Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Akhirnya


__ADS_3

Gio baru saja membuka matanya, dia melihat sekeliling ruangan, "gue dimana?" 


"Kamu di Rumah sakit Gio, syukurlah kamu sudah sadar," ucap Gea senang.


Gio yang teringat tembakan disaat-saat terakhir itu, dia mulai meraba semua bagian tubuhnya, tidak ada luka dan tidak ada jahitan? Pikir Gio.


"Ya ampun Gio, kamu gapapa, kamu nyari apa? Nyari bekas tembakan? Mana ada," jawab Gea dengan sedikit tersenyum.


"Loh, bukannya kemarin gue ditembak sama penjahat itu?" Tanya Gio penasaran, dia benar-benar tidak mengingat apapun.


"Hmm, gak.. karena keburu ada papah, papah menyerang penjahat itu dari belakang, tembakannya pun meleset, untung saja papah datang diwaktu yang tepat, dan untung juga peluru itu meleset ke arah lain," Gea mencoba menjelaskan kejadian tadi pagi.


"Oh , syukurlah… gue kira gue bakalan mati hari ini," ucap Gio dengan pikiran yang entah kemana.


"Hem, Gio… apa kamu tidak menyadari sesuatu?" Tanya Gea.


"Apa?, Gue gak inget sama sekali jadi jangan tanya gue..! Gue laper Ge." Ucap Gio dengan jujur.


"Hahaha… oke aku ambilin dulu makanannya, papah sedang mengurus para penjahat itu di kantor polisi, sementara Mamah tadi pulang dulu sebentar dan belum kembali," ucap Gea lalu berlalu pergi untuk membeli makanan, sementara Gio dijaga oleh dua pengawal yang siaga di depan pintu kamarnya.


Gio makan dengan lahap, tentu saja dia pasti kelaparan karena dari kemarin malam dia tidak makan apapun ditambah kehabisan tenaga karena berkelahi.


Gio pingsan bukan karena tembakan tapi tubuhnya lemah dan syok.


"Enak? Mau nambah lagi?" Tanya Gea.


"Gak usah, gue udah kenyang kok," jawab Gio.


Namun Gio melihat ada yang aneh dengan Gea, dia melihat adiknya itu meringis kesakitan, "Ge kenapa wajah Lo lebam begitu?" 


"Ini kan gara-gara kamu yang berantem sama penjahat, maksain diri," jawab Gea.


"Lah, ko gue yang berantem tapi Lo yang lebam, sebentar-sebentar… ya ampun kita kembali ke badan kita semula Ge?" Gio bertanya dengan wajah gembiranya.


"Kamu baru sadar? Ya ampun," Gea meledek sang kakak.


"Kenapa gak bilang dari tadi sih?" Keluh Gio.


"Kan aku tadi bilang, kamu sadar sesuatu gak, kamu malah jawabnya ketus," keluh Gea.


"Hehe, kok bisa sih? Sejak kapan?" Gio penasaran, bukannya selama ini sangat susah sekali mereka bertukar tubuh kembali.


"Aku juga gak tahu, aku juga sama kok pingsan dan pas aku sadar ya . . Aku balik ke tubuh aku dengan bonus muka lebam, sakit tahu," keluh Gea yang memang merasakan sakit disekujur tubuhnya terutama wajahnya.


"Hmm, sorry…" Gio


Ibu si kembar datang bersama Denada, Gita yang tidak tahu kalau mereka sudah kembali ke tubuh semula, dia masih memanggil Gio itu Gea.


"Gea, kamu sudah sadar?" Gita


"Hahahaha…," Gea dan Gio kompak tertawa.


"Ada apa dengan kalian? Mamah gak lagi ngelucu loh," keluh Gita.

__ADS_1


Namun setelah mendapatkan penjelasan dari sang anak, Gita pun ikut tertawa karena salah mengira anaknya, dan dia bersyukur dibalik musibah ini anak kembarnya selamat bahkan kembali ke tubuh asalnya.


Denada yang sedari tadi rewel, kini malah tertawa saat melihat wajah Gea yang lebam , Nada mencolek pipi Gea, saat Gea meringis kesakitan adik balitanya malah tertawa riang.


"Lagi Dek..! Tusuk aja pipi kak Gea..!" Teriak Gio dengan semangat.


Sementara Gea menatap kesal ke arah kembarannya itu.


Semakin Gea kesakitan semakin membuat Nada senang, Gio pun ikut senang apalagi bi Mina, cuma Gea yang merasa tersiksa sekarang.


***


Saat sore hari tiba, Gio pulang ke rumah, dia tidak mau berlama-lama di Rumah Sakit, Reza sang ayah juga ikut mengantar karena urusan di kantor polisi sudah selesai, memang benar penjahat itu adalah pesaing bisnis kakek si kembar.


Baskoro tidak menyangka jika akan ada kejadian seperti ini, ya… dibalik kesuksesannya juga banyak bahaya di sekitarnya, karena gak semua orang suka melihat yang lain sukses, ada sebagian orang yang iri dengan kesuksesan orang lain.


Baskoro meminta maaf pada kedua cucunya, dia juga meminta maaf pada Gita dan Reza.


"Gapapa ko kek, ini bukan salah kakek, orang itu aja yang jahat," Gea 


"Iya, aku juga gapapa kek, kita ambil hikmahnya aja." Gio


"Iya, kalian jangan main lama-lama dan harus mau dikawal..!" Ucap Reza yang sengaja memperingatkan si kembar.


"Yah Papah…," keluh Gea.


Gio dan Gea pun beristirahat, mereka akhirnya bisa kembali ke kamar mereka yang semula dengan semua barang mereka yang begitu mereka sayangi.


