
Gio bingung harus menjawab apa, dia benar-benar merasa takut jika ibunya tahu Nada hilang, bisa dibayangkan pasti dia akan dimarahi habis-habisan dan yang dia takutkan adalah keadaan ibunya pasti akan tidak baik-baik saja.
"Jangan ganggu Nada maksudnya Mah, dia lagi tidur siang," jawab Gea yang sebenarnya tidak mau berbohong.
"Oh…, tapi Mamah cuma mau lihat dia aja, Mamah kangen sama dia, kalian tenang aja karena Mamah gak mungkin ganggu tidur siang Nada," jawab Gita berjalan menuju kamarnya.
Ingin rasanya Gio menghentikan langkah ibunya namun dia tidak bisa, dia pasrah mengikuti ibunya dari belakang, begitupun Gea dan bi Mina.
"Loh…, kalian mau kemana?" Tanya Gita yang melihat mereka mengekor di belakangnya.
"Ka-kami mau melihat Denada juga," jawab Gio dengan sedikit gugup.
Aneh sekali, ada apa dengan mereka? Batin Gita
Ibu itu tak menghiraukan mereka, dia berjalan lagi menuju kamarnya karena dia ingin melihat anak bungsunya.
Gimana ini? Pikir gio dengan sejuta pikiran negatifnya, dia membayangkan ibunya akan pingsan di tempat.
Ceklek
Pintu kamar pun terbuka, Gita mencari didalam kasur box milik Nada , namun tidak ada Nada, katanya Nada tidur, kok kosong? Ibu itu berjalan masuk ke dalam kamar semakin dalam dan dia menemukan Nada tertidur di atas karpet dan menyender ke lemari besarnya.
"Ya ampun… Nada," gumam Gita.
"Maaf Mah, ini salah Gio Mah, Mamah boleh marah sepuasnya sama Gio..!" Ucap Gio lirih, karena mereka bertiga belum melihat ada Nada disana.
"Hmm, ya udah kalau kamu merasa bersalah pindahin dong..! Masa Nada dibiarkan tidur dibawah begitu," keluh sang ibu yang mampu membuat mereka bertiga menengok lebih dalam dan mereka kompak mengucapkan rasa syukur mereka di dalam hatinya.
"Hahaha…," Gio tiba-tiba tertawa, dia menertawakan dirinya sendiri yang parno lebih dulu padahal Nada ada dikamar tertidur dengan pulasnya.
__ADS_1
"Kenapa kamu tertawa?" Gita merasa heran karena memang tidak ada yang lucu, namun Gio menggelengkan kepalanya lalu dia menggendong Nada, membaringkannya di kasur box milik balita itu, ingin rasanya Gio mencubit hidung Nada karena dia gemas sekali dengan tingkah Nada hari ini yang membuatnya kewalahan.
"Ya udah kita keluar, biarkan Nada istirahat..! Kalian bantu Mamah nyiapin makanan, kita masak-masak.. oke?" Tanya Gita
"Oke Mah," jawab si kembar dengan kompak, mereka pun keluar kamar, Gea dan Gio nampak menahan tawanya, menertawakan diri mereka sendiri. Sementara Bi Mina menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal, dia merasa bingung sekali.
Sore itu pun mereka berpesta, makan semua masakan yang telah mereka masak. Gio dan Gea makan dengan lahap setelah kejadian tadi siang yang membuat mereka melewatkan makan siang.
Mereka begitu menikmati acara liburan di villa selama seminggu, mereka pun pulang dengan mengambil banyak pelajaran terutama tidak boleh tertidur saat menjaga balita. Hehe
***
Si kembar melanjutkan liburannya hanya dirumah menikmati momen bersama dengan berbagai tingkah lucu sang adik bungsu yang menggemaskan.
Mereka bahkan mengantar Nada imunisasi, dan semalaman bergantian menjaga Nada yang demam dan rewel.
"Kita seperti seperti sepasang suami istri yang menjaga anaknya," gumam Gea saat menggendong Nada ditengah malam karena rewel.
***
Setelah liburan selesai, mereka bersiap dengan hari pertama sekolah dengan kelas baru dan teman baru, karena setiap tahun kelas mereka akan digilir lagi.
Pagi itu si kembar sudah siap dan berangkat diantar oleh pak Denis, Gio belum ingin membawa motornya lagi selama dia masih bertukar tubuh karena itu hanya membuat masalah baru.
Sesampainya di depan gerbang, Gea menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.
"Bau sekolah membuatku semangat," gumam Gea yang membuat Gio menoleh padanya dengan tatapan heran.
Mereka merasa merindukan sekolah yang sudah mereka tinggalkan selama 2 pekan ini.
__ADS_1
"Gue juga kangen, kangen makanan kantin yang enak-enak maksudnya," gumam Gio yang membuat Gea menggelengkan kepalanya.
Gea mencari keberadaan Lili sahabatnya, namun tidak ada, dia bergegas melihat pengumuman di mading dimana disitu ada pembagian kelas XI.
"Nama gue mana sih?" Gumam Gio.
"Ini ada, kamu di kelas XI B dan aku di kelas XI A," jawab Gea.
"Gak sekelas nih? Gue gak bisa nyontek dong," keluh Gio yang mampu membuat Gea kesal dengan menyenggol lengan saudaranya itu.
Siswa yang lain semakin banyak yang berdatangan, si kembar memilih mencari kelasnya yang baru.
Mereka berpisah, namun kelas mereka berdampingan. Karena semua orang sudah tahu bahwa Gea dan Gio adalah saudara kembar, itu sangat berpengaruh, dan mengubah pandangan orang lain pada mereka di tahun ajaran kali ini.
Gea dan Gio sama-sama mendapatkan banyak fans, baru masuk saja mereka diserbu oleh beberapa siswa yang berniat mendekati mereka, apa si kembar merasa senang? Tentu saja tidak karena Gea didekati banyak perempuan, dan Gio didekati banyak laki-laki, itu membuat mereka benar-benar muak.
Lili ternyata satu kelas dengan Gio, dia menghampiri Gio dan membantunya menyingkirkan para laki-laki penggoda yang mendekatinya.
"Kalian belajar sana..! Jangan gangguin Gea terus! Pergi, pergi..!" Ucap Lili mengusir semua pria yang mengganggu gio, namun setelah mereka pergi berbarengan dengan bel masuk berbunyi.
Namun Lili tak kuasa menahan tawanya, "fttt…, apa ada yang membuatmu tertarik dari sekian banyaknya laki-laki tadi? Hmm…," tanya Lili menggoda Gio.
Gio hanya menghembuskan nafas kasarnya.
Ternyata hari ini ada murid baru yang masuk ke kelas Gio dan Lili, murid pindahan dari sekolah lain.
Namun Lili dan Gio sama-sama terkejut saat melihat murid baru itu. Dia lagi? Gue harap dia gak akan nyusahin gue atau Gea, pikir Gio
Semoga dia gak bikin ulah deh, pikir Lili
__ADS_1
Gio dan Lili sama-sama malas saat mendengar perkenalan murid pindahan itu.
Bersambung …