihat deh..! Itu pak Kepsek bukan? Kita sembunyi yuk..!" Gea menunjuk ke arah dimana dia melihat sosok itu.
Membuat Haikal dan Brian panik, mereka pergi dan bersembunyi di pojokan.
"Gimana, aman belum?" Tanya Brian pada Haikal.
__ADS_1
"Belum, kita tunggu disini dulu!" Haikal
Perasaan Gea semakin tak karuan, dia baru pertama kali takut pada sosok guru maupun kepala sekolah, takut ketahuan karena dialah yang salah, perasaan dimana dia ingin terus bersembunyi tanpa ketahuan.
Setelah keadaan aman, akhirnya Gea bisa bernapas lega, asyik juga ya, kaya main petak umpet. Hehe… pikir Gea
Gea malah merasa senang, biasanya hidupnya lurus-lurus aja, tidak ada adegan menegangkan seperti ini disekolah, bahkan dia juga tidak pernah tegang saat guru menyuruhnya mengerjakan soal didepan kelas, karena dia selalu bisa menjawabnya.
Gea senyum-senyum sendirian, membuat 2 sahabatnya itu heran.
"Lo kenapa? Aneh bener." Haikal
"Gue gapapa, kita lanjut makan aja lah, gue masih laper," ucap Gea yang langsung duduk melanjutkan makanannya, membuat mereka berdua saling menatap karena bingung.
"Bukannya tadi dia gak mau makan? Makanan tadi aja dia ubek-ubek doang kaya yang putus cinta, kenapa sekarang semangat?" Tanya Brian pada Haikal
"Gue juga gak tau, emang Gio aneh akhir-akhir ini." Haikal
Mereka pun ikut duduk dan makan bersama.
Setelah dirasa cukup, mereka akhirnya kembali ke kelas karena jam pelajaran juga sudah mau selesai, mereka celingak-celinguk melihat keadaan sekitar, mereka berniat mengambil tas mereka di dalam kelas.
"Gurunya gak ada woy, ayo cepetan ambil tas kalian!" Brian
Mereka Pun berlari menuju kelas dan mengambil tas mereka dengan segera, sementara siswa yang lain hanya melirik sekilas, ya.. karena 3 sekawan itu sudah biasa bolos di jam pelajaran.
Namun disaat mereka hendak keluar, ada Bu Yesi guru bahasa inggris yang menghadang mereka di dekat pintu.
"Eh ibu, apa kabar bu?" Tanya Haikal
Pertanyaan itu sontak membuat semua siswa yang duduk di kelas tertawa, namun Gea pun tak kuasa menahan tawanya, membuat Haikal melirik Gea sambil melotot.
"Hmm, sorry… ," ucap Gea sambil menutup mulutnya, dia lupa kalau dia juga termasuk siswa yang dihadang bu Yesi.
"Kalian belum boleh pulang, bahkan ibu akan memberikan kalian hukuman karena bolos di mata pelajaran ibu." Bu Yesi
"Jangan gitu dong bu," keluh Haikal.
"Kalian yang jangan begitu, apa kalian gak kasihan sama orang tua klaian yang menyekolahkan kalian dengan biaya yang tak murah, namun kalian malah menyia-nyiakannya, mau jadi apa kalian nanti?" Bu Yesi
"Jadi dokter Bu." Haikal
"Hahaha…." Semua siswa tertawa.
"Kamu ini benar-benar ya Haikal, bikin tensi ibu naik aja, jadi dokter gimana kalau nilai kamu begitu, jika pun berhasil, ibu rasa orang bukannya sembuh tapi malah tambah sakit setelah berobat sama kamu." Bu Yesi
"Hahaha, betul itu Bu," ucap Gea, dia benar-benar tidak bisa menahan tawanya.
"Rese lo Gio." Haikal
Mereka dihukum membersihkan kelas saat semua siswa sudah pulang, bahkan mereka diberikan tugas yang sulit karena mereka harus mengerjakannya dengan menggunakan bahasa inggris, tapi bagi Gea itu mudah, dia hanya bernyanyi sepanjang dia menyapu kelas.
__ADS_1
"Si Gio aneh ya? Dia kaya seneng-seneng aja deh dapet hukuman." Brian
"Biarin aja, lagi jatuh cinta kali." Haikal
"Sama siapa Kal?" Brian
"Mana gue tau, gue cuma nebak doang." Haikal
"Ya tebak sekalian dong sama nama gebetan si Gio, nebak ko nanggung bener," keluh Brian lalu melanjutkan memebersihkan kaca.
Satu jam berlalu akhirnya mereka menyelesaikan tugas mereka, Gea dengan segera menuju parkiran sekolah.
"Lama banget sih lo?" Gio
"Maaf, kan tadi aku udah bilang duluan aja, eh malah ditungguin." Gea
"Makanya jangan bolos di mata pelajaran." Gio
"Ck, so iya.. padahal dulu juga kamu sering gitu." Gea
"Iya, dan lo sering negur gue, terus kenapa sekarang malah lo yang seakan keasyikan? Hmm.." Gio
"Memang asyik, sekali-kali boleh lah. Hehehe…" Gea
Mobil itu pun melaju menuju rumah mereka.
***
Saat malam minggu tiba,
Tok
Tok
Tok
Gea mengetuk pintu kamar Gio.
Ceklek
"Ada apa?" Gio
"Aku mau mengajakmu ke suatu tempat, aku sudah izin sama Mamah, katanya boleh, daripada di rumah kan bete, cepetan ganti baju, nanti aku sekalian dandanin kamu..!" Gea
"Tapi Ge, lo mau ngajak gue kemana?" Gio
"Ada deh… , apa perlu aku gantiin baju kamu? Hehe" Gea
"Gak usah, kamu tunggu aja disitu, jangan mengintip!" Gio
"Astaga mengintip badan sendiri pun tak boleh," keluh Gea lalu duduk ditepi ranjang.
__ADS_1
Bersambung….