Dia berjalan hingga berada didepan cermin besar , dia mengagumi tubuh cantiknya yang kini kembali.


"Ahh… tubuhku," teriak Gea kegirangan, dia berputar berkali-kali.


***


Tiga hari kemudian si kembar baru bisa masuk sekolah, mereka akhirnya bisa sekolah sebagai diri mereka sendiri.


Gea sempat salah masuk kelas, dia kira dia berada di kelas XI B ternyata dia seharusnya ada di kelas XI A, hore aku jadi gak bisa sekelas sama Lili, batin Gea.


Dia masuk ke kelas yang seharusnya dia tempati, dia sendirian di sana, namun saat melihat di kolong meja, dia menemukan banyak coklat, Gea begitu senang dan membaca surat cinta itu satu persatu.


"Gio, kelihatannya kamu senang sekali dengan coklat-coklat milik Gea, hehe.. eh udah 3 hari kita gak ketemu, maaf ya kemarin aku belum sempat jengukin kamu," ucap Lili yang baru datang disusul oleh kedatangan teman-teman sekelas yang lain.


Saat Gea ingin menjelaskan jika dirinya sudah kembali ke badannya yang semula, tiba-tiba bel berbunyi membuat Gea tidak jadi berbicara pada Lili, nanti aja lah ceritanya. batin Gea


Hingga bel istirahat pun berbunyi, Lili yang lapar dia segera keluar kelas untuk mencari Gio yang dianggapnya Gea.


Dia menunggu didepan kelas XI B, hingga dia melihat sosok lelaki yang keluar, Lili langsung menarik tangan Gio menuju kantin, Lili tidak tahu kalau tangan yang dia tarik adalah tangan Gio yang asli.


Gio yang terkejut tiba-tiba ditarik Lili, dia tidak ingin memberontak karena dia tahu kalau Lili pasti masih mengira dia itu Gea.


"lah, aku malah ditinggal, Lili... Lili...," keluh Gea saat melihat Lili dan Gio berlari menuju kantin saling berpegangan tangan.


Lili dan Gio memilih tempat duduk, mereka mulai melihat menu makanannya.

__ADS_1


"Kamu mau pesan apa Ge?" tanya Lili.


"hmm, a-aku... aku pesan ini aja deh," tunjuk Gio pada salah satu nama makanan dibuku menu.


Lili tak sungkan meminum minuman digelas Gio, dia pikir itu adalah gelas Gea. Gea yang baru datang karena mampir ke toilet, dia melihat Lili meminum minuman kakaknya karena minuman milik Lili habis.


"Astaga, itu cium@n secara tidak langsung," gumam Gea lalu menghampiri mereka berdua.


"Gio, kamu udah persen makanan?" tanya Gea lalu duduk bergabung dengan mereka.


"Udah, lagi dibiikin mungkin," jawab Gio dengan santai.


"Sebentar, jadi yang mana yang namanya Gea ?" tanya Lili dengan eksfresi bingung dan kaget.


"Aku Li, aku udah balik laginke tubuh asalku, hehe..." Gea


Seketika Lili merasa malu, dia bahkan tidak kuasa hanya sekedar menatap ke arah Gio.


Astaga, kenapa ini bisa terjadi? batin Lili


Lili menunduk sepanjang Gea menceritakan kisahnya saat diculik yang pada akhirnya membuat si kembar kembali ketubuh asal mereka.


"Syukurlah...," jawab Lili dengan masih menundukkan kepalanya.


Disatu sisi dia bersyukur, disisi lain dia mengutuk dirinya sendiri karena bersikap bodoh, tapi... tapi tadi Gio mengangguk saat aku panggil Gea , Dasar... batin Lili


***


Saatnya mereka pulang, tanpa sengaja Gea memergoki Bianka sedang menangis di toilet.


"Kamu kenapa Bi?" tanya Gea yang memang peduli pada gadis itu.


"Aku gapapa Ge," jawab Bianka lalu menghapus air matanya, dia tidak mau kalau Gea menganggapnya wanita lemah, buaknnya dulu dia bahkan menjadi pembully, ya.. dia kini menyesalinya.


"Kamu cerita aja Bi, aku pasti dengerin kok." Gea


Akhirnya Bianka menceritakan masa SMA nya, masa dimana dia mendapatkan karma, jika saat masa putih biru dia membully maka di masa putih abu dia dibully.


Dia menceritakan bagaimana keluarganya mengalami kebangkrutan tapi Om nya Surya tidak mau membantu terlalu banyak karena itu kesalahan ayah Bianka yang memang curang.


Setelah kebangkrutan itu, Bianka sekolah disekolah biasa dan banyak mendapatkan perlakuan kasar dari teman-teman barunya, apalagi mereka tahu kalau Bianka jatuh miskin dan semakin seenaknya.


Hingga Bianka frustasi dan ingin melakukan percobaan bunuh diri, namun om Surya mengetahuinya, om nya pun merasa kasihan dan mulai membantu Bianka pindah sekolah, memilih sekolah terbaik, makanya dia bisa sekolah disekolah yang sama dengan Gea sekarang.


"Maafin aku ya Ge...," ucap Bianka dengan terisak, dia masih belum bisa menghentikan tangisnya, Gea memeluk Bianka dan mulai menenangkan gadis itu.


Gea membawa Bianka keluar dari toilet dan memberinya minuman hangat, mereka kini duduk di taman sekolah.


Tiba-tiba Gio datang dan langsung menarik tangan Gea, "Ayo pulang..!" Gio bahkan menatap Bianka dengan tatapan tajam, dia tidak ingin adiknya diganggu oleh Bianka lagi.


Bianka menunduk, Gue pantes dibenci kok. batin Bianka


Bersambung ….

__ADS_1


__ADS_2